Jumat, 23 Oktober 2026
16:25 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada
Akiko Iwasaki

Akiko Iwasaki

Bagikan:
250px-Akiko_Iwasaki_with_permission_from_Hunni_Media.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Akiko Iwasaki, 2022

Akiko Iwasaki (lahir 13 September 1970) adalah seorang ahli imunologi Jepang-Amerika Serikat yang menjabat sebagai Profesor Sterling di bidang Imunobiologi dan Biologi Molekuler, Seluler, dan Perkembangan di Universitas Yale.[1] Ia juga merupakan seorang peneliti utama di Institut Medis Howard Hughes (Howard Hughes Medical Institute).[2]

Penelitiannya berfokus pada mekanisme pertahanan sistem imun bawaan dan adaptif terhadap virus.[1] Ia dikenal secara global atas kontribusinya dalam pemahaman Covid-19 dan pengembangan hipotesis utama mengenai penyebab Covid-19 jangka panjang.[3] Atas penelitiannya yang berdampak besar dalam menjelaskan mekanisme biologis di balik Covid-19 jangka panjang dan advokasinya yang kuat, majalah Time menobatkannya sebagai salah satu dari 100 Tokoh Paling Berpengaruh Tahun 2024.[3][4]

Kehidupan awal

Akiko Iwasaki lahir dan dibesarkan di Iga, Jepang, sebagai anak dari Hiroshi yang berprofesi sebagai fisikawan.[5] Setelah menyelesaikan sekolah menengah atas, ia pindah ke Toronto, Kanada, dan meraih gelar sarjana dalam bidang biokimia dan fisika dari Universitas Toronto pada tahun 1994, kemudian memperoleh gelar doktor dalam imunologi dari universitas yang sama pada tahun 1998.[5]

Iwasaki menjalani pelatihan pascadoktoral di Institut Kesehatan Nasional di bawah bimbingan ahli imunologi mukosa Brian Lee Kelsall, sebelum memulai laboratoriumnya sendiri di Universitas Yale pada tahun 2000, dan pada tahun 2022 dianugerahi sebagai Profesor Sterling, kehormatan akademik tertinggi bagi profesor di Universitas Yale.[6]

Penelitian

Fokus utama laboratorium Iwasaki adalah memahami cara kerja sistem imun bawaan dalam mengenali virus pada permukaan mukosa, seperti di saluran pernapasan dan genital, dan bagaimana respons tersebut memicu imunitas adaptif yang lebih spesifik dan bertahan lama.[7] Salah satu kontribusi pentingnya sebelum pandemi adalah pengembangan strategi vaksinasi dua tahap yang disebut umpan dan tarik (prime and pull). Metode ini bekerja dengan cara memberikan umpan (prime) pada sistem imun melalui vaksinasi konvensional, lalu menarik (pull) sel-sel imun yang telah terlatih ke jaringan spesifik menggunakan sinyal kimia.[8] Strategi ini terbukti efektif dalam studi perlindungan terhadap virus herpes simpleks dan menjadi dasar bagi pengembangan vaksin untuk lesi prakanker serviks akibat HPV.[5][7]

Selama pandemi Covid-19, laboratorium Iwasaki dengan cepat mengalihkan fokusnya untuk mempelajari virus SARS-CoV-2. Salah satu studi awalnya yang berpengaruh menunjukkan adanya perbedaan signifikan dalam respons imun antara pasien laki-laki dan perempuan. Kontribusi Iwasaki yang paling menonjol saat ini adalah penelitiannya mengenai Covid-19 jangka panjang. Ia dan timnya secara sistematis menyelidiki berbagai hipotesis mengenai penyebab biologis kondisi ini, termasuk persistensi virus, autoimunitas, reaktivasi virus laten, dan peradangan kronis.[9] Untuk mendukung riset ini, ia turut mendirikan Proyek LISTEN (Listen to Immune, Symptom and Treatment Experiences Now), sebuah studi kolaboratif berskala besar yang bertujuan mengidentifikasi biomarker dan target terapi untuk Covid-19 jangka panjang.[10]

Referensi

  1. 1 2 "Akiko Iwasaki, PhD". medicine.yale.edu (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-09-19.
  2. ↑ "Akiko Iwasaki, Ph.D. | Molecular, Cellular and Developmental Biology". mcdb.yale.edu (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-09-19.
  3. 1 2 Fauci, By Anthony. "Akiko Iwasaki: The 100 Most Influential People of 2024". TIME (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-09-19.
  4. ↑ Ibrahim -, Riana A. (2024-12-25). "Akiko Iwasaki, Perempuan Pejuang Sains". Kompas.id. Diakses tanggal 2025-09-19.
  5. 1 2 3 Viegas, Jennifer (2018-12-11). "Profile of Akiko Iwasaki". Proceedings of the National Academy of Sciences of the United States of America. 115 (50): 12544–12546. doi:10.1073/pnas.1818903115. ISSN 1091-6490. PMC 6294888. PMID 30509976.
  6. ↑ scispace.com https://scispace.com/papers/profile-of-akiko-iwasaki-2xkzwusgb3. Diakses tanggal 2025-09-19.{{cite web}}: |title= tidak ada atau kosong
  7. 1 2 Shin, Haina; Iwasaki, Akiko (2012-11-15). "A vaccine strategy that protects against genital herpes by establishing local memory T cells". Nature. 491 (7424): 463–467. doi:10.1038/nature11522. ISSN 1476-4687. PMC 3499630. PMID 23075848.
  8. ↑ Viegas, Jennifer (2018-12-11). "Profile of Akiko Iwasaki". Proceedings of the National Academy of Sciences. 115 (50): 12544–12546. doi:10.1073/pnas.1818903115. PMC 6294888. PMID 30509976.
  9. ↑ Wang, Eric Y.; Mao, Tianyang; Klein, Jon; Dai, Yile; Huck, John D.; Jaycox, Jillian R.; Liu, Feimei; Zhou, Ting; Israelow, Benjamin (2021-07). "Diverse functional autoantibodies in patients with COVID-19". Nature (dalam bahasa Inggris). 595 (7866): 283–288. doi:10.1038/s41586-021-03631-y. ISSN 1476-4687.{{cite journal}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=
  10. ↑ "Long Covid: Understanding Immune, Symptom, and Treatment Experiences Nationwide (LISTEN Study)". Yale Medicine (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-09-23.
Scholia memiliki profil tentang Akiko Iwasaki (Q19958193).
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan