Sabtu, 03 Oktober 2026
02:11 WIB
TERKINI
Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Regional Penyaluran Bantuan Logistik Mendesak untuk Korban Banjir di Kalimantan Selatan Regional Antusiasme Warga Banjarmasin Tinggi, Sentra Vaksinasi Covid-19 Ramai Berita Tangki Motor Bocor Picu Kebakaran Hebat Bengkel di Cilincing, Kerugian Capai Rp 75 Juta Berita DPR Tugaskan Komisi III Uji Kelayakan Komjen Suyudi Ario Seto Sebagai Calon Kapolri Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Regional Penyaluran Bantuan Logistik Mendesak untuk Korban Banjir di Kalimantan Selatan Regional Antusiasme Warga Banjarmasin Tinggi, Sentra Vaksinasi Covid-19 Ramai Berita Tangki Motor Bocor Picu Kebakaran Hebat Bengkel di Cilincing, Kerugian Capai Rp 75 Juta Berita DPR Tugaskan Komisi III Uji Kelayakan Komjen Suyudi Ario Seto Sebagai Calon Kapolri Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri

Anglo-Norman

kelas penguasa di Inggris pada Abad Pertengahan

Bagikan:
Anglo-Norman
Bahasa
Agama
Kekristenan
Kelompok etnik terkait

Anglo-Norman (bahasa Norman:Anglo-Normaunds, bahasa Inggris Kuno:Engel-Norðmandisca) merupakan kelas penguasa di Inggris pada Abad Pertengahan setelah peristiwa penaklukan Inggris oleh Normandia, dan utamanya merupakan kombinasi dari etnis Normandia, Prancis, Flandria, Inggris dan Bretagne.[1] Sejumlah kecil orang Normandia sebelumnya sudah berteman dengan raja Inggris Anglo-Saxon masa depan, Edward sang Pengaku Iman, selama ia diasingkan di tanah air ibunya di Normandia, Prancis bagian utara. Ketika kembali ke Inggris, beberapa teman ikut bersamanya; sehingga, sebelumnya sudah ada orang Normandia yang bermukim di Inggris sebelum peristiwa penaklukan. Penerus dari Edward, Harold Godwinson, dikalahkan oleh Adipati William sang Penakluk dari Normandia pada Pertempuran Hastings, membawa William naik takhta Inggris.

Orang Normandia yang menang membentuk sebuah kelas penguasa di Inggris, berbeda dengan (meskipun menikah campur) penduduk asli. Lama kelamaan, bahasa mereka berevolusi dari bahasa Normandia Kuno kontinental menjadi bahasa Anglo-Norman yang berbeda. Anglo-Norman dengan cepat mendirikan kontrol untuk seluruh Inggris, serta sebagian Wales (Cambro-Norman). Setelah tahun 1130, sebagian selatan dan timur Skotlandia berada di bawah kekuasaan Anglo-Norman (Scoto-Norman), sebagai imbalan untuk dukungan mereka terhadap penaklukan oleh David I. Penaklukan Irlandia oleh Normandia pada 1169 membawa Anglo-Norman dan Cambro-Norman bermukim di sebagian besar Irlandia, dan menjadi Irlandia-Norman.

Rujukan

  1. ↑ Hugh M. Thomas, The English and the Normans p.381

Pranala luar

Templat:Kerajaan Inggris

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan