Kamis, 24 September 2026
12:54 WIB
TERKINI
Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN
Angaur

Angaur

pulau di Palau

60px-Question_book-new.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini tidak memiliki referensi atau sumber tepercaya sehingga isinya tidak bisa dipastikan. Tolong bantu perbaiki artikel ini dengan menambahkan referensi yang layak. Tulisan tanpa sumber dapat dipertanyakan dan dihapus sewaktu-waktu.
Cari sumber: "Angaur"  berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
250px-Angaur_map.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Peta Angaur

Angaur atau Ngeaur adalah sebuah pulau di negara kepulauan Palau. Angaur juga merupakan negara bagian di Palau yang memiliki luas 8 km² (3 mil²). Sebanyak 188 jiwa tinggal di pulau ini (sensus 2002). Ibu kotanya adalah desa Ngeremasch di sisi barat pulau.

Dari tahun 1909 sampai dengan tahun 1954, pertambangan Fosfat berlangsung di Anguar, awalnya dioperasikan oleh Jerman, kemudian Jepang, dan akhirnya oleh Amerika. Angaur adalah tempat pertempuran Perang Dunia II, peninggalan perang Amerika dan Jepang banyak tersebar di seluruh pulau. Angaur adalah satu-satunya tempat di Mikronesia yang memiliki monyet liar, mereka adalah keturunan dari kera yang melarikan diri selama masa pendudukan Jerman. Oleh karena itu, pulau ini disebut juga sebagai Pulau Monyet.

Pulau Angaur terletak di barat daya dari Peleliu, dan terkenal sebagai lokasi yang baik untuk berselancar. Akses menuju Angaur biasanya melalui jalur laut atau udara yakni dengan kapal dan pesawat kecil. Dari tahun 1945 sampai dengan tahun 1978, US Coast Guard mengoperasikan stasiun pemancar LORAN, LORSTA Palau, sebagai bagian dari sistem navigasi LORAN di seluruh dunia. Sisi timur pulau ini kebanyakan berpasir dengan berbatu, sementara sisi barat pulau memiliki laguna kecil dengan pelabuhan kecil untuk nelayan dan transportasi. Menurut Factbook CIA, bahasa resmi di sini adalah Jepang, Inggris, dan "Angaur". Angaur adalah satu-satunya tempat di luar Jepang di mana bahasa Jepang adalah bahasa resmi.

Lihat juga


Palau

Artikel bertopik geografi atau tempat Palau ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan