Sabtu, 31 Oktober 2026
15:12 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Ali bin Abdullah bin Abbas

Bagikan:

Ali bin Abdullah bin Abbas bin Abdul Muthalib (bahasa Arab:علي بن عبد الله بن عباس بن عبد المطلب) adalah leluhur dari Bani Abbasiyah. Ia adalah cucu dari Abbas bin Abdul Muthalib dan kakek dari dua khalifah Abbasiyah Abu al-Abbas As-Saffah dan Abu Ja'far Al-Mansur.

Biografi

Ali adalah anak bungsu dari Abdullah bin Abbas, sepupu Nabi Muhammad, dan Zur'ah binti Misyrah, putri dari salah satu empat raja suku Kindah.[1] Menurut riwayat, ia lahir tepat pada malam ketika Khalifah Ali bin Abi Thalib dibunuh (meninggal 661) dan karenanya ayahnya menamainya berdasarkan nama Khalifah Ali.[2]

Setelah dewasa, Ali pernah berseberangan dengan pemerintahan Kekhalifahan Umayyah selama pemerintahan Al-Walid bin Abdul Malik, yang pernah memerintahkan Ali untuk dicambuk dan diasingkan dari pusat pemerintahan. Ali kemudian pindah ke provinsi Al-Sharat, di perbatasan antara Palestina dan Arab, lalu bertempat tinggal di desa Humeima, serta menetapkan tempat itu sebagai markas baru keluarga Abbasiyah. Putranya, Muhammad bin Ali, menggantikannya sebagai pemimpin keluarga dan pemimpin perlawanan Abbasiyah.[3] Ali kemudian meninggal di Humeima pada tahun 736.[4][5]

Karakterisasi

Ali digambarkan sebagai seorang pria gagah bertubuh besar dan berkulit putih, dengan rambut berwarna hitam, janggut panjang, dan kepala botak yang ditutup dengan topi. Diriwayatkan ia sangat saleh dan tekun shalat sehingga di kalangan Sunni ia dijuluki "As-Sajjad" (yang suka bersujud).[6]

Keturunan

Ali meninggalkan anak-anak, antara lain Muhammad, Abdullah, Dawud, Isa, Sulaiman, Shalih, Ahmad, Bisyr, Mubasyir, Ismail, Abdul Shamad, Abdul Malik, Utsman, Abdurrahman, Abdul Aziz, Ismail al-Ashghar, Abdullah al-Ausath, Abdullah al-Akbar, Fatimah, Ummu Isa al-Kubra, Ummu Isa ash-Shughra, Umaimah, Lubabah, Buraihah al-Kubra, Buraihah ash-Shughra, Maimunah, Ummu Ali, al-Ghaliyyah, dan Ummu Habib binti Ali.[7][8]

Putranya yang paling berpengaruh adalah Muhammad, yang menjadi salah satu tokoh utama penyebab berdirinya Kekhalifahan Abbasiyah dan ayah dari Khalifah As-Saffah dan Al-Mansur. Keturunannya yang lain, termasuk Isa,[9] Dawud,[10] Sulaiman,[9] Abdush Shamad,[11] Shalih,[11] Ismail,[11] dan Abdullah,[11] adalah peserta aktif dalam Revolusi Abbasiyah, dan beberapa di antaranya terus memainkan peran penting dalam dekade pertama Kekhalifahan Abbasiyah.

Catatan

Referensi

  1. ↑ Elad 2005, hlm. 311–12; Yarshater 1985–2007, v. 39: hlm. 54.
  2. ↑ "Siyar A'lam an-Nubala - Ali bin Abdullah - jilid 5". www.islamweb.net (dalam bahasa Arab). Diarsipkan dari asli tanggal 2019-12-10. Diakses tanggal 2019-08-18.
  3. ↑ Zetterstéen 1960, hlm. 381; Kennedy 1993, hlm. 396; Ibnu Khallikan 1843, hlm. 217 dst.
  4. ↑ Khairuddin Az-Zarkali. Al-A'lam Az-Zarkali – Ali As-Sajjad (dalam bahasa Arab). Vol. 4. hlm. 302. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-10-28. Diakses tanggal 2024-01-31.{{cite book}}: |website= diabaikan
  5. ↑ "Tarajm - Ali bin Abdullah bin Abbas al-Hasyimi al-Madani Abi Muhammad As-Sajjad". tarajm.com (dalam bahasa Arab). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-11-22. Diakses tanggal 2024-01-31.
  6. ↑ Zetterstéen 1960, hlm. 381; Ibnu Khallikan 1843, hlm. 216, 219, 220; Yarshater 1985–2007, v. 39: hlm. 54.
  7. ↑ Mush'ab az-Zubairi. Kitab Nasab Quraisy (dalam bahasa Arab). hlm. 29. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-11-21. Diakses tanggal 2023-11-14.{{cite book}}: |website= diabaikan
  8. ↑ Mush'ab az-Zubairi. Kitab Nasab Quraisy (dalam bahasa Arab). hlm. 30. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-11-21. Diakses tanggal 2024-01-29.{{cite book}}: |website= diabaikan
  9. 1 2 Yarshater 1985–2007, v. 28: hlm. 56.
  10. ↑ Yarshater 1985–2007, v. 27: hlm. 195.
  11. 1 2 3 4 Yarshater 1985–2007, v. 27: hlm. 150.

Bacaan lanjutan

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan