Selasa, 27 Oktober 2026
11:22 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung

Anas bin Nadhar

Bagikan:
Artikel ini membutuhkan lebih banyak rujukan. Mohon bantu kami mengembangkan artikel ini dengan cara menambahkan rujukan ke sumber tepercaya. Pernyataan tak bersumber bisa saja dipertentangkan dan dihapus.
Cari sumber: "Anas bin Nadhar" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
(Januari 2026)

Anas bin Naḍhar (bahasa Arab:أنس بن النضر) atau Anas bin al-Nadhar adalah salah satu sahabat Nabi Muhammad. Ia berasal dari suku Bani Khazraj dari suku Anshar dan merupakan paman Anas bin Malik.[1]

Ia tidak dapat ikut serta dalam Perang Badar dan merasa sedih karenanya, sehingga ia berkata kepada Muhammad:

"Wahai Rasulullah! Aku tidak hadir dalam pertempuran pertama yang engkau lakukan melawan orang-orang kafir. (Demi Allah) jika Allah memberiku kesempatan untuk melawan orang-orang kafir, tidak diragukan lagi. Allah akan melihat seberapa (berani) aku akan berperang". — Sahih al-Bukhari, Kitab al-Jihad, 2805 dan 2806

Ia berperang melawan kaum musyrik dalam Perang Uhud. Dalam Sirah Ibnu Hisyam disebutkan bahwa dalam peperangan tersebut, kaum musyrik mengatakan bahwa Muhammad telah meninggal, ia bertemu dengan para sahabat yang telah berhenti berperang dan ia menyuruh mereka untuk berdiri dan siap mati untuk Muhammad yang telah meninggal, dan kemudian ia menjadi syahid. kaum muslim terdesak sehingga banyak di antara mereka yang mundur meninggalkan medan Perang Uhud, Anas bin al-Nadhar berkata "Apa yang kalian tunggu?" Mereka menjawab, "Rasulullah terbunuh."[2]

"Apa yang kalian perbuat dengan kehidupan sepeninggalannya? Bangkitlah dan matilah seperti matinya Rasulullah," lalu ia berdoa,"Ya Allah, aku memohon ampunan kepada-Mu atas apa yang dilakukan para sahabatku dan aku membebaskan diri kepada-Mu dari kaum musyrik."[1] Ketika berpapasan dengan Sa‘ad ibn Muadz, Anas berkata, "Wahai Sa‘ad ibn Muadz, demi Allah yang menciptakan al-Nadhar, aku sungguh mencium harumnya surga dari bawah bukit Uhud."[2]

Mayatnya ditemukan dengan lebih dari delapan puluh luka akibat pedang dan anak panah. Hanya saudara perempuannya yang dapat mengenali jasadnya dari jari-jarinya.[1]

Referansi

  1. 1 2 3 Muhammad Raji Hassan, Kinas (2012). Ensiklopedia Biografi Sahabat Nabi. Jakarta: Penerbit Zaman. ISBN 978-979-024-295-1
  2. 1 2 Syaikh, Shafiyyurrahman Al-Mubarakfuri (2012). Sirah Nabawiyah. Jakarta: Pustaka Al-Kautsar. ISBN 978-602-98968-3-1
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan