Jumat, 09 Oktober 2026
06:17 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya
Ampa wayer

Ampa wayer

salah satu tarian di Indonesia

Bagikan:
Ampa Wayer
250px-Ampa_wayer.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tarian asal Sangihe
Asal
Sangihe

Ampa Wayer adalah jenis tarian berkelompok yang diiringi dengan musik dan dipimpin oleh seorang kapel (pemandu tari), dalam bahasa Sangihe disebut pangataseng atau pangaha. Ampa Wayer dikelompokkan sebagai kesenian rakyat bukan kesenian istana. Kesenian ini berfungsi sebagai hiburan rakyat. Pada awalnya, kesenian ini lahir secara spontan dalam aktivitas keramaian kecil. Namun seiring dengan berjalannya waktu, tarian ini kemudian menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam acara-acara perayaan seperti acara pernikahan dan acara Tulude. Uniknya, jenis kesenian ini wajib dimainkan dengan iringan musik.[1]

Tari Ampa Wayer merupakan tarian yang tidak bisa dipisahkan dengan tarian dansa. Pada masa kependudukan Jepang, pemerintah Jepang melarang masyarakat berdansa. Namun karena keinginan berdansa yang sangat kuat, maka kelompok musik orkes yang tadinya mengiringi dansa mencoba menciptakan tarian penggganti dansa yaitu Ampa Wayer. Pada tahun 1944 terciptalah tarian Ampa Wayer yang namanya terinspirasi dari situasi peperangan, di mana ada pesawat yang memiliki empat wayer (empat baling-baling pesawat).[2]

Ampa Wayer memiliki dilakukan secara berpasangan dengan formasi menyerupai baling-baling yang terinspirasi dari baling-baling pesawat. Beberapa unsur-unsur dan elemen–elemen yaitu pola gerakan pengulangan yang cukup mudah untuk ditirukan. Tahapan Ampa Wayer terdiri dari gerak pembuka, gerak inti dan gerak penutup. Gerakan inti dibagi menjadi empat bagian, yaitu: Langkah/Irama, Langkah/Irama Rumba, Langkah/Irama Tango, dan Langkah/Irama Swing. Ruang gerak penari menjadi sentra hubungan penari dengan penikmat menjadi suatu kebutuhan mutlak.[3]

Referensi

  1. ↑ stevensumolang (2016-02-12). "AMPA WAYER". Balai Pelestarian Nilai Budaya Sulawesi Utara. Diakses tanggal 2019-11-28.
  2. ↑ "Tari ampa wayer". www.wisatasia.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2019-11-28. Diakses tanggal 2019-11-28.
  3. ↑ Daluwu, Okni V.; Sunarmi, Sri.; Takalumang, Luccylle M. (2022). "MUSIK IRINGAN TARI AMPA WAYER DI KELURAHAN KOLONGAN AKEMBAWI KECAMATAN TAHUNA BARAT KABUPATEN KEPULAUAN SANGIHE". semanticscolar.org. Vol 2 (11): 1810.{{cite journal}}: |volume= memiliki teks tambahan; line feed karakter dalam |title= pada posisi 43

Pranala luar

Ikon rintisan

Artikel bertopik seni menari ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan