Rabu, 23 September 2026
10:22 WIB
TERKINI
Berita Terkuak: Modus Dua Pria Raup Jutaan dari Konten Mesum 'A Day in My Life' Berita Fenomena Bau Tak Sedap Malam Hari di Transjakarta Koridor 8 Jadi Sorotan Berita Bupati Boltara Sirajudin Lasena Terjaring OTT KPK, Proyek Jalan Disorot Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Berita Terkuak: Modus Dua Pria Raup Jutaan dari Konten Mesum 'A Day in My Life' Berita Fenomena Bau Tak Sedap Malam Hari di Transjakarta Koridor 8 Jadi Sorotan Berita Bupati Boltara Sirajudin Lasena Terjaring OTT KPK, Proyek Jalan Disorot Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis
Anglo-Sakson

Anglo-Sakson

konfederasi puak-puak Jermanik yang mulai menghuni Pulau Britania Raya dari abad ke-5 dan seterusnya

60px-Question_book-new.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini tidak memiliki referensi atau sumber tepercaya sehingga isinya tidak bisa dipastikan. Tolong bantu perbaiki artikel ini dengan menambahkan referensi yang layak. Tulisan tanpa sumber dapat dipertanyakan dan dihapus sewaktu-waktu.
Cari sumber: "Anglo-Sakson"  berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
250px-LindisfarneChiRiho.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Halaman dengan monogram Chi Rho dari Injil Matius dalam Injil-Injil Lindisfarne ca700, kemungkinan diciptakan oleh Eadfrith dari Lindisfarne untuk mengenang Kutbertus

Anglo-Sakson, yang dalam beberapa konteks hanya disebut Saxon atau Inggris, merupakan kelompok budaya yang berbicara dalam Bahasa Inggris Kuno dan mendiami sebagian besar wilayah Inggris dan Skotlandia tenggara pada Abad Pertengahan Awal. Mereka menelusuri asal-usulnya dari para pemukim Jermanik yang tiba di Britania pada abad ke-5, yang kemudian menjadi salah satu kelompok budaya terpenting di sana. Periode Anglo-Sakson di Britania diperkirakan dimulai sekitar tahun 450 dan berakhir pada tahun 1066 dengan Penaklukan Norman.[1]

Meskipun detail mengenai pemukiman awal dan perkembangan politik mereka masih belum jelas, identitas budaya Anglo-Sakson, yang secara umum disebut Englisc, berkembang dari interaksi para pemukim Jermanik ini dengan budaya Romano-Britania yang sudah ada. Pada tahun 1066, mayoritas penduduk di wilayah yang kini adalah Inggris berbicara Bahasa Inggris Kuno dan diidentifikasi sebagai bangsa Inggris. Walaupun invasi Viking dan Norman mengubah lanskap politik dan budaya Inggris secara signifikan, identitas Anglo-Sakson secara keseluruhan berevolusi dan tetap dominan setelah perubahan besar tersebut.[1] Struktur politik dan bahasa Anglo-Sakson akhir adalah pendahulu langsung bagi Kerajaan Inggris pada Abad Pertengahan Tinggi dan Bahasa Inggris Pertengahan. Meskipun Bahasa Inggris modern hanya berutang kurang dari 26% dari kosakatanya kepada Bahasa Inggris Kuno, persentase ini mencakup sebagian besar kata-kata yang digunakan sehari-hari.[2]

Catatan rinci paling awal mengenai asal-usul Anglo-Sakson diberikan oleh Bede (w. 735) pada awal abad ke-8. Ia menyatakan bahwa mereka telah lama terbagi menjadi kerajaan-kerajaan regional kecil, masing-masing dengan kisah berbeda mengenai asal-usul kontinental mereka. Para penulis Romawi dan Britania dari abad ke-3 hingga ke-6 menggambarkan Saxon paling awal ini sebagai perampok dan tentara bayaran di Laut Utara. Sumber-sumber yang lebih baru, seperti Bede, meyakini para perampok awal ini berasal dari wilayah yang mereka sebut "Saxon Lama" (Old Saxony), yang kini berada di Jerman utara, wilayah yang dikenal menentang penyebaran Kristen dan kekuasaan Franka. Menurut catatan Bede, migran Inggris (Angle) datang dari negara yang berada di antara wilayah "Saxon Lama" dan Jutes. Sebagai istilah kolektif gabungan, Anglo-Sakson, yang umum digunakan oleh sejarawan modern untuk periode sebelum 1066, pertama kali muncul pada masa Bede, meskipun penggunaannya mungkin belum meluas hingga masa modern. Bede sendiri, seperti penulis lain, cenderung lebih memilih Angles (atau Inggris) sebagai istilah kolektif, dan istilah ini akhirnya menjadi dominan.[1.1]

Budaya materi Anglo-Sakson dapat dilihat dalam arsitektur, gaya berpakaian, naskah beriluminasi, kerajinan logam, dan seni lainnya. Di balik sifat simbolis dari lambang-lambang budaya ini, terdapat elemen kuat dari ikatan kesukuan dan kekuasaan. Kelompok elite memproklamirkan diri sebagai raja yang mengembangkan burh (benteng dan permukiman berbenteng), dan mengidentifikasi peran serta rakyat mereka dalam kerangka Alkitab. Namun, seperti yang diamati oleh arkeolog Helena Hamerow, "kelompok kekerabatan lokal dan yang diperluas tetap menjadi... unit esensial produksi sepanjang periode Anglo-Sakson."[3]

Referensi

  1. 1 2 Higham, N. J.; Ryan, Martin J. (2013). The Anglo-Saxon world. New Haven: Yale University Press. ISBN 978-0-300-12534-4.
    1. hal. 7
  2. Williams, Joseph M. (1975). Origins of the English language: a social and linguistic history (Edisi 4. [Nachdr.]). New York, NY: Free Press. ISBN 978-0-02-934470-5.
  3. Hamerow, Helena (2012). Rural settlements and society in Anglo-Saxon England. Medieval history and archaeology. Oxford: Oxford University Press. ISBN 978-0-19-920325-3.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan