Senin, 19 Oktober 2026
11:40 WIB
TERKINI
Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis
Budaya Romano-Britania

Budaya Romano-Britania

budaya historis

Bagikan:
500px-Roman.Britain.Romanisation.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Berbagai tingkat Romanisasi, berdasarkan temuan arkeologi. Romanisasi terjadi lebih banyak di tenggara, dengan tingkat yang lebih rendah dari barat hingga utara. Di sebelah barat garis dari Humber hingga Severn, dan termasuk Cornwall dan Devon, akulturasi budaya Romawi lebih rendah atau tidak ada sama sekali.

Budaya Romano-Britania eksis di Britania di bawah Kekaisaran Romawi setelah penaklukan oleh Romawi pada 43 M dan pembentukan provinsi Britannia. Budaya ini muncul sebagai perpaduan antara budaya Romawi dari luar dengan budaya penduduk pribumi Briton, penduduk yang menggunakan bahasa dan tradisi Keltik.[1]

Ahli seperti Christopher Snyder memercayai bahwa selama abad ke-5 dan ke-6 – berlangsung dari tahun 410 ketika legiun Romawi meninggalkan pulau, hingga 597 ketika tibanya Santo Agustinus dari Canterbury – Britania selatan masih mempertahankan budaya sub-Romawi[2] yang bertahan dari serangan bangsa Anglo-Saxon dan bahkan bahasa Latin vernakular masih digunakan untuk menulis.[3]

Rujukan

  1. ↑ Shotter, David (2004-08-02). Roman Britain (dalam bahasa Inggris) (Edisi 0). Routledge. doi:10.4324/9780203622926. ISBN 978-0-203-62292-6.
  2. ↑ Snyder, Christopher A. (1997). "A gazetteer of Sub-Roman Britain (AD 400-600): The British sites". Internet Archaeology (3). University of York. doi:10.11141/ia.3.2.
  3. ↑ Evans, D. Ellis (1983-01-31), Haase, Wolfgang (ed.), "Language Contact in Pre-Roman and Roman Britain", Sprache und Literatur (Sprachen und Schriften [Forts.]), Berlin, Boston: De Gruyter, doi:10.1515/9783110847031-008, ISBN 978-3-11-084703-1{{citation}}: Pemeliharaan CS1: Parameter work dengan ISBN (link)

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan