Rabu, 04 November 2026
16:32 WIB
TERKINI
Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan
Amanat Roti Hidup

Amanat Roti Hidup

Bagikan:
250px-Eucharistic_bread_and_fish.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Penggambaran awal abad ketiga dari roti perjamuan kudus dan ikan, Katacombe San Callisto, Roma.

Amanat Roti Hidup adalah sebuah bagian dari ajaran Yesus yang muncul dalam Yohanes 6:22–59 dan disampaikan di sinagoge Kapernaum.[1]

Sebutan "Roti Hidup" (bahasa Yunani:ἄρτος τῆς ζωῆς, artos tēs zōēs) ditujukan kepada Yesus berdasarkan pada ayat Alkitab yang disebutkan dalam Injil Yohanes tak lama setelah peristiwa Yesus memberi makan lima ribu orang dengan lima roti dan dua ikan, Yesus berjalan di atas air di tepi barat Laut Galilea dan kerumunan mengikuti-Nya memakai perahu.[2]

Dalam Injil Yohanes:

Maka kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya bukan Musa yang memberikan kamu roti dari sorga, melainkan Bapa-Ku yang memberikan kamu roti yang benar dari sorga. Karena roti yang dari Allah ialah roti yang turun dari sorga dan yang memberi hidup kepada dunia." Maka kata mereka kepada-Nya: "Tuhan, berikanlah kami roti itu senantiasa." Kata Yesus kepada mereka: "Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi. (Yohanes 6:32–35)[3]

Injil Yohanes tak memasukkan catatan soal pemberkatan roti pada Perjamuan Terakhir seperti dalam injil-injil sinoptik seperti Lukas 22:19. Meskipun demikian, amanat tersebut sering kali ditafisrkan sebagai ajaran mengenai Perjamuan Kudus yang sangat berpengaruh dalam tradisi Kristen.[4]

Meredith J. C. Warren dan Jan Heilmann menyangkal penafsiran Ekaristi terhadap ayat tersebut. Warren berpendapat bahwa ayat tersebut menunjukkan tradisi Mediterania kuno menyenai hidangan pengurbanan yang mengidentifikasikan tokoh utama dengan ilahi.[5] Heilmann berpendapat bahwa pencitraan menyantap daging Yesus dan meminum darah-Nya bertentangan dengan latar kiasan pembentuk.[6]

Dalam konteks Kristologi, pemakaian sebutan Roti Hidup mirip dengan Terang Dunia dalam Yohanes 8:12 di mana Yesus berkata: "Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup."[7] Anggapan tersebut timbul pada tema Kristologi dari Yohanes 5:26 di mana Yesus menyatakan bahwa "Sebab sama seperti Bapa mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri, demikian juga diberikan-Nya Anak mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri".[7][8] Pengucapan alternatif "roti Allah" muncul dalam Yohanes 6:33.[3]

Lihat juga

Catatan

  1. ↑ The Gospel According to John: A Literary and Theological Commentary by Thomas L. Brodie 1997 ISBN0-19-511811-1 page 266
  2. ↑ Who Do You Say That I Am?: Essays on Christology by Jack Dean Kingsbury, Mark Allan Powell, David R. Bauer 1999 ISBN0-664-25752-6 page 83
  3. 1 2 "Oremus Bible Browser : John 6:24-35".
  4. ↑ The Eucharist in the New Testament by Jerome Kodell 1988 ISBN0-8146-5663-3 page 118
  5. ↑ Warren, Meredith (2015), My Flesh is Meat Indeed: A Non-Sacramental Reading of John 6: 51–58, Fortress Press, ISBN 1451496699
  6. ↑ Heilmann, Jan (2014). Wein und Blut. Das Ende der Eucharistie im Johannesevangelium und dessen Konsequenzen. Stuttgart: Kohlhammer. ISBN 978-3-17-025181-6. Diarsipkan dari asli tanggal 2019-08-05. Diakses tanggal 2019-10-09.
  7. 1 2 Christology in Context by Marinus de Jonge 1988 ISBN978-0-664-25010-2 page 147
  8. ↑ The Person of Christ by Gerrit Cornelis Berkouwer 1954 ISBN0-8028-4816-8 page 163
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan