Senin, 26 Oktober 2026
18:22 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Aida Suwandi Budiman

Aida Suwandi Budiman

ekonom asal Indonesia dan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia

Bagikan:
Aida S. Budiman
250px-Aida_S._Budiman%2C_Deputi_Gubernur_Bank_Indonesia_%282022%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Aida S. Budiman pada tahun 2022
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia
Mulai menjabat
2 September 2026
PresidenPrabowo Subianto
GubernurDestry Damayanti
PendahuluDestry Damayanti
Deputi Gubernur Bank Indonesia
Masa jabatan
6 Januari 2022 –2 September 2026
PresidenJoko Widodo
Prabowo Subianto
GubernurPerry Warjiyo
PendahuluRosmaya Hadi
PenggantiSolikin M. Juhro
Anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan
(Ex-Officio) Bank Indonesia
Mulai menjabat
11 September 2024
KetuaPurbaya Yudhi Sadewa
Anggito Abimanyu
PendahuluDestry Damayanti
Informasi pribadi
LahirAida Suwandi Budiman
18 April 1965 (umur 61)
Almamater
Profesi
Latar belakang akademik
TesisThe Role of External Factors, the Volatility Analysis and the Impact of the Asian Crisis on Various Types of Flows in Selected Asian Countries (2002)

Aida Suwandi Budiman (lahir 18 April 1965) adalah ekonom dan pejabat bank sentral Indonesia yang menjabat sebagai Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia sejak September 2026.[1][2] Ia sebelumnya menjabat sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia pada 2022–2026. Aida telah berkarier di Bank Indonesia sejak 1991 dengan pengalaman di bidang kebijakan moneter, ekonomi internasional, dan bauran kebijakan makroekonomi.[3][4][5]

Kehidupan awal dan pendidikan

Aida lahir di Bogor, Jawa Barat, pada 18 April 1965. Ia menyelesaikan pendidikan di bidang sosial-ekonomi pertanian agribisnis di Institut Pertanian Bogor pada 1987.[6] Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan di Amerika Serikat dan memperoleh gelar magister ekonomi dari University of Southern California pada 1996 serta gelar doktor ekonomi dari Claremont Graduate University pada 2001.[3][7]

Karier

Aida memulai karier di Bank Indonesia pada 1991. Dalam perjalanan kariernya di bank sentral, ia bekerja pada bidang kebijakan moneter dan ekonomi internasional. Ia juga pernah menjadi Wakil Direktur Eksekutif South-East Asia Voting Group (SEAVG) di Dana Moneter Internasional (IMF), yang mewakili 13 negara anggota, termasuk dalam pembahasan mengenai pengelolaan arus modal dan dampaknya terhadap negara berkembang.[3]

Setelah kembali ke Bank Indonesia, Aida menjabat sebagai Kepala Departemen Internasional pada 2014–2018 dan kemudian Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter. Pada 2020–2022, ia menjadi Asisten Gubernur yang menangani kebijakan strategis sektor moneter, bauran kebijakan Bank Indonesia, serta koordinasi dengan bauran kebijakan nasional.[7][3]

Deputi Gubernur Bank Indonesia

Aida diangkat sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 147/P Tahun 2021 tertanggal 24 Desember 2021. Ia mengucapkan sumpah jabatan pada 6 Januari 2022 untuk masa jabatan lima tahun.[8]

Selama menjadi Deputi Gubernur, Aida antara lain terlibat dalam komunikasi kebijakan mengenai inflasi, pengembangan sektor riil, dan bauran kebijakan ekonomi. Pada 2022, ia menyatakan bahwa tekanan harga pangan dan energi serta gangguan pasokan masih menimbulkan risiko terhadap inflasi Indonesia.[9]

Pada 2024, Aida menekankan peran koordinasi kebijakan moneter dan fiskal dalam menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan. Ia juga menyoroti konsumsi dan investasi domestik sebagai penopang pertumbuhan ekonomi serta hilirisasi pangan sebagai salah satu upaya meningkatkan kapasitas ekonomi dan menjaga ketahanan pangan.[10][11]

Selain menjadi anggota Dewan Gubernur Bank Indonesia, Aida menjadi anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan secara ex officio mewakili Bank Indonesia.[12]

Deputi Gubernur Senior

Pada Agustus 2026, Presiden Prabowo Subianto mengajukan Aida sebagai calon Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia menggantikan Destry Damayanti, yang dicalonkan sebagai Gubernur Bank Indonesia.[2] Aida menjadi calon tunggal untuk jabatan tersebut dan menjalani uji kelayakan dan kepatutan di Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia pada 26 Agustus 2026.[13]

Komisi XI menyetujui pencalonannya pada 27 Agustus 2026.[14] Dalam proses pencalonan tersebut, Aida mengemukakan pendekatan kebijakan bank sentral yang berfokus pada aspek adaptif, inovatif, dan akseleratif. Program yang dipaparkannya antara lain mencakup kalibrasi bauran kebijakan, reformasi data, perluasan sumber pembiayaan, diversifikasi mata uang, pengembangan sistem pembayaran, serta pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah.[15]

Aida kemudian diangkat sebagai Deputi Gubernur Senior berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 92/P Tahun 2026 tertanggal 1 September 2026.[1] Ia mengucapkan sumpah jabatan pada 2 September 2026 untuk masa jabatan hingga 2031.[7][16]

Referensi

  1. 1 2 Mediatama, Grahanusa (2026-09-02). "Aida S Budiman Resmi Dilantik Jadi Deputi Gubernur Senior BI". kontan.co.id. Diakses tanggal 2026-10-04.
  2. 1 2 Mediatama, Grahanusa (2026-08-28). "DPR Akan Sahkan Aida Budiman Jadi DGS BI 1/9/2026, Ini Profil & Pengalamannya". kontan.co.id. Diakses tanggal 2026-10-04.
  3. 1 2 3 4 Simanjuntak, Surya Dua Artha (30 Agustus 2026). "Profil dan Rekam Jejak Aida S. Budiman, Sosok Deputi Gubernur Senior BI 2026-2031". Bisnis.com. Diakses tanggal 4 Oktober 2026.
  4. ↑ Setiawan, Sakina Rakhma Diah (2026-08-27). "Profil Aida S Budiman, 35 Tahun Karier di BI hingga Jadi Deputi Gubernur Senior". Kompas.com. Diakses tanggal 2026-10-04.
  5. ↑ "Pengalaman Panjang di BI Modal Penting Aida Budiman Menjadi DGS". Diakses tanggal 2026-10-04.
  6. ↑ IPB, Alumni (2022-05-28). "Post - Aida S. Budiman". alumniipbpedia.id. Diakses tanggal 2026-09-28.
  7. 1 2 3 "Aida S. Budiman". Bank Indonesia. Diakses tanggal 4 Oktober 2026.
  8. ↑ "Juda Agung dan Aida S. Budiman Dilantik sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia". Bank Indonesia. 6 Januari 2022. Diakses tanggal 4 Oktober 2026.
  9. ↑ "BI sebut risiko inflasi lebihi empat persen masih tinggi hingga 2023". Antara. 3 Oktober 2022. Diakses tanggal 4 Oktober 2026.
  10. ↑ "BI: Sinergi bauran kebijakan nasional tingkatkan kapasitas ekonomi". Antara. 31 Januari 2024. Diakses tanggal 4 Oktober 2026.
  11. ↑ "BI: Penguatan hilirisasi pangan dan minerba dukung pertumbuhan ekonomi". Antara. 31 Januari 2024. Diakses tanggal 4 Oktober 2026.
  12. ↑ Kasmiri, Fahdiansyah (2025-10-09). "Presiden RI Prabowo Subianto Melantik Dewan Komisioner LPS Periode 2025 - 2030". lps.go.id. Diakses tanggal 2026-10-04.
  13. ↑ Prasetia, Andhika (26 Agustus 2026). "Aida S Budiman Jalani Fit and Proper Test Calon Deputi Senior BI di DPR". detikFinance. Diakses tanggal 4 Oktober 2026.
  14. ↑ "DPR Tetapkan Aida S. Budiman jadi Deputi Gubernur Senior BI 2026-2031". infobanknews.com. Diakses tanggal 2026-10-04.
  15. ↑ "Profil Aida S Budiman, Terpilih Jadi Deputi Gubernur Senior BI". Fortune Indonesia. 28 Agustus 2026. Diakses tanggal 4 Oktober 2026.
  16. ↑ Irawati, Irawati (2026-09-02). "MA Lantik Aida S. Budiman Jadi DGS BI, Solikin M. Juhro Deputi Gubernur 2026-2031". infobanknews.com. Diakses tanggal 2026-09-28.

Pranala luar

Jabatan pemerintahan
Didahului oleh:
Destry Damayanti
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia
2026–sekarang
Petahana
Didahului oleh:
Rosmaya Hadi
Deputi Gubernur Bank Indonesia
2022–2026
Diteruskan oleh:
Solikin M. Juhro
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan