Kamis, 29 Oktober 2026
20:59 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Ailuropoda microta

Ailuropoda microta

Bagikan:
Ailuropoda microta
Rentang waktu: Pliosen akhir – Pleistosen awal, 2 jtyl
250px-Ailuropoda_microta.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Filum:
Kelas:
Ordo:
Famili:
Genus:
Spesies:
A. microta
Nama binomial
Ailuropoda microta
Pei, 1962[1][2]
Artikel takson sembarang

Ailuropoda microta adalah anggota paling awal yang diketahui dari genus Ailuropoda, yang mencakup panda raksasa modern (Ailuropoda melanoleuca). Spesies ini merupakan anggota terkecil sekaligus paling primitif di dalam genusnya, dengan perkiraan massa tubuh sekitar 70 kilogram (150 pon).[3] Panjang tubuhnya mencapai 1 meter (3 kaki); sebagai perbandingan, panda raksasa modern dapat tumbuh hingga mencapai ukuran lebih dari 1,5 meter (5 kaki).[4] Penemuan spesimen tengkorak A. microta yang hampir utuh di Guangxi, Tiongkok, mengungkapkan ciri-ciri kranial dan dental perantara antara leluhur panda yang lebih purba, seperti Ailuractos, dan panda raksasa yang masih hidup saat ini. Bentuk gigi pipinya mengindikasikan adaptasi terhadap pola makan herbivora, serupa dengan panda raksasa modern.[5] Namun, morfologi gigi pipi A. microta relatif sederhana jika dibandingkan dengan morfologi gigi yang secara progresif berevolusi menjadi semakin kompleks pada spesies-spesies Ailuropoda selanjutnya, termasuk spesies penerus langsungnya, Ailuropoda wulingshanensis.[3][6] Pola makan herbivora pada A. microta telah dikonfirmasi melalui analisis isotop.[7] Pola keausan pada giginya memunculkan dugaan bahwa spesies ini menjadikan bambu sebagai makanan utamanya, sebagaimana panda raksasa modern.[4] Kendati demikian, karena ukuran tubuhnya yang kecil, morfologi gigi pipi yang kurang kompleks, serta otot rahang yang lebih lemah (akibat wilayah oksipital pada tengkorak yang tidak severtikal panda raksasa), para ahli berhipotesis bahwa A. microta kemungkinan hanya mengonsumsi bagian daun, tunas, dan buah bambu, alih-alih bagian batang yang sangat berserat seperti yang dikonsumsi oleh panda raksasa modern.[8]

A. microta hidup pada zaman Pleistosen Awal di Tiongkok bagian selatan, sekitar 2,5 hingga 1,8 juta tahun yang lalu.[3][9] Hewan-hewan lain yang hidup berdampingan dengan Ailuropoda microta meliputi kera raksasa Gigantopithecus blacki, chalicothere (hewan ungulata dengan tungkai depan menyerupai gorila) Hesperotherium, kerabat gajah Sinomastodon jiangnanensis dan Stegodon huananensis, tapir Tapirus sanyuanensis, babi Sus peii dan Sus xiaozhu, rusa Cervavitus fenqii, pelanduk Dorcabune, serta bovid Megalovis guangxiensis.[9]

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Pei, Wen-chung (1962). "Guǎngxī liǔchéng jù yuán dòng jí qítā shāndòng de dì sì jì bǔrǔ dòngwù" 广西柳城巨猿洞及其他山洞的第四纪哺乳动物 [Quaternary Mammals from the Liucheng Gigantopithecus Cave and Other Caves of Kwangsi] (PDF). Vertebrata PalAsiatica. 6 (3): 211–218.
  2. ↑ Pei, Wen-Chung (1963). "Quaternary Mammals From the Liucheng Gigantopithecus Cave and Other Caves of Kwangsi" (PDF). Scientia Sinica. 12 (2): 221–229. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2017-08-21. Diakses tanggal 2017-07-20.
  3. 1 2 3 Jiangzuo, Qigao; Wang, Deyuan; Zhang, Chunming; Bottazzi, Jean; Kuang, Guangxian; Li, Shijie; Fu, Jiao; Hu, Haiqian; Tong, Haowen; Zhang, Bei; Ilyas, Muhammad; Chen, Zehui; Huang, Shan; Wang, Shiqi; Wang, Yuan (2024). "Body mass evolution of the Quaternary giant panda coincides with climate change of southern China". The Innovation Geoscience. 2 (4) 100096. doi:10.59717/j.xinn-geo.2024.100096. ISSN 2959-8753.
  4. 1 2 Jin, Changzhu; Russell L. Ciochon; Wei Dong; Robert M. Hunt Jr.; Jinyi Liu; Marc Jaeger & Qizhi Zhu (2007-06-26). "The first skull of the earliest giant panda". Proceedings of the National Academy of Sciences. 104 (26): 10932–10937. Bibcode:2007PNAS..10410932J. doi:10.1073/pnas.0704198104. PMC 1904166. PMID 17578912.
  5. ↑ Jin, Changzhu; Ciochon, Russell L.; Dong, Wei; Hunt, Jr, Robert M.; Liu, Jinyi; Jaeger, Marc; Qizhi, Zhu. "The first skull of the earlist giant panda". PNAS (dalam bahasa Inggris). doi:10.1073/pnas.0704198104. PMC 1904166. PMID 17578912.
  6. ↑ Jiangzuo, Qigao; Huang, Zien; Yu, Chonghan; Tong, Haowen; Zhang, Bei; Hu, Haiqian; Wang, Deyuan; Wang, Shiqi; Liu, Jinyi (2025-03-04). "Dental shape evolution of the giant panda (Ailuropoda, Ursidae) during the Quaternary". Historical Biology. 37 (3): 695–701. doi:10.1080/08912963.2024.2324446. ISSN 0891-2963.
  7. ↑ Stacklyn, Shannon; Wang, Yang; Jin, Chang-zhu; Wang, Yuan; Sun, Fajun; Zhang, Chunfu; Jiang, Shijun; Deng, Tao (Februari 2017). "Carbon and oxygen isotopic evidence for diets, environments and niche differentiation of early Pleistocene pandas and associated mammals in South China". Palaeogeography, Palaeoclimatology, Palaeoecology (dalam bahasa Inggris). 468: 351–361. doi:10.1016/j.palaeo.2016.12.015.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  8. ↑ Figueirido, Borja; Palmqvist, Paul; Pérez-Claros, Juan A.; Dong, Wei (Februari 2011). "Cranial shape transformation in the evolution of the giant panda (Ailuropoda melanoleuca)". Naturwissenschaften (dalam bahasa Inggris). 98 (2): 107–116. doi:10.1007/s00114-010-0748-x. ISSN 0028-1042.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  9. 1 2 Jin, Changzhu; Wang, Yuan; Deng, Chenglong; Harrison, Terry; Qin, Dagong; Pan, Wenshi; Zhang, Yingqi; Zhu, Min; Yan, Yaling (Desember 2014). "Chronological sequence of the early Pleistocene Gigantopithecus faunas from cave sites in the Chongzuo, Zuojiang River area, South China". Quaternary International (dalam bahasa Inggris). 354: 4–14. doi:10.1016/j.quaint.2013.12.051.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Pranala luar

Ikon rintisan

Artikel bertopik mamalia prasejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan