Selasa, 27 Oktober 2026
21:48 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Aktivisme vulva

Aktivisme vulva

Bagikan:
250px-Atomic_Pussy_Project_Workshop_2020.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Dua seniman dengan rok terangkat di proyek seni feminis abad ke-21
250px-Jodie%27s_liberated_vulva.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Perempuan mengunggah foto vulva mereka "untuk mengkatalogkan keragaman genital normal secara publik" dan "menentang standar yang tidak realistis"

Aktivisme vulva (juga disebut vulvaktivisme[1]) adalah gerakan untuk meningkatkan kesadaran mengenai bentuk dan rupa kelamin luar perempuan (vulva) serta upaya meruntuhkan berbagai tabu yang melekat padanya, sebagaimana dilakukan oleh gerakan feminis dan kelompok advokasi. Gerakan ini juga dikenal dengan sebutan lain, seperti kebanggaan labia, pembebasan labia,[2] keragaman vulva,[3] viva la vulva,[4] positivitas vagina, dan istilah serupa.

Gerakan ini didukung oleh sejumlah kelompok feminis independen dan disebarkan melalui berbagai jalur, seperti feminisme dunia maya, aksi turun ke jalan, serta kampanye boikot terhadap dokter maupun klinik yang menggunakan iklan menyesatkan.

Referensi

  1. ↑ Herbenick, D., & Schick, V. (2011). Read my lips: A complete guide to the vagina and vulva. Rowman & Littlefield Publishers.
  2. ↑ Williams, Zoe (13 September 2021). "Labia liberation! The movement to end vulva anxiety for good". The Guardian.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ "Vulvaversity: mal so richtig hinschauen". Vulvaversity (dalam bahasa Jerman).
  4. ↑ "Viva La Vulva - Das Forum von und für junge Feministinnen". Viva La Vulva.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan