Sabtu, 03 Oktober 2026
15:29 WIB
TERKINI
Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan

Amarawati

Bagikan:

Amarawati berada di daerah Maharashtra Dekhan, India.[1][2] Kesenian Amarawati menghubungkan kesenian Sanchi dengan kesenian Gupta yang dipengaruhi langsung oleh kesenian Barat melalui jalan perhubungan laut, hal ini dibuktikan dengan adanya barang-barang tembikar Romawi yang berasal dari abad pertama yang ditemukan di Arikamedu-Wirapatnam.[1] Sebaliknya, kesenian Amarawati memengaruhi kesenian Cetylon, Champa, Thai dan Indonesia secara langsung yakni dengan melakukaan pengeksporan barang-barang kesenian ke negeri-negeri tersebut.[1] Baik di Matura maupun d amarawati cara memahat patung Buddha dalah sama.[1] Hasil arsitektur Amarawati yang masih ada: chaitya-chaitya dan wihara-wihara yang dipahat di bukit-bukit batu dekat Nasik dan Kanheri.[1] Di sana juga masih terdapat bekas-bekas stupa ; bentuk stupa ini bisa digambarkan (dibayangkan) kembali dengan gambar-gambar timbul yang banyak ditemukan di Amarawati dan dengan barang-barang kesenian gading di Begram (di Afghanistan).[1] Stupa Amarawati ini dibongkar pada abad ke-18 agar dapat diambil batu-batunya yang sangat ndah lagi baik.[1] Tadinya stupa ini seluruhnya ditutupi pualam, berdasar bundar dan dikelilingi pagar dengan 4 pintu gapura, seperti di Sanchi.[1] Hanya bentuk stupa ini lebih lampai karena dasarnya lebih tinggi.[1] Skulptur Amarawati tidak banyak, akan tetapi gambar-gambar timbulnya banyak sekali, sehingga kehidupan orang-orang kala itu dapat digambarkan dengan jelas.[1] Pada gambar candi dengan jendela lengkungan, lukisan keadaan kota dengan istana-istana, rumah-rumah orang miskin, gapura-gapura kota dengan buwengan (lengkungan gentong) dan bagian atasnya yang besar ialah bentuk mula-mula dari gapura-gapura di Indonesia Selatan.[1] Seni-seni pengerjaan logam di Amarawati rupanya asanagt dipengaruhi oleh Barat.[1]

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Shadily, Hassan (1980).Ensiklopedia Indonesia.Jakarta:Ichtiar Baru van Hoeve. Hal 177
  2. ↑ "Amravati". Encyclopedia 2. Diakses tanggal 27 Juni 2014.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan