Senin, 19 Oktober 2026
19:07 WIB
TERKINI
Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global

Amos Tutuola

Bagikan:
Amos Tutuola
Lahir(1920-06-20)20 Juni 1920
Abeokuta, Nigeria
Meninggal8 Juni 1997(1997-06-08) (umur 76)
Ibadan, Nigeria
Dikenal karenaAuthor

Amos Tutuola (20 Juni 1920 – 8 Juni 1997) adalah seorang penulis asal Nigeria yang terkenal dengan buku-bukunya yang sebagian berdasarkan pada cerita rakyat Yoruba.[1] Tutuola lahir di Abeokuta, Nigeria, pada tahun 1920, dari kedua orang tua bernama Charles dan Esther, petani kakao asal Yoruba yang beragama Kristen.[1] Ketika berusia sekitar tujuh tahun, ia menjadi budak untuk FO Monu, seorang Igbo, yang mengirim Tutuola ke sekolah dasar Tentara Budak sebagai pengganti upah selama Ia menjadi budak.[1] Pada usia 12 tahun ia bersekolah di Anglikan Central School di daerah Abeokuta.[2] Masa tempuh pendidikan singkatnya hanya dibatasi selama enam tahun (1934-1939). Ketika ayahnya meninggal pada tahun 1939, Tutuola meninggalkan sekolah dan berlatih menjadi pandai besi.[2] Karena bakatnya itu lah dia diperdagangkan ke untuk Royal Air Force di Nigeria pada tahun 1942-1945.[2] Dia kemudian mencoba beberapa panggilan lainnya, termasuk menjual roti dan bertindak sebagai utusan untuk Departemen Tenaga Kerja Nigeria.[2] Pada tahun 1946, Tutuola menerbitkan satu buku pertama karyanya sendiri dengan judul The Palm-Wine Drinkard.[2] Lalu, Pada tahun 1947 ia menikah dengan Victoria Alake, dan dikaruniai empat putra dan empat putri.[2]

Referensi

  1. 1 2 3 Lindfors, Bernth. "Amos Tutuola" in Twentieth Century Caribbean and Black African Writers. Dictionary of Literary Biography, Vol. 125. Detroit: Gale Research, 1983.
  2. 1 2 3 4 5 6 Shadily, Hassan.Ensiklopedia Indonesia. Jakarta:Ichtiar Baru Van Hoeve.


Flag of NigeriaBiography icon

Artikel bertopik biografi Nigeria ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan