Minggu, 04 Oktober 2026
20:41 WIB
TERKINI
Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan Hukum Pakar Hukum Unila: Objektivitas Fakta Krusial dalam Kasus Diksar Mahepel Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan Hukum Pakar Hukum Unila: Objektivitas Fakta Krusial dalam Kasus Diksar Mahepel Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya
Angka Khmer

Angka Khmer

Bagikan:

Angka Khmer merupakan simbol angka-angka yang mewakili Bahasa Khmer. Angka Khmer diyakini telah digunakan setidaknya sejak abad ke 7 masehi.[1][2]

Bilangan angka Khmer dari 0 hingga 9

Angka

Karena berasal dari angka Hindu, angka Khmer modern juga merupakan sistem notasi posisi desimal. Angka ini merupakan aksara dengan bukti material pertama yang masih ada tentang angka nol sebagai angka numerik, yang penggunaannya dimulai pada abad ketujuh, dua abad sebelum penggunaannya yang pasti di India.[1][3] Angka Khmer kuno, atau angka Khmer Angkorian, juga memiliki simbol terpisah untuk angka 10, 20, dan 100.

Setiap kelipatan 20 atau 100 pada angka Khmer memerlukan goresan tambahan di atas angka tersebut, sehingga angka 47 dibuat menggunakan simbol 20 dengan goresan atas tambahan, diikuti oleh simbol angka 7.[4] Ketidakkonsistenan dengan sistem desimalnya menunjukkan bahwa bahasa Khmer Angkorian yang diucapkan menggunakan sistem vigesimal.

Karena aksara Thai dan Lao sama-sama berasal dari aksara Khmer Kuno,[5] bentuk modern aksara tersebut masih memiliki banyak kemiripan dengan aksara Khmer Kuno, seperti yang ditunjukkan pada tabel berikut:

Angka Khmer Thai Lao
0 ០ ๐ ໐
1 ១ ๑ ໑
2 ២ ๒ ໒
3 ៣ ๓ ໓
4 ៤ ๔ ໔
5 ៥ ๕ ໕
6 ៦ ๖ ໖
7 ៧ ๗ ໗
8 ៨ ๘ ໘
9 ៩ ๙ ໙

Angka Khmer Modern

Nama-nama yang diucapkan dari bilangan Khmer modern mewakili sistem biquinary, dengan basis 5 dan basis 10 yang digunakan. Misalnya angka 6 (enam) dibentuk dari 5 (lima) ditambah 1 (satu).

លេខខ្មែរ
Angka Khmer dari 1 hingga 100

Angka Khmer 0 hingga 5

Kecuali angka 0 yang berasal dari bahasa Sanskerta, etimologi angka Khmer dari 1 sampai 5 berasal dari proto-Austroasiatik.

Nilai Angka Khmer Aksara Khmer IPA UNGEGN GD ALA-LC Keterangan
0០សូន្យ[soːn]sonysounysūnyDari bahasa Sansekerta śūnya
1១មួយ[muəj]muŏymuoymuaySebelum pengklasifikasi, [muəj] disederhanakan menjadi [mə] dalam tuturan bahasa.[6]
2២ពីរ[piː], [pɨl]pirpirbīr
3៣បី[ɓej]beibeipī
4៤បួន[ɓuən]buŏnbuonpuan
5៥ប្រាំ[pram]brămbramprāṃ
  • Untuk rincian berbagai sistem latinisasi alternatif, lihat Latinisasi bahasa Khmer.
  • Beberapa penulis mungkin menandai [ɓiː] sebagai pelafalan kata angka dua, dan [ɓəj] atau [ɓei] untuk kata angka tiga.

Angka Khmer 6 hingga 20

Angka 6 hingga 9 dapat dibentuk dengan menambahkan angka apa pun antara 1 sampai 4 ke angka dasar 5 (ប្រាំ), sehingga 7 secara harfiah dibentuk sebagai 5+2. Selain itu, bahasa Khmer menggunakan basis desimal, sehingga 14 dibentuk sebagai 10+4, bukan 2x5+4, dan 16 dibentuk sebagai 10+5+1.

Dalam bahasa sehari-hari, bilangan majemuk dari sebelas sampai sembilan belas dapat dibentuk dengan menggunakan kata ដណ្ដប់ [dɔnɗɑp] yang diawali dengan bilangan apa saja dari satu sampai sembilan, sehingga 15 dibuat sebagai ប្រាំដណ្ដប់ [pram dɔnɗɑp].

Nilai Angka Khmer Aksara Khmer IPA UNGEGN GD ALA-LC Keterangan
6៦ប្រាំមួយ[prammuəj]brămmuŏybrammuoyprāṃmuay
7៧ប្រាំពីរ[prampiː], [prampɨl]brămpirbrampirprāṃbīr
8៨ប្រាំបី[pramɓəj]brămbeibrambeiprāṃpī
9៩ប្រាំបួន[pramɓuən]brămbuŏnbrambuonprāṃpuan
10១០ដប់[ɗɑp]dábdabṭápOld Chinese *[di̯əp].[7]
11១១ដប់មួយ[ɗɑpmuəj]dábmuŏydabmuoyṭápmuayColloquially មួយដណ្ដប់ muŏydândáb [muəjdɔnɗɑp].
20២០ម្ភៃ[mpʰej], [məpʰɨj], [mpʰɨj]mpheympheymbhaiContraction of [muəj] + [pʰəj] (i.e. one + twenty)

Angka Khmer 30 hingga 90

Angka Khmer modern dari 30 hingga 90 adalah sebagai berikut:

Nilai Angka Khmer Aksara Khmer IPA UNGEGN GD ALA-LC Keterangan
30៣០សាមសិប[saːm.səp]samsĕbsamsebsāmsipBerasal dari Bahasa Thai สามสิบ (samsip)
40៤០សែសិប[sae.səp]sêsĕbsaesebsaesipBerasal dari Bahasa Thai สี่สิบ (si sip)
50៥០ហាសិប[haːsəp]hasĕbhasebhāsipBerasal dari Bahasa Thai ห้าสิบ (hasip)
60៦០ហុកសិប[hok.səp]hŏksĕbhoksebhuksipBerasal dari Bahasa Thai หกสิบ (hoksip)
70៧០ចិតសិប[cət.səp]chĕtsĕbchetsebcitsipBerasal dari Bahasa Thai เจ็ดสิบ (chetsip)
80៨០ប៉ែតសិប[paet.səp]pêtsĕbpaetsebp″aetsipBerasal dari Bahasa Thai แปดสิบ (paetsip)
90៩០កៅសិប[kaw.səp]kausĕbkausebkausipBerasal dari Bahasa Thai เก้าสิบ (kaosip)

Dalam sejarah, bahasa Khmer menggunakan sebutan angka 30 hingga 90 dari varietas bahasa Tiongkok Tengah bagian selatan melalui bahasa Thai yang berdekatan, kemungkinan besar menggunakan bahasa Thai. Hal ini dibuktikan oleh fakta bahwa angka dalam bahasa Khmer paling mirip dengan angka dalam bahasa Thai, dan juga fakta bahwa angka tersebut tidak dapat didekonstruksi dalam bahasa Khmer.[4] Misalnya, សែ [sae] tidak digunakan sendiri untuk berarti "empat" dalam bahasa Khmer dan សិប [səp] tidak digunakan sendiri untuk berarti "sepuluh", sedangkan keduanya digunakan dalam bahasa Thai. Tabel di bawah ini menunjukkan bagaimana kata-kata dalam bahasa Khmer dibandingkan dengan bahasa Thai dan varietas bahasa Tiongkok lainnya.

Perbandingan bahasa
Nilai Bahasa Khmer (Latin) Bahasa Thai daerah Barat Daya Bahasa Thai daerah Utara Varietas bahasa Tiongkok
Bahasa Thai Bahasa Thai Kuno Bahasa Lao Bahasa Zhuang (Tiongkok)[8] Bahasa Yong-Xun Yue/Nanning (Tiongkok)[9] Bahasa Kanton (Tiongkok) Bahasa Teochew (Tiongkok) Bahasa Hokkien (Tiongkok) Bahasa Tionghoa Baku
3 ‒*saːmsamsǎamsãamɬaːm1ɬam41saam1sã1sa1 (sam1)sān
4 ‒*sɐesisàisiiɬi5ɬi55sei3si3si3 (su3)sì
5 ‒*haːhangùahàaha3ŋ̩13ng5ŋou6go2 (ngo2)wǔ
6 ‒*hokhoklòkhókhuk7løk24luk6lak8lak2 (liok8)liù
7 ‒*cətchetjèdjéttɕit7tsʰɐt33cat1tsʰik4chit2qī
8 ‒*pɐətpaetpàedpàetpet7pat33baat3poiʔ4pueh4 (pat4)bā
9 ‒*kawkaojaokâokau3kou33gau2kao2kau4 (kiu2)jiǔ
10 ‒*səpsipjǒngsípɬip7ɕɐp22sap6tsap8tzhap2 (sip8)shí

Kata-kata dalam tanda kurung menunjukkan pelafalan sastra, sementara kata-kata yang didahului tanda bintang hanya muncul dalam konstruksi tertentu dan tidak digunakan untuk angka dasar dari 3 hingga 10.

Sebelum menggunakan sistem desimal dan mengadopsi kata-kata ini, Khmer menggunakan sistem basis 20, sehingga angka yang lebih besar dari 20 dibentuk dengan mengalikan atau menambahkan angka pokok untuk dua puluh. Contoh angka 30 dibentuk sebagai (20×1)+10, dan angka 80 dibentuk sebagai 4×20.

Angka Khmer 100 hingga 10.000.000

Angka standar Khmer yang dimulai dari 100 hingga 10.000.000 adalah sebagai berikut:

Nilai Angka Khmer Aksara Khmer IPA UNGEGN GD ALA-LC Keterangan[10]
100១០០មួយរយ[muəj.rɔːj] ([rɔːj], [mə.rɔːj])muŏy rôymuoy roymuay rayaBerasal dari Bahasa Thai ร้อย (roi).
1,000១,០០០មួយពាន់[muəj.pŏən]muŏy poănmuoy poanmuaya bânBerasal dari Bahasa Thai พัน (phan).
10,000១០,០០០មួយម៉ឺន[muəj.məɨn]muŏy mœnmuoy mueunmuaya mȳnaBerasal dari Bahasa Thai หมื่น (muen).
100,000១០០,០០០មួយសែន[muəj.saen]muŏy sênmuoy saenmuaya saenaBerasal dari Bahasa Thai แสน (saen).
1,000,000១,០០០,០០០មួយលាន[muəj.lien]muŏy léanmuoy leanmuaya lânaBerasal dari Bahasa Thai ล้าน (lan).
10,000,000១០,០០០,០០០មួយកោដិ[muəj.kaot]muŏy kaôdĕmuoy kaotmuaya koṭiBerasal dari bahasa Sanskerta dan Pali: koṭi.

Pengaruh Bahasa Sanskerta dan Pali

Akibat pengaruh sastra yang berkepanjangan dari bahasa Sansekerta dan Bahasa Pali , bahasa Khmer terkadang menggunakan kata-kata serapan untuk berhitung. Secara umum, selain beberapa pengecualian seperti angka 0 dan 100 yang tidak memiliki padanan dalam bahasa Khmer, kata-kata serapan lebih sering terbatas pada teks sastra, agama, dan sejarah daripada digunakan dalam percakapan sehari-hari. Salah satu alasan penurunan angka-angka ini adalah bahwa gerakan nasionalisme Khmer, yang muncul pada tahun 1960-an, berupaya menghapus semua kata yang berasal dari bahasa Sanskerta dan Pali. Khmer Merah juga berupaya membersihkan bahasa tersebut dengan menghapus semua kata yang dianggap tidak benar secara politis.[11]

Nilai Angka Khmer Aksara Khmer IPA UNGEGN GD ALA-LC Keterangan
10១០ទស[tŭəh]tôstosdasaBerasal dari bahasa Sanskerta dan Pali dasa
12១២ទ្វាទស[tviətŭəh], [tviətĕəsaʔ]tvéatôstveatos, tveateaksakdvādasaBerasal dari bahasa Sanskerta dan Pali dvādasa
13 atau 30១៣ atau ៣០ត្រីទស[trəjtŭəh]treitôstreitostrīdasaBerasal dari bahasa Sanskerta dan Pali trayodasa
28២៨អស្តាពីស[ʔahsɗaːpiːsɑː]âsdapisâasdapisa‛astābīsaBerasal dari bahasa Sanskerta aṣṭá- (8) dan vimsati (20)
100១០០សត[sataʔ]sâtâsaktaksataberasal dari bahasa Sanskerta sata

Angka Urut

Angka urut Khmer dibentuk dengan menempatkan aksara kata ទី [tiː] di depan angka pokok.[4][12]

Nilai Angka Khmer Aksara Khmer IPA UNGEGN GD ALA-LC
Pertamaទីមួយ[tiːmuəj]ti muŏyti muoydī muaya
Keduaទីពីរ[tiːpiː], [tiːpɨl]ti pirti pidī bīra
Ketigaទីបី[tiːɓəj]ti bĕiti beidī pī

Angka Angkor

Secara umum diasumsikan bahwa sistem bilangan Angkor dan pra-Angkor juga menggunakan sistem basis ganda (quinquavigesimal), dengan basis 5 dan basis 20 yang digunakan. Tidak seperti sistem bilangan Khmer modern, sistem desimal sangat terbatas, dengan sebutan angka sepuluh dan seratus diambil dari bahasa Tiongkok dan Sanskerta. Sistem bilangan Khmer Angkor juga menggunakan angka Sanskerta untuk mencatat tanggal, terkadang mencampurnya dengan angka asli Khmer, praktik yang masih berlanjut hingga abad terakhir.[13]

Angka untuk dua puluh, empat puluh, dan empat ratus dapat diikuti dengan angka perkalian, dengan digit tambahan yang ditambahkan di akhir, contohnya angka 27 dibangun menjadi dua puluh satu tujuh, atau 20×1+7.

Nilai Angka Khmer Bacaan Eja[4] Catatan
1១mvay
2២vyar
3៣pi
4៤pvan
5៥pram(7 : pramvyar atau pramvyal)
10១០tapBerasal dari bahasa Tiongkok Kuno (di̯əp).[7]
20២០bhai
40៤០plon
80៨០bhai pvanDibaca "empat dua puluh"
100១០០çataDiambil dari bahasa Sansekerta (100, sata).
400៤០០slik

Angka Proto-Khmer

Proto-Khmer adalah nenek moyang hipotetis bahasa Khmer modern yang memiliki berbagai refleksi dari bahasa proto-Mon–Khmer yang diusulkan. Dengan membandingkan jumlah bahasa Khmer dan Khmer Angkor modern dengan jumlah bahasa Mon–Khmer Timur (atau Khmero-Vietik) lainnya seperti Pearic ,Proto-Viet–Muong, Katuic, dan Bahnaric.[14]

Angka Proto-Khmer menggunakan sistem desimal tunggal. Khusus angka 1 sampai 5, angka Proto-Khmer menggunakan bahasa Khmer modern dan bahasa Mon–Khmer, sedangkan angka 6 sampai 9 tidak memiliki sisa-sisa bahasa Khmer modern, dengan angka sepuluh (*kraaj atau *kraay) sesuai dengan angka Khmer modern "seratus". Kemungkinan besar tulisan *k di bagian paling awal yang ditemukan pada angka 6 hingga 10 adalah awalan.

Angka Proto-Khmer dari angka 5 hingga 10 adalah sebagai berikut:

Value Angka Khmer Rekonstruksi[15][16] Catatan
5៥*pram
6៦*krɔɔŋ
7៧*knuul
8៨*ktii
9៩*ksaar
10១០*kraajSesuai dengan sebutan rɔj (angka 100) sekarang.

Referensi

  1. 1 2 Eugene Smith, David; Louis Charles Karpinski (2004). The Hindu–Arabic Numerals. Courier Dover Publications. hlm. 39. ISBN 0-486-43913-5.
  2. ↑ Kumar Sharan, Mahesh (2003). Studies In Sanskrit Inscriptions Of Ancient Cambodia. Abhinav Publications. hlm. 293. ISBN 81-7017-006-0.
  3. ↑ Diller, Anthony (1996). New zeroes and Old Khmer (PDF). Australian National University. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2009-02-20.
  4. 1 2 3 4 Jacob, Judith M.; Smyth, David (1993). Cambodian Linguistics, Literature and History (PDF). Rootledge & University of London School of Oriental and African Studies. hlm. 28–37. ISBN 0-7286-0218-0.
  5. ↑ "Khmer/Cambodian alphabet". Omniglot. 2008. Diakses tanggal 2008-12-18.
  6. ↑ Ehrman, Madeline E.; Kem Sos (1972). Contemporary Cambodian: Grammatical Sketch (PDF). Superintendent of Documents, U.S. Government Printing Office. hlm. 18.
  7. 1 2 Gorgoniev, Yu A. (1961). Khmer language. hlm. 72.
  8. ↑ "Zuojiang Zhuang /South Zhuang". Diakses tanggal 2021-03-08.[pranala nonaktif permanen]
  9. ↑ "Nanning Pinghua". Diakses tanggal 2021-03-08.[pranala nonaktif permanen]
  10. ↑ Jacob (1993). Notes on the numerals and numeral coefficients in Old, Middle, and Modern Khmer (PDF). hlm. 28.
  11. ↑ "Khmer: Introduction". National Virtual Translation Center. 2007. Diarsipkan dari asli tanggal 2008-07-31. Diakses tanggal 2008-12-18.
  12. ↑ "Khmer Cardinal Number". 2003. Diarsipkan dari asli tanggal 2008-09-06. Diakses tanggal 2008-12-18.
  13. ↑ Jacob, Judith M. "Mon–Khmer Studies VI: Sanskrit Loanwords in Pre-Angkorian Khmer" (PDF). School of Oriental and African Studies, University of London. Diakses tanggal 2008-12-10.
  14. ↑ Gvozdanović, Jadranka (1999). Numeral Types and Changes Worldwide. Walter de Gruyter. hlm. 263–265. ISBN 3-11-016113-3.
  15. ↑ Jenner, Phillip N. (1976). "Les noms de nombre en Khmer" [The names of numbers in Khmer]. Linguistics (dalam bahasa Prancis). 14 (174). Mouton Publishers: 48. doi:10.1515/ling.1976.14.174.39. ISSN 1613-396X. S2CID 144078417.
  16. ↑ Fisiak, Jacek (1997). Linguistic Reconstruction. Walter de Gruyter. hlm. 275. ISBN 3-11-014905-2.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan