Rabu, 30 September 2026
19:44 WIB
TERKINI
Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Kekacauan Komunikasi Fatal: KNKT Ungkap Penyebab Tabrakan Maut KA di Bekasi Berita Terkuak Pemilik Miras dan Barang Mewah di Lapas Cibinong, 5 Pejabat Dinonaktifkan Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Misteri Kematian Dua Pemuda di Lembang, Saksi Kunci Mulai Membaik Lampung Tengah Tragedi KM Virgo Renggut Feris, Dua Anak Kehilangan Tulang Punggung Keluarga Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Kekacauan Komunikasi Fatal: KNKT Ungkap Penyebab Tabrakan Maut KA di Bekasi Berita Terkuak Pemilik Miras dan Barang Mewah di Lapas Cibinong, 5 Pejabat Dinonaktifkan Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Misteri Kematian Dua Pemuda di Lembang, Saksi Kunci Mulai Membaik Lampung Tengah Tragedi KM Virgo Renggut Feris, Dua Anak Kehilangan Tulang Punggung Keluarga Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh
Andy Yentriyani

Andy Yentriyani

Bagikan:
Andy Yentriyani
250px-Andy_Yentriyani_close-up_1.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Informasi pribadi
Lahir24 Januari 1977 (umur 49)
Pontianak, Indonesia

Andy Yentriyani (lahir 24 Januari 1977) adalah ketua Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) pada periode tahun 2020-2025. Sebelumnya ia adalah salah satu komisioner pada periode 2010-2014.[1] Ia meraih gelar sarjana di jurusan Ilmu Hubungan Internasional, Universitas Indonesia dan meraih gelar master dalam bidang Media dan Komunikasi di University of London. Memulai keterlibatannya di Komnas Perempuan sejak tahun 2000 dalam mencegah dan menghapuskan kekerasan terhadap perempuan. Setelah 10 tahun kemudian, ia dipercaya untuk menjalani tugas sebagai salah satu komisioner Komnas Perempuan pada periode tahun 2010-2014.[1]

Awal kehidupan

Andy yang tinggal di Pontianak menyaksikan banyak teman-teman perempuannya yang beretnis Tionghoa harus pasrah dinikahkan dengan warga Taiwan dan menetap di sana. Melalui pernikahan transnasional tersebut, sebagian besar berujung ke kasus perdagangan manusia. Pada tragedi Mei 1998, kekerasan seksual menjadi salah satu masalah yang sangat genting, Andy prihatin melihat teman-teman perempuannya mempunyai pengalaman spesifik menjadi korban kekerasan dalam situasi-situasi konflik,[1][2]

Advokasi

Setelah purna tugas sebagai komisioner Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan), Andy mengembangkan advokasi untuk memastikan pemenuhan hak-hak perempuan dan HAM dengan memimpin lembaga Suar Asa Khatulistiwa yang bergerak di bidang penelitian dan pendidikan publik, termasuk melalui pengembangan pendidikan usia dini.[2] Di tingkat nasional, kerja ini ia lakukan melalui fungsi sebagai pembina dan pengawas di sejumlah lembaga, dan dalam fungsi sebagai konsultan independen untuk kegiatan-kegiatan adhoc dari lembaga-lembaga yang sevisi. Ia juga mengetuai sebuah perkumpulan Lingkar Bestari yang berfokus pada pengembangan pengetahuan melalui kajian strategis dan eksplorasi media kreatif untuk penyebarluasan pengetahuan. Di tingkat regional, saat ini Andy menjadi koordinator untuk sebuah aliansi perempuan di Asia Pasifik yang berfokus pada isu keamanan dan perdamaian (Asia Pacific Women’s Alliance on Peace and Security). Sejak 2006, Andy juga turut mengampu kuliah Gender dalam Hubungan Internasional di Jurusan Hubungan Internasional, FISIP, Universitas Indonesia.

Karya

  • Buku "Politik Perdagangan Perempuan" (2004)[3]
  • Artikel Overview of 8 Years Implementation of Anti Domestic Violence Law in Indonesia: Its Success and Challenges, (German ed.); Gewalt gegen Frauen in Südostasien und China, Regiospectra Verlag Berlin; Auflage
  • Artikel "Pursue Luck or Ill Fate? Trafficking in Women through Indonesia-Taiwan Transnational Marriages in the World Systems Framework, "Indonesian Women in a Changing Society", The Asian Center for Women's Studies (ACWS), South Korea
  • Napak Reformasi (2014)[4]

Referensi

  1. 1 2 3 "Dedikasikan Diri untuk Perempuan Korban Kekerasan". beritasatu.com. Diakses tanggal 2016-12-08.
  2. 1 2 http://www.thejakartapost.com/news/2014/05/20/andy-yentriyani-restless-fighter-gutsy-defender.html|title=Andy[pranala nonaktif permanen] Yentriyani: Restless Fighter gutsy defender|last=Post|first=The Jakarta|newspaper=The Jakarta Post|access-date=2016-12-08}}
  3. ↑ Google Books: Politik Perdagangan Perempuan
  4. ↑ "Salinan arsip". Diarsipkan dari asli tanggal 2017-06-30. Diakses tanggal 2017-09-28.


20px-Soekarno.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Artikel bertopik biografi Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan