Andi Burhanuddin Unru | |
|---|---|
| Bupati Wajoke-11 | |
| Masa jabatan 8 Februari 2009 –8 Februari 2019 | |
| Presiden | Susilo Bambang Yudhoyono |
| Gubernur | Syahrul Yasin Limpo Soni Sumarsono (Penjabat) Nurdin Abdullah |
| Wakil | Amran Mahmud (2009—2014) Andi Syahrir Kube Dauda (2014-2019) |
| Pendahulu | Andi Asmidin |
| Pengganti | Amran Mahmud |
| Informasi pribadi | |
| Lahir | (1949-12-21)21 Desember 1949 |
| Meninggal | 29 November 2020 |
| Partai politik | Golkar |
| Suami/istri | Hj. Andi Faikah Burhanuddin |
| Hubungan | Baso Rahmanuddin Makkaraka (menantu) |
| Anak | 3 |
| Orang tua |
|
| Almamater | Akademi Pemerintahan Dalam Negeri Universitas Hasanuddin (Sospol) Universitas Muslim Indonesia (M.M) |
| Profesi | Politikus • Birokrat |
Andi Burhanuddin Unru (21 Desember 1949 – 29 November 2020) merupakan seorang politikus dan birokrasi, dan pernah menjabat sebagai Bupati Wajo selama dua periode, 2009–2014 dan 2014–2019.[1]
Sebelumnya, burhanuddin pernah menjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Wajo pada 2004-2009. Sebelum akhirnya mencalonkan diri sebagai Bupati Wajo.[1][2]
Kehidupan Awal
Andi Burhanuddin Unru lahir di Desa Padaelo, Sajoanging, Wajo, Sulawesi Selatan pada tahun 21 Desember 1949. Ia lahir di keluarga Prajurit. Bapaknya bernama Andi Unru yang merupakan seorang Bupati Wajo 1976-1978.[3]
Pendidikan
Burhanuddin Unru menempuh pendidikan dasar di SD Negeri 3 Sengkang dan menyelesaikannya pada 1962. Ia kemudian melanjutkan pendidikan di SMP Negeri Sengkang dan lulus pada 1965, kemudian SMA Negeri 1 Sengkang hingga 1968.
Setelah pendidikan menengah, ia melanjutkan pendidikan di Akademi Pemerintahan Dalam Negeri (APDN) Makassar dan menyelesaikannya pada 1975. Ia kemudian menempuh pendidikan sarjana pada bidang Ilmu Sosial dan Politik di Universitas Hasanuddin dan menyelesaikannya pada 1987. Selanjutnya, ia melanjutkan pendidikan magister pada program Magister Manajemen di Universitas Muslim Indonesia.[4][1]
Riwayat organisasi
Burhanuddin Unru aktif dalam berbagai organisasi sejak masa sekolah hingga terlibat dalam organisasi kemasyarakatan dan politik. Pada 1968, ia tercatat sebagai Ketua OSIS SMA Negeri 1 Sengkang. Selanjutnya, ia aktif dalam sejumlah organisasi mahasiswa di Universitas Hasanuddin. Pada 1970, ia menjabat sebagai Ketua HMI Komisariat Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin dan pada 1971 sebagai Wakil Ketua Senat Mahasiswa Fakultas Pertanian Unhas. Pada 1972, ia menjadi pengurus Dewan Mahasiswa Universitas Hasanuddin, kemudian menjabat sebagai Ketua HIPERMAWA Pusat pada 1973.
Di Kabupaten Wajo, Burhanuddin aktif dalam berbagai organisasi kemasyarakatan dan kepemudaan. Ia tercatat sebagai Ketua FKPPI Kabupaten Wajo pada 1988 serta Dewan Penasihat KNPI Kabupaten Wajo sejak 1989. Pada bidang olahraga, ia pernah menjabat sebagai Ketua KONI Kabupaten Wajo dan Ketua ISSI Kabupaten Wajo pada 1997, serta Ketua PSSI Cabang Wajo pada 1998. Pada tahun yang sama, ia juga tercatat sebagai pengurus FAPPI Sulawesi Selatan.
Pada awal 2000-an, ia terlibat dalam sejumlah organisasi kemasyarakatan dan keagamaan. Ia menjadi Dewan Pertimbangan ICMI Kabupaten Wajo pada 2001 dan Dewan Pertimbangan As'adiyah Kabupaten Wajo sejak 2002. Pada 2004, ia menjabat sebagai Ketua KORPRI Kabupaten Wajo. Ia kemudian menjadi Dewan Penasihat KPPSI Kabupaten Wajo pada 2005 dan Dewan Pertimbangan KAHMI Kabupaten Wajo pada 2006.
Pada 2009, Burhanuddin menjabat sebagai Ketua Majelis Pembimbing Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Wajo serta Ketua Dewan Pertimbangan DPC Kosgoro Kabupaten Wajo. Dalam bidang politik, ia menjabat sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Wajo mulai 2010 sampai 2020. Pada 2012, ia menjadi Ketua Dewan Pertimbangan DPC MKGR Kabupaten Wajo. Ia juga menjabat sebagai Ketua DPD APCI Sulawesi Selatan untuk periode 2013–2018.[1][2]
Karir
Burhanuddin Unru memulai kariernya di lingkungan pemerintahan Kabupaten Wajo. Pada 1977, ia menjabat sebagai Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Sekretariat Daerah Kabupaten Wajo dan Camat Maniangpajo. Pada 1978, ia dipercaya sebagai Camat Pammana dan kemudian Camat Takkalalla. Ia selanjutnya menjabat sebagai Camat Tempe pada 1988.
Pada 1992, Burhanuddin menjabat sebagai Kepala Dinas Tata Kota Kabupaten Wajo. Selanjutnya, pada 1999 ia menjabat sebagai Kepala Tata Praja Sekretariat Wilayah Daerah (Setwilda) Wajo. Pada 2001, ia dipercaya sebagai Asisten Bidang Pemerintahan Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Wajo.
Pada 2004, ia menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Daerah Kabupaten Wajo dan kemudian menjadi Sekretaris Daerah Kabupaten Wajo pada tahun yang sama.
Pada 2008, Burhanuddin Unru mencalonkan diri sebagai Bupati Wajo dengan mendampingi Amran Mahmud sebagai calon Wakil Bupati. Pasangan tersebut terpilih menjadi Bupati dan Wakil Bupati Wajo periode 2009–2014. Pada 2013, Burhanuddin Unru kembali mencalonkan diri sebagai Bupati Wajo dengan mendampingi Andi Syahrir Kube Dauda. Pasangan tersebut terpilih menjadi Bupati dan Wakil Bupati Wajo periode 2014–2019.[1][5]
Wafat
Andi Burhanuddin Unru meninggal dunia pada 29 November 2020 di Rumah Sakit Siloam Makassar pada usia 70 tahun. Ia meninggal sekitar pukul 12.00 WITA setelah menjalani perawatan di ruang ICU selama tiga hari akibat gangguan pernapasan.[6][7]
Kehidupan pribadi
Andi Burhanuddin Unru menikah dengan Hj. Andi Faikah Burhanuddin. mereka dikaruniai delapan orang anak. Baso Rahmanuddin Makkaraka merupakan menantu beliau.[2][8]
Referensi
- 1 2 3 4 5 "Profil Andi Burhanuddin Unru". mediacenterasyik (dalam bahasa Inggris). 2013-07-11. Diakses tanggal 2026-08-26.
- 1 2 3 Accher (2012-04-30). "Profil Bupati Wajo (Drs. H. ANDI BURHANUDDIN UNRU, M.M)". Blog Pribadi Accher. Diakses tanggal 2026-08-26.
- ↑ "Kisah Inspiratif Bupati Wajo, Didikan Prajurit Tentara". Tribun-timur.com. Diakses tanggal 2026-08-26.
- ↑ Makalah, Referensi. "Riwayat Hidup Drs. H. Andi Burhanuddin Unru, MM, Bupati Wajo Dua Periode". Referensi Makalah. Diakses tanggal 2026-08-26.
- ↑ Agency, ANTARA News (2014-02-10). "Gubernur Lantik Bupati dan Wakil Bupati Wajo". Antara News Makassar. Diakses tanggal 2026-08-26.
- ↑ Heri (2020-11-29). "Burhanuddin Unru Tutup Usia, Taufan Pawe: Beliau Kader dan Sahabat Terbaik". Beritasulsel.com. Diakses tanggal 2026-08-26.
- ↑ "Mantan Bupati Wajo Burhanuddin Unru Meninggal Dunia akibat Sesak Napas | iNews Portal". iNews.ID. Diakses tanggal 2026-08-26.
- ↑ "Anak dan Menantu Bupati Wajo Incar Demokrat di Pilkada". Tribun-timur.com. Diakses tanggal 2026-08-26.