Sabtu, 24 Oktober 2026
00:31 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada
Aksara Borama

Aksara Borama

Bagikan:
250px-Borama_Alphabet_Chart.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
aksara alfabet Borama

Aksara Borama adalah sebuah aksara tulis untuk bahasa Somali. Ini dibuat pada sekitar tahun 1933 oleh Sheikh Abdurahman Sheikh Nuur dari klan Gadabuursi.[1]

Sejarah

Walaupun tidak seterkenal Osmanya, penulisan umum lain yang digunakan untuk menulisan bahasa Somali, Borama telah menghasilkan bagian-bagian literatur penting yang biasanya berupa Kasidah. Borama merupakan sistem penulisan fonetik yang tergolong akurat, dan umum digunakan oleh Nuur dan kenalan-kenalannya di kota asalnya.

Aksara ini juga dikenal sebagi aksara Gadabuursi.

Catatan

  1. ↑ David D. Laitin (1 Mei 1977). Politics, Language, and Thought: The Somali Experience. University of Chicago Press. hlm. 98–. ISBN 978-0-226-46791-7. Diakses tanggal 2 Juli 2012.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Referensi

  • I.M. Lewis (1958), The Gadabuursi Somali Script, Bulletin of the School of Oriental and African Studies, University of London, Vol. 21, pp. 134–156.
  • David D. Laitin, Politics, language, and thought: the Somali experience, (University of Chicago Press: 1977)

Pranala luar

Ikon rintisan

Artikel bertopik aksara ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan