Minggu, 04 Oktober 2026
13:07 WIB
TERKINI
Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan Hukum Pakar Hukum Unila: Objektivitas Fakta Krusial dalam Kasus Diksar Mahepel Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan Hukum Pakar Hukum Unila: Objektivitas Fakta Krusial dalam Kasus Diksar Mahepel Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya

Anak Bintang

film Indonesia tahun 1974

Bagikan:
Anak Bintang
SutradaraRatno Timoer
ProduserTien Samatha
Ditulis olehRatno Timoer
Pemeran
EditorAlex A. Hassan
DistributorPT. Daya Istri Film
Tanggal rilis
1974
Durasi98 menit
NegaraIndonesia

Anak Bintang adalah film Indonesia yang dirilis tahun 1974. Film ini disutradarai oleh Ratno Timoer dan dibintangi oleh Rano Karno dan Ratno Timoer.

Sinopsis

Sepulang mencari kayu, Mochtar dan Karma melihat cahaya di langit. Dihampirinya sumber cahaya, ternyata seorang bayi terbungkus. Bayi itu dibawa pulang dan dirawat istrinya, yang sudah lama mendambakan anak. Sepuluh tahun kemudian, si anak yang diberi nama Bintang menjadi anak yang nakal dan tidak mau menuruti orang tua. Bintang bersama Mamat dan kawan-kawan lainnya sangat senang mengganggu orang lain. Ibunya selalu mencarinya dan kebetulan sampai ke desa tempat tinggal Bintang. Ketika sampai di sana, ia dilempari batu. Bintang tidak mau mengakui ibunya. Pada Mochtar, ibu Bintang menceritakan masa lalunya bahwa ia terpisah dari suaminya. Bintang yang cekcok dengan Mochtar memutuskan untuk berlari. Ternyata wajah Bintang menjadi buruk dan Ia mulai dijauhi oleh teman-temannya. Mulailah penyesalan dan pengembaraan mencari ibu. Di tengah jalan, ia diambil oleh seorang dukun sihir dan disuruh jadi pencopet. Ia berhasil lari dan ketemu Arja, gelandangan yang baik hati. Pencarian ibunya dibuat berhasil, meski kebetulan bertemu secara tak sengaja di jalan. Sementara itu ayahnya, Herman, yang terus mencari dengan bantuan polisi, akhirnya menemui anaknya juga saat ia berpelukan di jalan dengan ibunya karena baru bertemu.[1]

Pemeran

Referensi

  1. ↑ JB Kristanto, Katalog Film Indonesia 1926-1995, PT Grafiasri Mukti,Jakarta, 1995 hal 117

Pranala luar


Ikon rintisan

Artikel bertopik film Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan