Selasa, 03 November 2026
18:57 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
André Caplet

André Caplet

Bagikan:
Infobox orangAndré Caplet
250px-Andr%C3%A9_Caplet%2C_by_Elmer_Chickering.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
(1910) Suntingan nilai di Wikidata
Biografi
Kelahiran(fr) André Léon Caplet Suntingan nilai di Wikidata
23 November 1878 Suntingan nilai di Wikidata
Rue Robert de la Villehervé Suntingan nilai di Wikidata
Kematian22 April 1925 Suntingan nilai di Wikidata (46 tahun)
boulevard d'Inkermann Suntingan nilai di Wikidata
Tempat pemakamanPemakaman Montmartre Suntingan nilai di Wikidata
Data pribadi
PendidikanConservatoire de Paris Suntingan nilai di Wikidata
Tinggi1,79 m Suntingan nilai di Wikidata
Warna mataAbu-abu Suntingan nilai di Wikidata
Warna rambutRambut pirang Suntingan nilai di Wikidata
Kegiatan
Pekerjaandirigen,penggubah lagu Suntingan nilai di Wikidata
AliranMusik klasik Suntingan nilai di Wikidata
Murid dariPaul Vidal, Xavier Leroux dan Charles Lenepveu Suntingan nilai di Wikidata
KonflikPerang Dunia I Suntingan nilai di Wikidata
Keluarga
KekasihIsadora Duncan Suntingan nilai di Wikidata
Penghargaan
Musicbrainz: 698d6fa5-003a-46d3-af1c-12298f4ef94a Songkick: 459842 Discogs: 1176918 IMSLP: Category:Caplet,_André Allmusic: mn0001265296 Find a Grave: 22519877 Modifica els identificadors a Wikidata

André Caplet (lahir 23 November 1878–meninggal 22 April 1925) adalah komponis, dan dirigen Prancis abad 19 atau awal abad 20, yang saat ini dikenang karena perannya di orkestra yang disebut Claude Debussy.[1]

Hidup dan Karya

Andre Caplet mendapat pendidikan konservatorium di Paris.[1] Lagu-lagu ciptaanya mengandung keindahan puisi yang menakjubkan dan orisinalitas yang jarang terdapat tandingannya.[1] Caplet merupakan komponis yang menciptakan karyanya dengan kombinasi instrument yang unik.[1] Di antaranya terdapat sebuah legenda sebuah legenda untuk permainan harpa dan orkes, sebuah septet untuk suara wanita dengan orkes gesek, sebuah sonata untuk vocal, cello dan piano, dll.[1] Andre caplet tidak pernah bekerja sebagai seorang pemain organ, tetapi ia adalah komponis paling orisinal dalam music religi masa perempatan abad 20.[2] Ia adalah pemenang Prix de rome tahun 1901 (mengalahkan Ravel menjadi juara ke 2), rancangannya tentang teks religi tradisional memasukkan paduan dari tiga lagu yang berjudul Les Prieres tahun 1914-1917, yang terdiri dari The Lord’s Prayer, kemudian The Hail Mary, dan berikutnya adalah the Creed.[2] Karya standardnya adalah Le Miroir do Jesus, sebuah lagu untuk dinyanyikan baiko dnegan vokal solo, paduan suara maupun orkes, yang dewasa ini sering dimainkan.[2] Lagu-lagu karangannya juga merupakan musik yang tetap masih mempesonakan.[1]

Rujukan

  1. 1 2 3 4 5 6 (Indonesia)Hassan Shadily & Redaksi Ensiklopedi Indonesia (Red & Peny)., Ensiklopedi Indonesia Jilid 1. Jakarta: Ichtiar Baru-van Hoeve, hal. 585
  2. 1 2 3 (Inggris)Richard Langham Smith, Caroline Potter., French Music since Berlioz. Burlington: Ashgate Publishing, Ltd., 2006, hal. 178
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan