Rabu, 28 Oktober 2026
01:35 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Anglia Tengah

Anglia Tengah

Bagikan:
250px-Anglo-Saxon_England_2.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Posisi Anglia Tengah dalam hubungannya dengan suku lain, skt. 600

Anglia Tengah (bahasa Inggris: Middle Angles) adalah suku Anglia-Sachsen yang hidup di timur Midlands saat ini, di sekitar lokasi yang sekarang disebut Leicestershire, antara kerajaan Mercia dan Kerajaan Anglia Timur. Suku ini terdiri dari kumpulan beragam suku yang telah mempertahankan identitas yang berbeda, dilihat dari daftar Tribal Hidage.

Beda Venerabilis menyatakan bahwa sekitar 653, Raja Penda dari Mercia menempatkan putranya Peada sebagai kepala suku Anglia Tengah, sifat pemerintahan mereka sebelum tahun ini tidak diketahui. Beda juga menunjukkan bahwa Peada berusaha menikahi Alhflæd, putri raja Oswiu dari Northumbria, yang menyetujui pernikahan itu dengan syarat Peada dan rakyatnya masuk Kristen, meskipun Mercia masih kafir. Setelah kematian Peada, pemimpin Anglia Tengah tidak lagi diketahui, tetapi fakta bahwa mereka mempertahankan uskup mereka sendiri di Leicester tampaknya menunjukkan tingkat otonomi tertentu yang dipertahankan. Seperti suku lain yang tunduk pada Mercia, Anglia Tengah tampaknya telah diserap oleh kerajaan ini selama abad ke-VIII.

Referensi

Catatan

Daftar pustaka

  • Bassett, S., ed. (1989), The Origins of Anglo-Saxon Kingdoms, Leicester University Press, ISBN 978-0-7185-1317-7
  • Bede (1968) [1955], A History of the English Church and People, translated by Leo Sherley-Price, Penguin, ISBN 978-0-14-044042-3
  • Colgrave, B., ed. (1956), Felix's Life of Saint Guthlac, Cambridge University Press, ISBN 0-521-30926-3 {{citation}}: Ketidakcocokan ISBN / tanggal
  • Campbell, J., ed. (1982), The Anglo-Saxons, Phaidon, ISBN 0-7148-2149-7
  • Davies, W. (1973), "Middle Anglia and the Middle Angles", Midland History, 2: 18–20, ISSN 0047-729X
  • Dumville, D. (1989a), "Essex, Middle Anglia and the expansion of Mercia in the South East", dalam Bassett, S. (ed.), The Origins of Anglo-Saxon Kingdoms, Leicester University Press, ISBN 978-0-7185-1317-7
  • Dumville, D. (1989b), "The Tribal Hidage: An introduction to its texts and their history", dalam Bassett, S. (ed.), The Origins of Anglo-Saxon Kingdoms, Leicester University Press, ISBN 978-0-7185-1317-7
  • Gallyon, M. (1980), The Early Church in Wessex and Mercia, Terence Dalton, ISBN 0-900963-58-1
  • Garmonsway, G.N., ed. (1972), The Anglo-Saxon Chronicle, Dent, ISBN 0-460-00624-X
  • Hunter Blair, P. (1963), Roman Britain and Early England 55 B.C. – A.D. 871, Nelson, ISBN 978-0-351-15318-1 {{citation}}: Ketidakcocokan ISBN / tanggal
  • Kirby, D.P. (1991), The Earliest English Kings, Unwin Hyman, ISBN 0-04-445691-3
  • Stenton, F.M. (1971), Anglo-Saxon England (Edisi 3rd), Oxford University Press, ISBN 0-19-280139-2
  • Yorke, B. (1990), Kings and Kingdoms of Early Anglo-Saxon England, Seaby, ISBN 1-85264-027-8
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan