Rabu, 28 Oktober 2026
07:34 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Aksel Sandemose

Aksel Sandemose

Bagikan:
Aksel Sandemose
250px-58371_Aksel_Sandemose.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lahir
Axel Nielsen

(1899-03-19)19 Maret 1899
Meninggal6 Agustus 1965(1965-08-06) (umur 66)
Kopenhagen, Denmark
PekerjaanPenulis

Aksel Sandemose (né Axel Nielsen; 19 Maret 1899 – 6 Agustus 1965) adalah seorang penulis berkebangsaan Denmark-Norwegia.[1]

Sandemose menerbitkan buku pertamanya di Denmark pada tahun 1923. Karyanya yang paling terkenal adalah En flyktning krysser sitt spor (1933). Novel tersebut diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dan diterbitkan dengan judul A Fugitive Crosses His Tracks pada tahun 1936 oleh Alfred A. Knopf. Dalam novel ini, Sandemose memperkenalkan konsep Hukum Jante, daftar sepuluh aturan budaya yang menggambarkan pola perilaku kelompok terhadap individu yang umum di negara-negara Nordik.[2] [3] [4]

Dia juga seorang penulis esai dan jurnalis. Selama beberapa tahun ia memiliki kolom reguler di majalah mingguan Aktuell. Sandemose dianugerahi Hadiah Doblogging selama tahun 1959 dan merupakan salah satu dari enam finalis untuk Hadiah Nobel dalam Sastra pada tahun 1963.

Referensi

  1. ↑ "Aksel Sandemose". H. Aschehoug & Co. Diarsipkan dari asli tanggal 3 Februari 2019. Diakses tanggal 1 Mei 2018.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Lila MacLellan. "The happiness of the Danes can easily be explained by 10 cultural rules". Quartz at Work. Diakses tanggal 1 Mei 2018.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ "A Fugitive Crosses his Tracks (Knopf. 1936)". Hathi Library Trust. Diakses tanggal 1 Mei 2018.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ A Fugitive Crosses his Tracks by Aksel Sandemose | Kirkus Reviews.

Pranala luar


Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi tokoh ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan