Minggu, 11 Oktober 2026
07:30 WIB
TERKINI
Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober
Alap-alap capung

Alap-alap capung

spesies burung pemangsa

Bagikan:
60px-Question_book-new.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini tidak memiliki referensi atau sumber tepercaya sehingga isinya tidak bisa dipastikan. Tolong bantu perbaiki artikel ini dengan menambahkan referensi yang layak. Tulisan tanpa sumber dapat dipertanyakan dan dihapus sewaktu-waktu.
Cari sumber: "Alap-alap capung" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
Alap-alap capung
250px-Microhierax_fringillarius_112598890.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Aves
Ordo: Falconiformes
Famili: Falconidae
Genus: Microhierax
Spesies:
M. fringillarius
Nama binomial
Microhierax fringillarius
(Drapiez, 1824)
250px-Microhierax_fringillarius_distribution_map.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Alap-alap capung (Microhierax fringillarius) adalah burung yang mempunyai paruh kecil, berdarah panas, dan membiak dengan cara bertelur. Alap-alap ini merupakan burung karnivora terkecil di dunia. Alap-alap capung tergolong hewan langka yang dilindungi dan dapat ditemukan di Asia Tenggara. Ukurannya rata-rata sebesar 15 cm dengan berat 35 gram.[2]

Morfologi

Burung ini memiliki bagian atas berwarna hitam, namun memiliki bercak putih di bagian ekor dan sekundernya. Mahkota berwarna hitam, dengan bercak putih di atas paruh dan garis putih di belakang mata, serta sisi wajah dan penutup telinga berwarna hitam. Dagu dan perutnya berbintik-bintik dengan pinggiran putih. Kaki dan tunggirnya berwarna hitam dan iris mata berwarna cokelat. Betina sedikit lebih besar dari jantan, dan remaja memiliki warna putih di kepala yang diwarnai merah.[3]

Habitat

Burung ini terdapat di seluruh wilayah. Sering ditemukan di tepi hutan dan hutan bakau serta daerah terbuka dan semak belukar, dan kadang-kadang terlihat di persawahan.[3]

Makanan

Makanan utama spesies ini adalah capung dan belalang, namun tak segan menyerang mangsa yang lebih besar.[4]

Tingkah Laku

Perilaku mencari makan yang tidak biasa bagi spesies ini, yang biasanya mengejar mangsa di udara di atas area terbuka seperti sawah dan lahan pertanian lainnya, sungai, desa, dan area hutan yang sedang mengalami proses tebang dan bakar.[5]

Status Konservasi

Berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor P.20 Tahun 2018 Tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi, status spesies ini adalah dilindungi karena berperan sebagai pemangsa puncak. Berdasarkan The IUCN Red List of Threatened Species, spesies ini dikategorikan dalam kriteria Least Concern (LC) di mana populasinya cenderung stabil. Sedangkan, Menurut CITES 2018 (The Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora), spesies ini berada dalam kategori appendiks II yaitu spesies yang tidak terancam kepunahannya tetapi dapat terancam punah jika perdagangannya terus berlanjut tanpa ada pengaturan.[6][7]

Referensi

  1. ↑ BirdLife International (2016). "Microhierax fringillarius". IUCN Red List of Threatened Species (dalam bahasa Inggris). 2016 e.T22696327A93555387. doi:10.2305/IUCN.UK.2016-3.RLTS.T22696327A93555387.en. Diakses tanggal 12 November 2021.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Sopyan, Danang Irawan (2012). 301++ Hewan dan Tumbuhan Mengagumkan Dunia. Depok: Puspa Swara.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  3. 1 2 Tilford, Tony (2023). Birds of Bali, Sumatra and Java. United Kingdom: Bloomsbury Publishing.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  4. ↑ Sayogo, Andhy Priyo (2017). Burung - Burung Gunung Bondang. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama. ISBN 9786020336374.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  5. ↑ Boesman, Peter F. D. (2016-07-27). "269. Notes on the vocalizations of Black-capped Babbler (Pellorneum capistratum)". Ornithological Notes. doi:10.2173/bow-on.100269.
  6. ↑ Rachmatika, Rini (2018). "Aktivitas Makan Alap-Alap Capung (Microhierax fringillarius Drapiez, 1824) pada Masa Adaptasi di Kandang Penangkaran". Jurnal Biologi Indonesia. 14 (2): 213–218. doi:10.47349/jbi/14022018/213.
  7. ↑ "Kenalan dengan Alap-alap Capung, Spesies Burung Pemangsa Terkecil di Dunia". merdeka.com. 2023-04-29. Diakses tanggal 2024-11-29.

Pranala luar


Ikon rintisan

Artikel bertopik burung ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan