Minggu, 27 September 2026
10:11 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG
Anaplasma

Anaplasma

genus bakteri

Anaplasma
250px-Anaplasma-centrale-cattle-blood-Giemsa-stain.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Anaplasma centrale pada apusan darah tepi ternak yang diwarnai dengan Giemsa
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Domain: Bacteria
Kerajaan: Pseudomonadati
Filum: Pseudomonadota
Kelas: Alphaproteobacteria
Subkelas: "Rickettsidae"
Ordo: Rickettsiales
Famili: Ehrlichiaceae
Genus: Anaplasma
Theiler 1910[1]
Spesies tipe
Anaplasma marginale[1]
Spesies

A. bovis[1]
A. caudatum[1]
A. centrale[1]
A. marginale[1]
A. ovis[1]
A. phagocytophilum[1]
A. platys[1]

Artikel takson sembarang

Anaplasma adalah genus bakteri dalam famili Anaplasmataceae (dulu Ehrlichiaceae)[2][3] dan ordo Rickettsiales. Spesies-spesies Anaplasma tergolong bakteri Gram-negatif, hidup di dalam sel darah merah inangnya, dan mengakibatkan penyakit yang disebut anaplasmosis. Penyakit ini paling sering terjadi di daerah-daerah yang terdapat vektor alami yang kompeten, termasuk di daerah tropis dan subtropis.[4]

Selain gigitan vektor kutu dan lalat, beberapa spesies Anaplasma juga bisa ditularkan secara iatrogenik melalui peralatan yang terkontaminasi darah. Salah satu dampak utama dari infeksi Anaplasma marginale pada sel darah merah sapi adalah berkembangnya anemia nonhemolitik sehingga ketiadaan hemoglobinurea memungkinkan diferensiasi klinis anaplasmosis dari penyakit-penyakit bawaan kutu lainnya, seperti babesiosis sapi yang disebabkan oleh Babesia bigemina.

Spesies penting

Spesies yang penting dalam kedokteran dan kedokteran hewan di antaranya[5]

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Parte, A.C. "Anaplasma". LPSN.
  2. ↑ Dumler, J.S.; Barbet, A F; Bekker, C.P.; Dasch, G.A.; Palmer, G.H.; Ray, S.C.; Rikihisa, Y.; Rurangirwa, F.R. (2001). "Reorganization of genera in the families Rickettsiaceae and Anaplasmataceae in the order Rickettsiales: unification of some species of Ehrlichia with Anaplasma, Cowdria with Ehrlichia and Ehrlichia with Neorickettsia, descriptions of six new species combinations and designation of Ehrlichia equi and 'HGE agent' as subjective synonyms of Ehrlichia phagocytophila". International Journal of Systematic and Evolutionary Microbiology. 51 (6): 2145–2165. doi:10.1099/00207713-51-6-2145. ISSN 1466-5026.
  3. ↑ Kocan, K.M.; De La Fuente, Fuente J.; Cabezas-Cruz, A. (2015). "The genus Anaplasma: new challenges after reclassification". Revue Scientifique et Technique de l'OIE. 34 (2): 577–586. doi:10.20506/rst.34.2.2381. ISSN 0253-1933. Diarsipkan dari asli tanggal 2021-07-10. Diakses tanggal 2021-07-10.
  4. ↑ "Anaplasmas". Wiki Vet. Diakses tanggal 10 Juli 2021.
  5. ↑ Atif, Farhan Ahmad (2015). "Anaplasma marginale and Anaplasma phagocytophilum: Rickettsiales pathogens of veterinary and public health significance". Parasitology Research. 114 (11): 3941–3957. doi:10.1007/s00436-015-4698-2. ISSN 0932-0113.
  6. ↑ "Anaplasma mesaeterum". CABI. Diakses tanggal 10 Juli 2021.
  7. ↑ Stuen, S. (2007). "Anaplasma Phagocytophilum - the Most Widespread Tick-Borne Infection in Animals in Europe". Veterinary Research Communications. 31 (S1): 79–84. doi:10.1007/s11259-007-0071-y. ISSN 0165-7380.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan