Selasa, 27 Oktober 2026
05:14 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Albert Charles paul Marie Rousel

Albert Charles paul Marie Rousel

Bagikan:
250px-Roussel_Albert_1913.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Albert Roussel

Albert Charles Paul Marie Roussel (Prancis: [albɛ ː ʁ ʁusɛl], 5 April 1869 - 23 Agustus 1937) adalah seorang komponis asal Prancis.[1] Ia menghabiskan tujuh tahun hidupnya sebagai kadet, lalu beralih ke musik, dan menjadi salah satu komponis paling menonjol di Prancis.[1] Karya-karya awalnya sangat dipengaruhi oleh impresionisme dari Debussy dan Ravel, tetapi ia kemudian berbalik ke arah neoklasik.[1]

Lahir di Tourcoing ( Nordik ), Roussel awalnya sama sekali tidak meminati dunia musik, tetapi matematika.[1] Dia menghabiskan waktu di Angkatan Laut Prancis, dan pada tahun 1889 dan 1890 ia menjabat sebagai awakkapal Iphigénie dan menghabiskan beberapa tahun di Cochinchina. Perjalanan ini memengaruhi jiwa artistik dalam dirinya.[2] Setelah mengundurkan diri dari Angkatan Laut pada tahun 1894, ia mulai belajar harmoni di Roubaix, pertama berguru dengan Julien Koszul (kakek dari komposer Henri Dutilleux), yang mendorong dia untuk mengejar formasi di Paris dengan Eugène Gigout, kemudian melanjutkan studinya sampai 1908 di Schola Cantorum de Paris di mana salah seorang gurunya adalah Vincent d'Indy.[2] Selagi belajar, ia juga mengajar, dan murid-muridnya adalah Erik Satie dan Edgard Varese.[2]

Rujukan

  1. 1 2 3 4 New York Times: Bernard Holland, "The Boston Symphony Reunites With Friends at Tanglewood," July 11, 2006, accessed March 23, 2011
  2. 1 2 3 New York Times: Bernard Holland, "What Do You Play in the Evening? Serenades. Moonlight Becomes Them," February 8, 2007, accessed March 23, 2011
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan