Minggu, 11 Oktober 2026
20:07 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka

Andi-andi

seni suara tradisional dari Kalimantan

Bagikan:

Andi-andi adalah seni suara tradisional yang berasal dari Kalimantan Selatan,[1][2] tepatnya di Kabupaten Tapin, Kampung Karang, Pandahan. Kesenian ini hanya melibatkan para penyanyi wanita dan tidak diiringi alat musik dalam penampilannya.[3]

Penyajian

Nyanyian ini berbentuk pantun berbait banyak, saling berkaitan secara berkesinambungan, sehingga satu pertunjukan bisa berlangsung hingga dua jam atau lebih. Semua bait tidak pernah ditulis, melainkan dihafal oleh penyanyinya.[3][1]

Dalam penyajiannya, tidak ada instrumen musik yang digunakan. Nyanyian hanya dilantunkan pada siang hari, bukan di panggung atau rumah, melainkan di tengah sawah saat musim panen padi.[3]

Isi

Andi-andi menggunakan nyanyian yang berkisah tentang kehidupan para raja di Kalimantan pada zaman dahulu kala. Pada masa lalu, Andi-Andi memiliki hubungan erat dengan kehidupan rakyat, khususnya petani.[3]

Rujukan

  1. 1 2 "Rakhmadi, Pewaris Seni Banjar "ba Andi-andi"". antarakalsel.com. 31 Oktober 2014. Diakses tanggal 2 April 2016.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ "BUDAYA DI KALIMANTAN SELATAN". academia.edu (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2 April 2016.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. 1 2 3 4 ENSIKLOPEDI MUSIK INDONESIA SERI A:E (PDF). Jakarta: PROYEK PENELITIAN DAN PENCATATAN KEBUDAYAAN DAERAH. 1980.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)


Ikon rintisan

Artikel bertopik seni ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

40px-Wiki_letter_w.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini tidak memiliki konten kategori. Bantulah dengan menambah kategori yang sesuai sehingga artikel ini terkategori dengan artikel lain yang sejenis.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan