Rabu, 23 September 2026
17:21 WIB
TERKINI
Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN
Angkusa

Angkusa

250px-Elephant_Goad_MET_DP231148.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Angkus dari India, koleksi Metropolitan Museum of Art, New York.
250px-A_decorated_elephant_with_a_howdah_on_its_back.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lukisan gajah dengan rengga, sedang ditunggangi pawangnya yang memegang angkusa.

Angkusa (dari bahasa Sanskerta: अङ्कुश Aṅkuśa) atau kusa adalah alat yang digunakan untuk menangani dan melatih gajah. Angkusa ditusukkan ke dalam kulit sensitif gajah, menyebabkan rasa sakit dan membuat gajah berlaku dengan gaya tertentu.[1][2][3] Alat ini muncul dalam mitologi Hindu, dan dipakai sebagai atribut Dewa Ganesa. Dalam konsep Nawadewata dari agama Hindu, angkusa dianggap sebagai senjata dewa Sangkara.

Referensi

  1. http://www.upali.ch/hook_en.html Elephant encyclopedia written by an elephant keeper
  2. "Elephant Training Backgrounder". Diarsipkan dari asli tanggal 2012-06-25. Diakses tanggal 2008-06-22.
  3. "Salinan arsip" (PDF). Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2009-02-20. Diakses tanggal 2008-06-22.


Ikon rintisan

Artikel bertopik alat ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Ikon rintisan

Artikel bertopik senjata ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan