Rabu, 04 November 2026
14:28 WIB
TERKINI
Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan
Alphonse Jourdain

Alphonse Jourdain

Bagikan:
250px-Denier_Narbonne_Alphonse_Jourdain.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sekeping denier yang dicetak di Narbonne pada masa kecil Ermengarde (1134–43) yang mengandung teks DUX ANFOS dan dibaliknya CIVI NARBON

Alphonse Jourdain (1103–1148) merupakan seorang Comte Tripoli (1105–09), Comte Rouergue (1109–48) dan Comte Toulouse, Markgraf Provence dan Adipati Narbonne (1112–48, sebagai Alfonso I). Ia adalah putra Raymond IV dari Toulouse dan istri ketiganya, Elvira Alfónsez. Ia dilahirkan di kastil Mont Pèlerin di Tripoli ketika ayahandanya berada di Perang Salib Pertama. Ia dinamakan "Jordain" setelah dibaptis di Sungai Yordan.

Ayahanda Alphonse meninggal ketika ia berusia dua tahun dan ia tinggal di bawah perwalian sepupunya, Guillaume Jourdain, Kadipaten Cerdanya, sampai ia berusia lima tahun. Ia kemudian dibawa ke Eropa, di mana saudara tirinya Bertrand memberinya kadipaten Rouergue. Setelah kematian Bertrand pada tahun 1112, Alphonse menjadi ahli waris Toulouse dan markis Provence. Pada tahun 1114, Adipati Guillaume IX dari Aquitaine, yang menuntut Toulouse atas hak istrinya Philippa, putri Comte Guillaume IV, menyerang kadipaten tersebut dan menguasainya. Alphonse mendapat sebagian pada tahun 1119, tetapi ia tidak mendapatkan kekuasaan penuh sampai dengan tahun 1123. Ketika akhirnya berhasil, ia diEkskomunikasikan oleh Paus Kallistus II karena telah mengusir para biarawan Saint-Gilles, yang telah membantu musuh-musuhnya.

Alphonse kemudian harus memperjuangkan hak-haknya di Provence melawan Comte Ramón Berenguer III. Tidak sampai September 1125 pertempuran mereka berakhir dengan "rukun dan damai" (pax et concordia).[1] Pada tahap ini, Alphonse menjadi penguasa wilayah-wilayah di antara Pirenia dan Alpen, Auvergne dan laut. Pemerintahannya menurut salah satu komentator berlangsung dengan baik karena selama periode empat belas tahun seni dan industri berkembang.[2] Pada bulan Maret 1126, Alphonse berada di istana Alfonso VII dari León ketika ia naik ke atas takhta. Menurut Chronica Adefonsi imperatoris, Alphonse dan Suero Vermúdez merampas kota León dari oposisi taipan dan menyerahkannya kepada Alfonso VII.[3] Di antaramereka yang menyertai Alfonso ketika ia memperpanjang masa tinggalnya di Spanyol adalah penyanyi jalanan Marcabru.[4]

Pada sekitar 1134 Alphonse menyita Narbonne dan memerintah pada masa kecil Vicomtesse Ermengarde, dan mengembalikan kepadanya pada tahun 1143. Pada tahun 1141 Raja Louis VII menuntut hak istrinya Philippa, Aliénor dari Aquitaine, bahkan mengepung Toulouse tetapi ia tidak berhasil. Pada tahun yang sama Alphonse kembali berada di Spanyol untuk berziarah, ketika ia mengusulan perdamaian dengan León dan García VI dari Navarra, yang merupakan suatu basis dari beberapa negosiasi selanjutnya.[5]

Pada tahun 1144, Alphonse sekali lagi mengecewakan gereja dengan berpihak kepada warga kota Montpellier melawan pengausa Montpellier. Pada tahun 1145, Bernard dari Clairvaux mengirim sepucuk surat kepadanya tentang kekhawatirannya akan seorang bidaah yang bernama Henri di keuskupan Toulouse. Bernard bahkan pergi kesana untuk berkhotbah menentang ajaran sesat tersebut, suatu awal dari Katarisme.[6] Ia diekskomunikasikan untuk yang kedua kalinya; tetapi pada tahun 1146 ia bersumpah untuk pergi ke perang salib di dalam sebuah pertemuan di Vézelay yang diselenggarakan oleh Louis VII. Pada bulan Agustus 1147, ia pergi ke timur untuk Perang Salib Kedua. Ia mengelilingi Italia dan kemungkinan di Konstantinopel, di mana ia diduga bertemu dengan Kaisar Manouel I Komnenos.

Alphonse akhirnya tiba di Akko pada tahun 1148. Di antarateman-temannya ia membuat musuh dan ditakdirkan untuk tidak ambil bagian di dalam perang salib di mana ia bergabung. Ia meninggal di Kaisarea dan kematiannya diduga diracuni oleh Leonor dari Aquitaine, istri Louis, atau Melisende, ibunda Raja Baudouin III dari Yerusalem. Dengan istrinya sejak tahun 1125, Faydiva d'Uzès, ia meninggalkan dua orang anak: Raymond, yang menjadi ahli warisnya, dan Alphonse. Putrinya Faydiva (meninggal 1154) menikah dengan Comte Umberto III dari Savoia. Ia meninggalkan dua orang putri lainnya: yang sah Agnes (meninggal 1187) dan anak haram Laurentia, yang menikah dengan Comte Bernard III dari Comminges.

Catatan

  1. ↑ Adam Kosto, Making Agreements in Medieval Catalonia: Power, Order, and the Written Word, 1000–1200 (Cambridge, 2001), 256–58.
  2. ↑ Public Domain Artikel ini menyertakan teks dari suatu terbitan yang sekarang berada pada ranah publik: Chisholm, Hugh, ed. (1911). "perlu nama artikel ". Encyclopædia Britannica (Edisi 11). Cambridge University Press.
  3. ↑ Simon Barton, The Aristocracy in Twelfth-century León and Castile (Cambridge, 1997), 126–28. According to the Chronica, "count Alfonso of Toulouse ... was in all things obedient to him [Alfonso VII]" (comes Adefonsus Tolosanus ... in omnibus essent obedientes ei).
  4. ↑ Barton, Aristocracy, 147. Cf. Pierre Boissonade, "Les personnages et les événements de l'histoire d'Allemagne, de France et d'Espagne dans l'oeuvre de Marcabru (1129–50)", Romania 48 (1922), 207–42.
  5. ↑ Barton, Aristocracy, 140, 211.
  6. ↑ Walter Leggett Wakefield and Austin Patterson Evans, Heresies of the High Middle Ages (Columbia University Press, 1991), 122.
Didahului oleh:
Raymond
Comte Tripoli
1105–1109
(rekan-pemimpin Guillaume Jourdain)
Diteruskan oleh:
Bertrand
Didahului oleh:
Bertrand
Comte Toulouse
1112–1148
Diteruskan oleh:
Raymond V

Templat:Daftar Comte Toulouse

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan