Rabu, 30 September 2026
15:06 WIB
TERKINI
Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Misteri Kematian Dua Pemuda di Lembang, Saksi Kunci Mulai Membaik Lampung Tengah Tragedi KM Virgo Renggut Feris, Dua Anak Kehilangan Tulang Punggung Keluarga Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Megapolitan Demo Buruh di DPR Lumpuhkan Gatot Subroto: Simak Jalur Alternatifnya Megapolitan Komunikasi Terputus Jadi Akar Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Misteri Kematian Dua Pemuda di Lembang, Saksi Kunci Mulai Membaik Lampung Tengah Tragedi KM Virgo Renggut Feris, Dua Anak Kehilangan Tulang Punggung Keluarga Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Megapolitan Demo Buruh di DPR Lumpuhkan Gatot Subroto: Simak Jalur Alternatifnya Megapolitan Komunikasi Terputus Jadi Akar Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu

Ambung

Bagikan:

Ambung adalah tempat untuk menyimpan berbagai jenis barang,peralatan makan,bahan makanan,buah buahan yang sering digunakan oleh orang Rimbo sejak zaman Belanda. Ambung terbuat dari anyaman rotan yang dibuat oleh orang Rimbo sendiri. Biasanya orang Rimbo memakai Ambung dengan cara meletakan tali ikatan ambung diatas kepala untuk memudahkan membawa hasil hutan, seharusnya ambung disandang dan diletakkan di punggung.Bahan dasar ambung adalah tumbuhan rotan sejenis keluarga Arecaceae dengan nama ilmiah Daemonorops sp. atau bahasa lokalnya disebut rotan jernang yang digunakan mewarnai Ambung.Daemonorops sp2 atau dalam bahasa lokal rotan sego putih,Korthalsia sp atau dalam bahasa lokal rotan siuh.Cara membuat Ambung diawali dengan dengan mendapatkan rotan dari hutan,selanjutnya rotan dibersihkan dan diambil dan dibelah dan dijemur sesuai ukuran. Selanjutnya rotan tersebut dibuat menyilang seperti huruf x sebagai bahan penguat dasar ambung yang berada di sisi bawah ambung,selanjutnya rotan mulai dijalin dan dianyam sampai pada tahap bentuk yang diinginkan. Rotan yang digunakan untuk menyambung Ambung menggunakan rotan yang halus biasanya disebut dengan rotan soni,sedangkan untuk ambung menggunakan rotan gelang,rotan putih dan rotan penyiang.[1]

Referensi

  1. ↑ "Ambung". Warisan Budaya Takbenda Indonesia. Kemdikbud. Diakses tanggal 16 Maret 2019.
Ikon rintisan

Artikel bertopik budaya ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan