Rabu, 30 September 2026
17:51 WIB
TERKINI
Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Kekacauan Komunikasi Fatal: KNKT Ungkap Penyebab Tabrakan Maut KA di Bekasi Berita Terkuak Pemilik Miras dan Barang Mewah di Lapas Cibinong, 5 Pejabat Dinonaktifkan Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Misteri Kematian Dua Pemuda di Lembang, Saksi Kunci Mulai Membaik Lampung Tengah Tragedi KM Virgo Renggut Feris, Dua Anak Kehilangan Tulang Punggung Keluarga Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Kekacauan Komunikasi Fatal: KNKT Ungkap Penyebab Tabrakan Maut KA di Bekasi Berita Terkuak Pemilik Miras dan Barang Mewah di Lapas Cibinong, 5 Pejabat Dinonaktifkan Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Misteri Kematian Dua Pemuda di Lembang, Saksi Kunci Mulai Membaik Lampung Tengah Tragedi KM Virgo Renggut Feris, Dua Anak Kehilangan Tulang Punggung Keluarga Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh

Angkatan 70

Bagikan:

Angkatan 70 adalah nama yang diberikan kepada pengarang-pengarang yang muncul sekitar tahun 70 an. Istilah ini diperkenalkan pertama kali oleh Dami N. Toda dalam kertas kerjanya, “Peta Perpuisian Indonesia 1970-an dan Sketsa". yang diajukan dalam diskusi sastra memperingati ulang tahun ke- 5 Majalah Tifa Sastra UI (25 Mei 1977); kertas kerja ini kemudian dimuat dalam Budaya Jaya (September 1977), dan dalam Satyagraha Hoerip (ed.),

Sejumlah Masalah Sastra (1982). Menurut Dami N. Toda, Angkatan 7O “dimulai dengan novel-novel Iwan Simatupang, yang jelas punya wawasan estetika novel tersendiri; lalu teater serta sajak-sajak Rendra, yang antara lain berjudul ‘Khotbah' dan ‘Nyanyian Angsa' di awal tahun 70-an ini, Berta semakin nyata dalam wawasan estetika perpuisian mantra Sutardji Calzoum Bachri dan cerpen-cerpen dari Danarto, macam ‘Godlob', ‘Rintrik', dan sebangsanya.” Lazim digolongkan ke Angkatan 70: Iwan Simatupang, Rendra, Sutardji Calzoum Bachri, dan cerpen cerpen dari Danarto, Budi Darma, Putu Wijaya, Arifin C. N oer, Ahmad Tohari, Emha Ainun Nadjib dan lain-lain. Korrie Layun Rampan dalam karangannya, “Angkatan 80 dalam Sastra Indonesia” (Basis, Desember 1984). menyebut Angkatan 70.

Ini sebagai “Angkatan 80." Untuk pengetahuan lebih lanjut, lihat Dami N . Toba, Hamba-Hamba Kebudayaan (1984), Sutardji Calzoum Bachri, “Chairil Anwar, Angkatan 70, dan Kredo Puisi Saya” (Berita Buana, 14 Agustus 1984), dan Abdul Hadi W.M., “Angkatan 70 dalam Sastra Indonesia" (bahan ceramah di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, 4 September 1984).[1]

Referensi

  1. ↑ WS, Hasanuddin (2009). Ensiklopedia Sastra Indonesia. Bandung: Angkasa Group. hlm. 81. ISBN 978-979-1304-13-9.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)


Ikon rintisan

Artikel bertopik sastra ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan