Senin, 12 Oktober 2026
08:59 WIB
TERKINI
Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Lampung Cuaca Lampung 10 Oktober 2026: Cerah Berawan Disertai Potensi Hujan Lokal Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Meroket di Akhir Pekan, Sentuh Rp2,5 Juta per Gram Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Lampung Cuaca Lampung 10 Oktober 2026: Cerah Berawan Disertai Potensi Hujan Lokal Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Meroket di Akhir Pekan, Sentuh Rp2,5 Juta per Gram Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km

Ali Emran

dokter ahli bedah Indonesia

Bagikan:
Ali Emran
Informasi pribadi
Lahir(1919-04-16)16 April 1919
Karier militer
PihakIndonesia
Dinas/cabang40px-Insignia_of_the_Indonesian_Army.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail TNI Angkatan Darat
Pangkat40px-Pdu_brigjendtni_staf.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Brigadir Jenderal TNI
SatuanKesehatan (CKM)

Brigadir Jenderal TNI (Purn.) dr. Ali Emran (lahir 16 April 1919) adalah seorang dokter militer perwira tinggi angkatan darat dari Indonesia. Ia pernah ditugaskan sebagai dokter militer pada berbagai kesatuan.

Kehidupan awal dan pendidikan

Ali Emran lahir di Bukittinggi pada 16 April 1919 sebagai anak bungsu pasangan Datuk Kakayo dan Siti Rawiah. Ayahnya merupakan Tuanku Laras Pariangan.[1] Ia meruapakan adik Djamaloeddin dan Harun Al-Rasyid Sutan Bandaro.[butuh rujukan]

Setelah menamatkan pendidikan dasar di Hollandsch-Inlandsche School dan menengah di Meer Uitgebreid Lager Onderwijs, ia melanjutkan ke Ika Daigaku (Perguruan Tinggi Kedokteran) di Jakarta yang kelak menjadi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI).[butuh rujukan]

Ali Emran lulus dari FKUI sebagai dokter pada tahun 1952 dan menyelesaikan spesialisasi ilmu bedah urologi di Amsterdam.[2][3][4]

Kiprah

Pasca-proklamasi kemerdekaan, ia berkeliling Jawa Timur menyiarkan berita kemerdekaan, seperti Bojonegoro, Malang, dan Jember. Ia juga ikut membentuk Badan Keamanan Rakyat. (BKR) di Malang. Kembali ke Jakarta, ia sempat bertugas di Kementerian Penerangan bagian penyiaran berita ke luar negeri. Pada masa revolusi fisik, ia ikut berjuang mempertahankan RSUP Cipto Mangunkusumo dari pendudukan Tentara Belanda dan mengambil alih RS militer dari Tentara KNIL.[4][5]

Ali Emran bergabung dengan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat setelah lulus dari FKUI. Ia diangkat menjadi perwira dengan pangkat Kapten. Ia memulai kariernya sebagai perwira kesehatan (dokter militer) di Komando Militer Kota Besar Jakarta Raya. Ia kemudian ditugaskan ke Tentara dan Teritorium VII/Wirabuana di Sulawesi Selatan dari tahun 1954 hingga 1957 dan ke Resimen 23 di Kota Parepare. Ali kembali ke Jakarta pada tahun 1958 dan ditugaskan sebagai perwira kesehatan pada bagian bedah di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD). Ia juga diperbantukan pada Rumah Sakit Pusat Pertamina di Jakarta. Ia bertugas di RSPAD hingga 1969 dan pada tahun 1972 menjabat sebagai Kepala Subbidang Bedah di Rumah Sakit Pusat Pertamina. Ia pensiun pada tahun 1974.[2]

Kehidupan pribadi

Ali Emran menikah dengan Hasni Ismail pada 7 Agustus 1954.[5] Pasangan ini dikaruniai tiga putri dan seorang putra. Salah seorang putri mereka, yakni Linda Emran.[6]

Referensi

  1. ↑ Djamaloeddin (H.); Lesmana, Tjipta (1995). 50 tahun mengabdi scalpel: biografi Prof. Dr. H. Djamaloeddin.
  2. 1 2 Bachtiar, Harsya W. (1988). Siapa dia? Perwira Tinggi Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI-AD). Jakarta. hlm. 107. ISBN 9789794281000.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Lokasi tanpa penerbit (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  3. ↑ "Examens". Java-bode. 29 Desember 1951. Diakses tanggal 28 Desember 2023.
  4. 1 2 Lahirnya satu bangsa dan negara. Penerbit Universitas Indonesia. 1997. ISBN 978-979-456-173-7.
  5. 1 2 Maharaja, Moh Ali Hanafiah gelar Sutan (1977). 77 tahun riwayat hidup. Maharaja.
  6. ↑ Majalah Gadis. No. 3. Th. IV. hlm 36-27.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan