Kamis, 29 Oktober 2026
17:27 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Amos Tutuola

Bagikan:
Amos Tutuola
Lahir(1920-06-20)20 Juni 1920
Abeokuta, Nigeria
Meninggal8 Juni 1997(1997-06-08) (umur 76)
Ibadan, Nigeria
Dikenal karenaAuthor

Amos Tutuola (20 Juni 1920 – 8 Juni 1997) adalah seorang penulis asal Nigeria yang terkenal dengan buku-bukunya yang sebagian berdasarkan pada cerita rakyat Yoruba.[1] Tutuola lahir di Abeokuta, Nigeria, pada tahun 1920, dari kedua orang tua bernama Charles dan Esther, petani kakao asal Yoruba yang beragama Kristen.[1] Ketika berusia sekitar tujuh tahun, ia menjadi budak untuk FO Monu, seorang Igbo, yang mengirim Tutuola ke sekolah dasar Tentara Budak sebagai pengganti upah selama Ia menjadi budak.[1] Pada usia 12 tahun ia bersekolah di Anglikan Central School di daerah Abeokuta.[2] Masa tempuh pendidikan singkatnya hanya dibatasi selama enam tahun (1934-1939). Ketika ayahnya meninggal pada tahun 1939, Tutuola meninggalkan sekolah dan berlatih menjadi pandai besi.[2] Karena bakatnya itu lah dia diperdagangkan ke untuk Royal Air Force di Nigeria pada tahun 1942-1945.[2] Dia kemudian mencoba beberapa panggilan lainnya, termasuk menjual roti dan bertindak sebagai utusan untuk Departemen Tenaga Kerja Nigeria.[2] Pada tahun 1946, Tutuola menerbitkan satu buku pertama karyanya sendiri dengan judul The Palm-Wine Drinkard.[2] Lalu, Pada tahun 1947 ia menikah dengan Victoria Alake, dan dikaruniai empat putra dan empat putri.[2]

Referensi

  1. 1 2 3 Lindfors, Bernth. "Amos Tutuola" in Twentieth Century Caribbean and Black African Writers. Dictionary of Literary Biography, Vol. 125. Detroit: Gale Research, 1983.
  2. 1 2 3 4 5 6 Shadily, Hassan.Ensiklopedia Indonesia. Jakarta:Ichtiar Baru Van Hoeve.


Flag of NigeriaBiography icon

Artikel bertopik biografi Nigeria ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan