Rabu, 04 November 2026
02:11 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Anarkisme-Kolektif

Anarkisme-Kolektif

Bagikan:
250px-Bakunin_speaking.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Anarkisme kolektif juga disebut kolektivisme anarkis dan anarko kolektivisme adalah mazhab anarkis yang menganjurkan penghapusan negara dan kepemilikan swasta atas alat produksi. Sebaliknya, Konsep ini membayangkan kepemilihan kolektif atas alat-alat produksi dan hak pekerja atas hasil kerja mereka sendiri, yang akan dipinjam oleh fakta masyarakat antar individu dan kolektif.

Anarkisme-kolektif,[1] juga disebut kolektivisme anarkis[2] dan anarko-kolektivisme,[3] adalah mazhab anarkis yang menganjurkan penghapusan negara dan kepemilikan swasta atas alat produksi. Sebaliknya, konsep ini membayangkan kepemilikan kolektif atas alat-alat produksi dan hak pekerja atas hasil kerja mereka sendiri,[4] yang akan dijamin oleh pakta masyarakat antara individu dan kolektif. [5] Kaum kolektivis menganggap serikat buruh sebagai sarana untuk mewujudkan kolektivisme melalui revolusi sosial, di mana mereka akan menjadi inti masyarakat pasca-kapitalis.[6]

Kecenderungan ini awalnya dipahami sebagai sintesis kesetaraan sosial dan kebebasan, oleh sosialis revolusioner Rusia Mikhail Bakunin.[7] Hal ini umumnya dikaitkan dengan bagian anti-otoriter dari Asosiasi Pekerja Internasional dan gerakan anarkis Spanyol awal, yang dengannya mereka terus mempunyai pengaruh yang kuat hingga akhir abad ke-19. Akhirnya, kecenderungan dominan anarkisme digantikan oleh anarko-komunisme, yang menganjurkan penghapusan upah dan distribusi sumber daya "Dari masing-masing sesuai kemampuannya, untuk masing-masing sesuai kebutuhannya".

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Avrich, Paul (1995) [2005]. Anarchist Voices: An Oral History of Anarchism in America. AK Press. p. 3. "All in all a wide range of views is represented: individualist anarchism, mutualist anarchism, collectivist anarchism, communist anarchism, and syndicalist anarchism, to mention only the most conspicuous." ISBN978-1904859277.
  2. ↑ Kropotkin, Peter. (1905) [1987]. Anarchism and Anarchist Communism. Freedom Press. p. 19.
  3. ↑ Buckley, A. M. (2011). Anarchism. Essential Library. p. 97. "Collectivist anarchism, also called anarcho-collectivism, arose after mutualism." ISBN978-1617147883.
  4. ↑ Esenwein 1989, hlm. 104–105 sfnm error: tanpa target: CITEREFEsenwein1989 (bantuan); Martin 1990, hlm. 75–76 sfnm error: tanpa target: CITEREFMartin1990 (bantuan).
  5. ↑ Esenwein 1989, hlm. 104–105. sfn error: tanpa target: CITEREFEsenwein1989 (bantuan)
  6. ↑ Esenwein 1989, hlm. 106. sfn error: tanpa target: CITEREFEsenwein1989 (bantuan)
  7. ↑ Morris 1993, hlm. 115. sfn error: tanpa target: CITEREFMorris1993 (bantuan)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan