Andrej Hlinka | |
|---|---|
Hlinka in 1937 | |
| Gelar | Papal chamberlain, protonotary apostolic |
| Kehidupan pribadi | |
| Lahir | (1864-09-27)27 September 1864 Csernova, Rózsahegy, Kingdom of Hungary, Austrian Empire |
| Meninggal | 16 Agustus 1938(1938-08-16) (umur 73) Ružomberok, Czechoslovakia |
| Partai politik | Catholic People's Party (until 1901) Slovak National Party Slovak People's Party (1914–1938) |
| Kehidupan religius | |
| Agama | Catholic |
| Institut | St. Vojtech Fellowship |
Andrej Hlinka (1864–1938) merupakan seorang imam Katolik Roma, negarawan, dan aktivis politik asal Slovakia. Ia tercatat sebagai salah satu tokoh publik paling berpengaruh di Cekoslowakia pada era antarperang.[1] Dalam karier politik dan keagamaannya, Hlinka memimpin Partai Rakyat Slovakia (HSLS), menjabat sebagai anggota Majelis Nasional Cekoslowakia, serta mengetuai lembaga penerbitan keagamaan Persekutuan St. Vojtech (Spolok svätého Vojtecha). Di lingkungan Gereja Katolik, ia dianugerahi gelar kehormatan sebagai Bendahara Kepausan (Papal Chamberlain) dan Protonotaris Kepausan.[2]
Kehidupan
Hlinka lahir di Černová (kini bagian dari Ružomberok), Liptov, yang saat itu berada di bawah yurisdiksi Kerajaan Hongaria. Setelah menyelesaikan pendidikan teologi di Spišská Kapitula, ia ditahbiskan menjadi imam Katolik pada tahun 1889. Selama masa pelayanannya, Hlinka aktif dalam gerakan pemberdayaan sosial masyarakat paroki melalui edukasi, kampanye penanggulangan alkoholisme, serta penyelenggaraan kegiatan kebudayaan dan ceramah pendidikan. Guna meningkatkan kesejahteraan ekonomi warga sipil, ia memprakarsai pembentukan lembaga kredit mikro dan bank pangan, serta menyusun buku panduan panduan pendirian organisasi sosial serupa.[2]
Secara ideologis, Hlinka merupakan penganut konservatisme Katolik yang gigih menentang arus sekularisasi, liberalisme ekonomi, serta liberalisme politik yang berkembang di Kerajaan Hongaria pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20. Kesamaan pandangan ini awalnya mendorong Hlinka untuk bergabung dengan Partai Rakyat Katolik (Néppárt) bentukan Pangeran Aladár Zichy.[1] Namun, karena partai tersebut dinilai mengabaikan aspirasi dan hak-hak bangsa Slovakia, Hlinka memilih mengundurkan diri. Bersama František Skyčák, ia kemudian memprakarsai pendirian Partai Rakyat Slovakia (Slovenská ľudová strana) guna memperjuangkan kepentingan etnis Slovakia.[3]

Menjelang akhir hayatnya, Hlinka lebih berperan sebagai tokoh simbolis bagi partainya dibanding sebagai penentu kebijakan aktif. Pada era 1930-an, Partai Rakyat Slovakia secara bertahap mengadopsi haluan politik yang cenderung otoriter. Hlinka sendiri mengekspresikan simpati terhadap rezim klerikal-otoriter seperti yang diterapkan oleh António de Oliveira Salazar di Portugal dan Engelbert Dollfuss di Austria. Di era yang sama, internal partai terbagi menjadi dua faksi utama: kelompok konservatif yang dipimpin oleh imam Katolik Jozef Tiso dan kelompok radikal yang didominasi oleh kader muda. Demi menjaga kesatuan partai, Hlinka menerapkan strategi taktis dengan memberikan dukungan secara bergantian kepada kedua faksi tersebut. Dalam ranah kebijakan luar negeri bidang yang kurang ia kuasai Hlinka menjalin kerja sama politik dengan tokoh-tokoh oposisi minoritas seperti Konrad Henlein dan János Esterházy.[4]Pada 5 Juni 1938, Hlinka menyampaikan pidato dalam unjuk rasa di Bratislava guna menyuarakan kembali tuntutan otonomi bagi Slovakia. Meskipun kondisi kesehatannya kian memburuk akibat komplikasi kanker ginjal stadium lanjut, ia tetap memberikan pidato publik terakhirnya terkait isu otonomi tersebut pada 7 Agustus 1938, sebelum wafat pada 16 Agustus 1938. Wafatnya Hlinka memicu duka nasional di seluruh Slovakia. Gagasan otonomi yang diperjuangkannya baru terealisasi tak lama setelah penandatanganan Perjanjian Munich. Menyusul aneksasi Sudetenland oleh Jerman dan ancaman klaim teritorial dari Hongaria, Partai Rakyat Slovakia (HSLS) memanfaatkan krisis politik Cekoslowakia untuk memproklamasikan otonomi Slovakia pada 6 Oktober 1938. Adapun kedaulatan penuh Slovakia baru terwujud secara historis pascabubarnya Uni Soviet melalui pembentukan Republik Slovakia modern pada 1 Januari 1993.[5]
Referensi
- 1 2 "Kňazi pochádzajúci z farnosti – Farnosť Černová" (dalam bahasa Slovak). Diakses tanggal 2026-09-27.
- 1 2 "Andrej Hlinka je považovaný za jedného z najvýznamnejších politikov". dobrenoviny.sk (dalam bahasa Slovak). September 27, 2014. Diakses tanggal November 21, 2025.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Teraz.sk (2024-09-27). "Pred 160 rokmi sa narodil Andrej Hlinka, kňaz a autonomista". TERAZ.sk (dalam bahasa Slovak). Diakses tanggal 2026-09-27.
- ↑ Krajčovičová 2004. sfn error: tanpa target: CITEREFKrajčovičová2004 (bantuan)
- ↑ Gazda, Imrich (2018-08-16). "Tak zomieral Andrej Hlinka". rkmagazin.sk (dalam bahasa Slovak). Diakses tanggal 2026-09-27.