Minggu, 18 Oktober 2026
20:20 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten
Angkatan Udara Swedia

Angkatan Udara Swedia

Bagikan:
Angkatan Udara Swedia
Flygvapnet
250px-Flygvapnet_vapen_bra.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lambang Angkatan Udara Swedia
Dibentuk1 Juli 1926
Negara Swedia
Jumlah personel207 pesawat
Bagian dariAngkatan Bersenjata Swedia
Pertempuran
Tokoh
Kepala Angkatan Udara20px-Kommandotecken_Flygvapenchefen.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Mayjen Carl-Johan Edström
Kepala Staf Udara20px-Naval_ensign_of_Sweden.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Kolonel Dennis Hedström
Insignia
Roundel120px-Roundel_of_Sweden.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 120px-Roundel_of_Sweden_%E2%80%93_Low_Visibility.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pesawat tempur
Radar pesawatSaab 340 AEW&C, Gulfstream IV-SP
Pesawat tempurJAS 39 Gripen
HelikopterA109LUH, NH90, UH-60M
Pesawat latihSaab 105, Grob G 120TP
Pesawat pengangkutC-130 Hercules, Saab 340B, Gulfstream IV-SP, Gulfstream G550

Angkatan Udara Swedia (bahasa Swedia: Svenska flygvapnet atau Flygvapnet) merupakan cabang angkatan udara bagi Angkatan Bersenjata Swedia.

Sejarah

Angkatan Udara Swedia telah didirikan pada 1 Juli 1926 ketika unit pesawat dari Angkatan Darat Swedia dan Angkatan Laut Swedia digabungkan. Disebabkan ketegangan internasional yang semakin memuncak saat tahun 1930-an, Angkatan Udara Swedia telah disusun kembali dan dikembangkan dari empat menjadi tujuh skuadron.

Perang Dunia II

Ketika Perang Dunia II meletus pada 1939, Angkatan Udara Swedia dibesarkan lagi. Meskipun Swedia tidak terlibat dalam perang ini, angkatan udara yang besar ini dipercaya mampu menangkal ancaman serangan dan memberi serangan balasan bagi musuh. Sampai tahun 1945 Angkatan Udara Swedia memiliki lebih dari 800 buah pesawat dalam kondisi siap-siaga termasuk 15 divisi tempur.

Masalah utama Angkatan Udara Swedia selama Perang Dunia II adalah kekurangan bahan bakar. Swedia dikelilingi oleh negara-negara yang berperang dan tidak bisa tergantung pada minyak impor. Jadi Shal minyak lokal telah dipanaskan untuk menghasilkan bensin.[1]

Sekitar 250 awak pesawat tewas dalam kecelakaan tahun 1939-1945 menurut statistik yang tidak diungkapkan selama tahun-tahun perang tetapi diterbitkan setelahnya.[2]

Perang Dingin

250px-DH.98_Mosquito_NFXIX_MM638_RSwAF_RWY_10.49_edited-2.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pesawat tempur malam DH.98 Mosquito NF.19 Angkatan Udara Swedia pada tahun 1949

Angkatan Udara Swedia mengalami modernisasi yang cepat dari tahun 1945. Secara politis tidak dapat diterima lagi untuk melengkapinya dengan model pesawat kelas dua. Sebaliknya, Staf Udara membeli pesawat terbaik yang dapat ditemukan dari luar negeri, mis. P-51D Mustang, pesawat tempur malam De Havilland Mosquito NF.19 dan de Havilland Vampire, dan mendukung pengembangan model pesawat domestik berkinerja terbaik. Jet tempur Saab 29 Tunnan diperkenalkan sekitar tahun 1950.

Pada akhir 1950-an Angkatan Udara Swedia memperkenalkan sistem pangkalan udara Bas 60 yang berkisar pada penyebaran kekuatan skuadron udara di banyak pangkalan udara masa perang jika terjadi perang untuk mempersulit lawan untuk menghancurkan angkatan udara di darat. Landasan pacu jalan raya juga diperkenalkan sebagai landasan pacu cadangan. Bas 60 dikembangkan lebih lanjut menjadi Bas 90 selama tahun 1970-an dan 1980-an.[3][4]

Selama Perang Dingin sejumlah besar uang (termasuk dana yang ditujukan untuk program senjata nuklir Swedia) dihabiskan untuk Angkatan Udara Swedia dan produksi pesawat dalam negeri. Pada tahun 1957 Swedia memiliki angkatan udara terkuat keempat di dunia,[5] dengan sekitar 1.000 pesawat modern dalam layanan garis depan.[6] Selama tahun 1950-an, Swedia memperkenalkan pesawat tempur seperti Saab J 29 Tunnan, Saab A 32 Lansen dan Saab J 35 Draken.

1990-an – restrukturisasi

Dengan berakhirnya Perang Dingin, Angkatan Bersenjata Swedia mengalami proses restrukturisasi besar-besaran. Selama waktu itu, beberapa pangkalan udara dianggap tidak perlu dan ditutup dengan pesawat tempur seperti Saab 37 Viggen yang pensiun sebelum waktunya. Pada tahun 1994 angkatan udara memiliki lebih dari 400 pesawat tempur, pada tahun 2005 jumlahnya menyusut menjadi kurang dari 150.

Galeri

Rujukan

  1. ↑ Oil shale. Teh Fu Yen, George V. Chilingar. Amsterdam: Elsevier Scientific Pub. Co. 1976. ISBN 0-444-41408-8. OCLC 2640696.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Lain-lain (link)
  2. ↑ juni 2019, Text-Ulf Eneroth 12 (2019-06-12). "Svenska flygvapnets dödliga facit". Militarhistoria.se (dalam bahasa Swedia). Diakses tanggal 2022-03-30.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Nama numerik: daftar penulis (link)
  3. ↑ "Flygbassystem 60" (PDF).
  4. ↑ "Svenska militära flygbaser" (PDF). Diarsipkan dari versi asli pada 2017-06-03. Diakses tanggal 2022-03-30.
  5. ↑ "The Growth of the Air Force". Diarsipkan dari asli tanggal 2012-03-14. Diakses tanggal 2022-03-30.
  6. ↑ "Flygvapnet 80 år". Diarsipkan dari asli tanggal 2012-03-18. Diakses tanggal 2022-03-30.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan