Selasa, 22 September 2026
19:23 WIB
TERKINI
Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Bisnis Jerat Pungli Ancam UMKM Indonesia: Kisah Bolosego dan Solusi Mendesak Hukum & Kriminal Empat Eks Pejabat LPEI Divonis 6 Tahun Penjara dalam Skandal Korupsi Pembiayaan Ekspor Hukum & Kriminal Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Bebas Bersyarat Usai Dua Tahun Dipenjara Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Bisnis Jerat Pungli Ancam UMKM Indonesia: Kisah Bolosego dan Solusi Mendesak Hukum & Kriminal Empat Eks Pejabat LPEI Divonis 6 Tahun Penjara dalam Skandal Korupsi Pembiayaan Ekspor Hukum & Kriminal Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Bebas Bersyarat Usai Dua Tahun Dipenjara
Ameba

Ameba

makhluk mikroskopis

Untuk genus, lihat Amoeba (genus).
250px-Amoeba_collage.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Searah jarum jam dari pojok atas kanan: Amoeba proteus, Actinophrys sol, Acanthamoeba sp., Nuclearia thermophila., Euglypha acanthophora, bakteri pemakan neutrofil.

Ameba (bahasa Yunani:ἀμοιβή amoibe, artinya "berubah") terkadang disebut sebagai ameboid, adalah sebuah jenis sel atau organisme uniseluler dengan kemampuan untuk mengubah bentuk tubuhnya, biasanya dengan memanjangkan dan menarik kembali pseudopodia mereka.[1] Ameba bukanlah sebuah satu kelompok taksonomis, tetapi merupakan jenis organisme yang dapat ditemukan di semua garis keturunan utama pada Eukaryota, Sel amuboid bukan hanya dapat ditemukan pada protozoa, tetapi juga dapat ditemukan pada fungi, alga, dan hewan.[2][3][4][5][6]

Biasanya mikrobiolog menggunakan istilah "ameboid" dan "ameba" secara bergantian untuk merujuk semua organisme yang memiliki pergerakan ameboid.[7][8]

Pada sistem-sistem klasifikasi yang lebih tua, kebanyakan ameba ditempatkan pada kelas atau subfilum Sarcodina, yang merupakan sebuah pengelompokan organisme bersel satu yang memiliki pseudopodium atau bergerak dengan aliran protoplasmik. Namun, studi filogenetika molekuler menunjukkan bahwa pengelompokan ini bukan sebuah kelompok monofiletik. Sejak saat itu, organisme-organisme ameba tidak lagi dikelompokkan dalam satu kelompok.[9]

Protista amuboid yang paling umum dikenal adalah Chaos carolinense dan Amoeba proteus, yang mana keduanya sudah sering dikultivasi dan dipelajari baik di ruang kelas dan dilaboratorium.[10][11] Spesies-spesies lainnya yang lebih umum diketahui mencakup "ameba pemakan otak" Naegleria fowleri, parasit usus Entamoeba histolytica, yang dapat menyebabkan amebiasis, dan "ameba sosial" multisel atau jamur lendir Dictyostelium discoideum.

Etimologi

"Ameba" berasal dari bahasa Yunani amoibe, yang artinya "berubah". Genus Amiba dicetuskan pertama kali oleh ahli ilmu alam Prancis Bory de Saint-Vincent pada tahun 1822.[12][13] Ilmuwan lain pada masa itu, C. G. Ehrenberg, mengadopsi genus tersebut untuk klasifikasinya tentang makhluk mikroskopis, tetapi mengganti ejaannya menjadi Amoeba.[14] Dalam bahasa Inggris, ejaan amoeba dibaca /əˈmiːbə/.

Pola makan

Ameba mengambil makanan dengan menggunakan kaki semu. Ketika mengambil makanan, ameba akan mengeluarkan beberapa zat pencernaan yang membuat nutrisi pada makanan terserap pada tubuhnya. Sisa makanan akan dikeluarkan dari tubuh ameba untuk dibuang.[15] Keberadaan amoeba tidak dapat diamati oleh mata manusia secara langsung. Ameba hanya dapat teramati oleh mata manusia dengan bantuan mikroskop. Keberadaab ameba dapat ditemukan di rawa, danau atau pada bebatuan di dasar laut.[15] Ameba akan membelah diri menjadi dua ketika telah mencapai usia dewasa. Tiap bagian yang terbelah dari tubuhnya berubah menjadi makhluk hidup yang baru.[16]

Referensi

Catatan kaki

  1. Singleton, Paul (2006). Dictionary of Microbiology and Molecular Biology, 3rd Edition, revised. Chichester, UK: John Wiley & Sons. hlm. 32. ISBN 978-0-470-03545-0.
  2. David J. Patterson. "Amoebae: Protists Which Move and Feed Using Pseudopodia". Tree of Life web project. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 15 Juni 2010. Diakses tanggal 21 September 2009.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. "The Amoebae". The University of Edinburgh. Diarsipkan dari asli tanggal 10 Juni 2009.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. Wim van Egmond. "Sun animalcules and amoebas". Microscopy-UK. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 4 November 2005. Diakses tanggal 23 Oktober 2005.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. Flor-Parra, Ignacio; Bernal, Manuel; Zhurinsky, Jacob; Daga, Rafael R. (2013-12-17). "Cell migration and division in amoeboid-like fission yeast". Biology Open. 3 (1): 108–115. doi:10.1242/bio.20136783. ISSN 2046-6390. PMC 3892166. PMID 24357230.
  6. Friedl, P.; Borgmann, S.; Bröcker, E. B. (2001-10-01). "Amoeboid leukocyte crawling through extracellular matrix: lessons from the Dictyostelium paradigm of cell movement". Journal of Leukocyte Biology. 70 (4): 491–509. doi:10.1189/jlb.70.4.491. ISSN 0741-5400. PMID 11590185. S2CID 28731650.
  7. Marée, Athanasius FM; Hogeweg, Paulien (2001). "How amoeboids self-organize into a fruiting body: multicellular coordination in Dictyostelium discoideum". Proceedings of the National Academy of Sciences. 98 (7): 3879–3883. doi:10.1073/pnas.061535198. PMC 31146. PMID 11274408.
  8. Mackerras, M. J.; Ercole, Q. N. (1947). "Observations on the action of paludrine on malarial parasites". Transactions of the Royal Society of Tropical Medicine and Hygiene. 41 (3): 365–376. doi:10.1016/s0035-9203(47)90133-8. PMID 18898714.
  9. Jan Pawlowski: The twilight of Sarcodina: a molecular perspective on the polyphyletic origin of amoeboid protists. Protistology, Band 5, 2008, S. 281–302. (pdf, 570 kB) Diarsipkan 14 June 2013 di Wayback Machine.
  10. Tan; et al. (2005). "A simple mass culture of the amoeba Chaos carolinense: revisit" (PDF). Protistology. 4: 185–90. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 29 September 2017. Diakses tanggal 28 September 2017.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  11. "Relationship with Humans". Amoeba proteus (dalam bahasa American English). 2013-04-12. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 29 September 2017. Diakses tanggal 2017-09-28.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  12. Bory de Saint-Vincent, J. B. G. M. "Essai d'une classification des animaux microscopiques." Agasse, Paris (1826).p. 28
  13. McGrath, Kimberley; Blachford, Stacey, ed. (2001). Gale Encyclopedia of Science Vol. 1: Aardvark-Catalyst (Edisi 2nd). Gale Group. ISBN 978-0-7876-4370-6. OCLC 46337140.
  14. Ehrenberg, Christian Gottfried. Organisation, systematik und geographisches verhältniss der infusionsthierchen: Zwei vorträge, in der Akademie der wissenschaften zu Berlin gehalten in den jahren 1828 und 1830. Druckerei der Königlichen akademie der wissenschaften, 1832. p. 59
  15. 1 2 Ahmad 2018, hlm. 30.
  16. Ahmad 2018, hlm. 30-31.

Daftar pustaka

  • Ahmad, Yusuf Al-Hajj (April 2018). Pramudya, Firman (ed.). Mukjizat Ilmiah di Lautan dan Dunia Binatang [Al-I'jaz al-Ilmi fi al-Bihar wa al-Hayawan]. Diterjemahkan oleh Miranda, Putri Aria. Solo: Aqwam. ISBN 978-979-039-364-6.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Ref menduplikasi bawaan (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan