Sabtu, 03 Oktober 2026
18:42 WIB
TERKINI
Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan
Yamamah

Yamamah

desa di Arab Saudi

Bagikan:
250px-Yamama_arabic2.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Yamamah (merah muda) pada masa awal Islam, menurut Al-Hamdani dan Al-Hamawi.

Yamamah (bahasa Arab:اليمامة, Al-Yamāmah) adalah nama suatu daerah lama di Jazirah Arabia bagian tengah, yang dahulu dibatasi oleh daerah Bahrain di utara, Al-Hasa di timur, Hijaz di barat, serta Najd dan Yaman di selatan.[1][2] Kata al-yamamah dalam bahasa Arab berarti 'burung merpati'.[3] Saat ini Yamamah merupakan bagian tengah dari Najd, yang kini telah meliputi wilayah yang lebih luas.[2]

Sejarah

Bangsa Arab pada zaman dahulu kerap membagi Jazirah Arabia menjadi beberapa daerah geopolitis, antara lain Hijaz, Yaman, Najd, Tihamah, Ihsa' (Al-Hasa'), dan Yamamah.[1] Lokasi Yamamah terletak di tengah-tengah Jazirah Arab, membuatnya menjadi tempat persinggahan suku-suku Arab, dalam perjalanan mereka menuju wilayah utara dan timur jazirah.[2] Kota terbesar di Yamamah pada masa pra-Islam adalah Hajr, yang bertanah yang subur dan banyak airnya.[2]

Sebelum abad ke-6, Yamamah merupakan daerah kekuasaan Kerajaan Bani Kindah; namun setelah itu Bani Hanifah yang bersekutu dengan Sassania mengantikannya sebagai kekuatan berpengaruh di sana.[2] Selain itu, suku-suku lainnya yang menghuni Yamamah antara lain adalah Bani Tamim, Bani Amir bin Sha'sha'ah, Bani Bahilah, Bani Dabbah, Bani Numair, dan Bani Qudha'ah.[2]

Pada masa awal penyebaran Islam, Musailamah al-Kadzdzab memimpin Bani Hanifah dan suku-suku Yamamah lainnya untuk menentang kepimpinan Khalifah Abu Bakar ash-Shiddiq.[2] Pada tahun 634, pasukan Muslim di bawah pimpinan Khalid bin Walid berhasil mengalahkannya dalam Pertempuran Yamamah.[2] Pada masa Kekhalifahan Bani Umayyah, gerakan Khawarij sempat menguasai Yamamah dan memproklamirkan Najdah bin Amir dari Bani Hanifah sebagai khalifah mereka.[2][4] Yamamah pada masa Kekhalifahan Bani Abbas menjadi ajang perebutan kekuasaan antara Bani Amir bin Sha'sha'ah yang bersekutu dengan Qaramithah melawan Keamiran Bani al-Ukhaidhir.[2]

Karena perdagangan bangsa Arab pada masa Kekhalifahan Fathimiyah beralih melalui tepian Laut Merah, peran penting Yamamah akhirnya menurun; sehingga ketika pengembara Nasir Khusraw berkunjung pada tahun 1051, ia menganggap Yamamah sebagai daerah yang kurang penting.[2]

Lihat pula

Referensi

  1. 1 2 K.H. Moenawar Chalil. Kelengkapan Tarikh Nabi Muhammad (Edisi 1). Gema Insani Press. hlm. 14-15. ISBN 979-561-714-1, 9789795617143.
  2. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Meri, Josef W. (2005). Medieval Islamic Civilization: An Encyclopedia. Routledge. hlm. 55. ISBN 1-135-45596-1, 9781135455965.
  3. ↑ Dr. Syauqi Abu Khalil (2007). Atlas Hadits: Uraian Lengkap Seputar Nama, Tempat, dan Kaum yang Disabdakan Rasulullah Saw. Niaga Swadaya. hlm. 376. ISBN 979-25-8220-7, 9789792582208.
  4. ↑ Petrushevskiĭ, Ilʹi͡a Pavlovich (1985). Islam in Iran (Edisi berilustrasi). SUNY Press. hlm. 42. ISBN 0-88706-070-6, 9780887060700.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan