Senin, 02 November 2026
18:49 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare

Anemia mikrositik

Bagikan:
Anemia mikrositik
SpesialisasiHematologi Sunting ini di Wikidata

Anemia mikrositik adalah jenis anemia yang ditandai dengan mengecilnya sel darah merah. Secara definisi, penyakit ini ditandai dengan volume rata-rata sel darah merah (mean corpuscular volume, MCV) lebih kecil dari 80 femtoliter (fL), di bawah ukuran normal yaitu 80–100 mL.[1] Penyebabnya ada bermacam-macam, yang paling umum adalah kekurangan zat besi.[2] Sebab lain di antaranya adalah infeksi dan keracunan timbal.[3] Menurut penelitian Departemen Kesehatan Republik Indonesia pada 2007, anemia mikrositik hipokromik adalah jenis anemia yang paling banyak ditemui di Indonesia.[1]

Lihat pula

Referensi

  1. 1 2 Moesijanti Soekarti,Sunita (23 Agustus 2013). Gizi Seimbang dalam Daur Kehidupan. Gramedia Pustaka Utama. hlm. 118. ISBN 978-979-22-7581-0.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Iolascon A, De Falco L, Beaumont C (Januari 2009). "Molecular basis of inherited microcytic anemia due to defects in iron acquisition or heme synthesis". Haematologica. 94 (3): 395–408. doi:10.3324/haematol.13619. PMC 2649346. PMID 19181781.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ Mohlan H. Delp (1986). Major Diagnosis Fisik. EGC. hlm. 480–481. ISBN 978-979-448-000-7.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan