Selasa, 20 Oktober 2026
13:33 WIB
TERKINI
Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari

Angka Prodjosoedirdjo

dokter di Hindia Belanda

Bagikan:
Angka Projosudirjo
Lahir(1887-12-13)13 Desember 1887
Meninggal1975
Almamater
  • Holland Indische School (HIS)
  • Hoogere Burger School (HBS)
  • School tot Opleiding van Inlandsche Artsen (STOVIA)
PekerjaanDokter
Dikenal karena
  • Salah satu pendiri Boedi Oetomo-sebagai bendahara
  • Dokter Boemiputra lulusan School tot Opleiding van Inlandsche Artsen (STOVIA)
Pasangan menikahRaden Adjeng Sudijah
Anak7
Orang tua
  • Raden Prajadiwirya (Ayah)
  • Raden Ayu Prajadiwirya (Ibu)

Raden Angka Prodjosoedirdjo (Banjarnegara, Jawa Tengah, 13 Desember 1887 - Banyumas, Jawa Tengah, 1975) adalah salah satu tokoh pendiri Boedi Oetomo.[1] Ia juga menerima gelar dokter Jawa dari School tot Opleiding van Inlandsche Artsen STOVIA-gelar ini diberikan untuk orang-orang Boemiputra setelah lulus dari STOVIA.

Riwayat hidup

Raden Anggoro Kasih Prodjosoedirdjo lahir 13 Desember 1887, dari pasangan Raden Prajadiwiryo dengan Raden Ayu Prajadiwiryo. Ia menempuh pendidikan di Holland Indische School (HIS) selama 7 tahun, dan Hoogere Burger School (HBS) selama 5 tahun. Kemudian melanjutkan sekolah di STOVIA pada 4 Januari 1904.

pada 30 Juli 1912, ia lulus dari STOVIA, dengan predikat cumlaude. Atas prestasinya itu, STOVIA menganugerahkan cendera mata berupa kuku macan, dan jam saku berantai dengan gantungan terbuat dari emas. Angka menikah dengan Raden Adjeng Sudijah, puteri dari pasangan Raden Purwasudirjo dengan Raden Ayu Samsirin Purwasudirjo. Keduanya dikaruniai 7 anak.

pada tahun 1949, Angka beserta beberapa dokter di Purwokerto mendirikan apotek Dwiwarna. Apotek yang didirikan dengan sahabatnya adalah apotek pertama di Purwokerto. Namun usahanya tidak berlangsung lama, pada tahun 1970 apotek dijual, karena para pemegang saham pindah dari Purwokerto dan menarik semua sahamnya.

Semasa hidupnya, ia sudah pernah bertugas di beberapa tempat, di antaranya di Pemalang, menangani pemberantasan penyakit frambosia tahun 1935, dan menangani penyakit malaria di Cilacap bersama UNICEF, pada tahun 1954.

Tahun 1967, ia membuat surat tertulis tentang kesaksian hidup mengenai pendirian Boedi Oetomo. Sebagai jawaban dari surat Sardjito yang menyaksikan pendirian Boedi Oetomo oleh para pelajar STOVIA pada 1908.

Saat usia 88 tahun, ia meninggal dunia dan dimakamkan di Pesarean Keluarga, Sokaraja, di samping makam isterinya yang meninggal lebih dulu, pada 1968 dalam usia 75 tahun.

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Para pendiri "Boedi OEtomo" : Para pelajar STOVIA, a.l. R. Soetomo, M. Goenawan, Moh. Saleh, M. Goembrek, dan R. Angka. Mereka adlah para pendiri Boedi Oetomo yang merupakan awal Kebangkitan Nasional.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan