Sabtu, 24 Oktober 2026
03:56 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada
Ayam hutan pasir

Ayam hutan pasir

Bagikan:
Ayam hutan pasir
250px-Ammoperdix_heyi_4.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Aves
Ordo: Galliformes
Famili: Phasianidae
Genus: Ammoperdix
Spesies:
A. heyi
Nama binomial
Ammoperdix heyi
(Temminck, 1825)

Ayam hutan pasir[2] (Ammoperdix heyi) adalah spesies burung buruan dalam famili Phasianidae dari ordo Galliformes.

Burung ini memiliki habitat asli utama dari Mesir dan Israel ke timur hingga Arab Saudi bagian selatan. Spesies ini berkerabat dekat sekaligus tampak mirip dengan kerabatnya di Turki bagian tenggara dan Pakistan bagian timur, yaitu ayam hutan see-see, Ammoperdix griseogularis.

Burung sepanjang 22-25 cm ini merupakan pembiak tetap di wilayah kering dan terbuka yang umumnya berbukit, tempat mereka bersarang di tanah, menelurkan 9-14 telur. Ayam hutan see-see memakan berbagai jenis biji-bijian dan beberapa serangga.[3][4]

Referensi

  1. ↑ BirdLife International (2016). "Ammoperdix heyi". IUCN Red List of Threatened Species (dalam bahasa Inggris). 2016 e.T22678657A92783316. doi:10.2305/IUCN.UK.2016-3.RLTS.T22678657A92783316.en. Diakses tanggal 11 November 2021.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ BP (4 Juli 2013). "BURUNG-BURUNG DALAM ALKITAB". SarapanPagi.Org.
  3. ↑ McGowan, Philip J. K.; Kirwan, Guy M. (2020). "Sand Partridge (Ammoperdix heyi), version 1.0". Birds of the World (dalam bahasa Inggris). doi:10.2173/bow.sanpar1.01. ISSN 2771-3105. S2CID 242577678.
  4. ↑ IUCN (2016-10-01). Ammoperdix heyi: BirdLife International: The IUCN Red List of Threatened Species 2016: e.T22678657A92783316 (Laporan) (dalam bahasa Inggris). International Union for Conservation of Nature. doi:10.2305/iucn.uk.2016-3.rlts.t22678657a92783316.en.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan