Kamis, 29 Oktober 2026
03:41 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Aio dari Friuli

Bagikan:

Aio atau Haio (+ setl. 811) diduga adalah seorang Adipati Friuli di antara kematian Erich (799) dan pelantikan Chadaloh I (817). Ia mungkin telah didahului dugaan adipati lain, Hunfrid I, yang meninggal skt. 808. Meskipun ia tidak ditemukan sebagai adipati di dalam sumber-sumber kontemporer atau sumber-sumber kemudian, dari kekuasaannya di dalam wilayah, ia diduga telah melakukan otoritas sebagai adipati di dalam sebuah masa ketika tidak ada adipati lain yang diketahui.

Aio pertama kali diserahkan wilayah di Kadipaten Friuli[1] oleh Charlemagne pada tanggal 2 Februari 799. Charlemagne kemudian menegaskan pembagian harta ini di antara putra-putra Aio pada tanggal 7 Juli 809: putra yang sulung, Alboin atau Albuin, menerima Friuli dan Vicenza; putra yang kedua, Ingobert, menerima wilayah di Vicenza; dan putra yang bungsu, Agisclaf, menerima Verona. Kepemilikan Aio yang luas ini serta hibah untuk putra-putranya harus dipastikan oleh kaisar sendiri.

Menurut baik Einhard dan Babad Fulda, Charlemagne mengirim Haido, Hugues, Comte Tours, dan Aio as missi dominici untuk menemui utusan dari Konstantinopel dan memastikan Traktat Nicephorus pada tahun 811.

Catatan

  1. ↑ Actually, he was granted land in territorio Foroiulense et Vicentino atque Veronense: "in the territory of Friuli and Vicenza, as well as Verona."

Referensi

Didahului oleh:
Hunfrid I
Adipati Friuli
808? – 817?
Diteruskan oleh:
Chadaloh I
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan