Artikel ini membutuhkan lebih banyak rujukan. Mohon bantu kami mengembangkan artikel ini dengan cara menambahkan rujukan ke sumber tepercaya. Pernyataan tak bersumber bisa saja dipertentangkan dan dihapus. Cari sumber: "Agustinus Wibowo" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR |
Sumber referensi dari artikel ini belum dipastikan dan mungkin isinya tidak benar. Mohon periksa, kembangkan artikel ini, dan tambahkan sumber yang benar pada bagian yang diperlukan. (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini) |
Agustinus Wibowo | |
|---|---|
| Lahir | 8 Agustus 1981 (umur 45) Lumajang, Indonesia |
| Pekerjaan | Penulis |
| Situs web | agustinuswibowo.com |
Agustinus Wibowo adalah seorang penulis dan fotografer perjalanan Indonesia yang (lahir 8 Agustus 1981). Setelah menyelesaikan kuliah di bidang Ilmu Komputer di Beijing. Tahun 2005 Agustinus memulai petualangan keliling Asia melalui darat. Berawal tanggal 31 Juli 2005 dari China kemudian melintasi negara-negara Asia Selatan dan Asia Tengah,[1] hingga menetap sebagai Jurnalis foto di Afganistan selama tiga tahun.
Agustinus membiayai perjalanannya dengan mandiri, dan berhenti di satu negara untuk bekerja apabila tabungan keuangan sudah mulai habis dengan mengirimkan artikel ke berbagai media lokal maupun internasional serta menjadi fotografer di media. Catatan hariannya dalam perjalanan petualangan itu dimuat sebagai rubrik reguler “Petualang” di Kompas.com. Catatan perjalanan itu kemudian diterbitkan dalam bentuk buku oleh Gramedia Pustaka Utama dan menjadi pionir dalam penulisan narasi perjalanan dengan gaya nonfiksi kreatif di Indonesia.
Buku pertamanya adalah Selimut Debu: Impian dan Kebanggaan dari Negeri Perang Afghanistan (2010), disusul dengan Garis Batas: Perjalanan di Negeri-Negeri Asia Tengah (2011). Buku ketiganya, Titik Nol: Sebuah Makna Perjalanan (2013) adalah sebuah catatan perjalanan dengan gaya penulisan yang orisinal dipadukan dengan memoar, akan segera diproduksi dalam bentuk film. Kedalaman tulisan Agustinus sangat dipengaruhi kemampuannya berkomunikasi dengan penduduk setempat, dan itu ditunjang oleh kecintaannya terhadap bahasa. Agustinus menguasai bahasa Indonesia, Inggris, Mandarin, juga pernah mempelajari bahasa Rusia, Jepang, Jerman, Prancis di bangku sekolah, dan secara otodidak mempelajari banyak bahasa di antaranya Bahasa Urdu, Farsii, Bangsa Tajik, Bahasa Kirgiz, Bahasa Kazakh, Bahasa Uzbek, Bahasa Mongol, Bahasa Turki, dan Bahasa Tok Pisin.[butuh rujukan] Tahun 2016 Agustinus Wibowo menjadi tamu kehormatan di Frankfurt Book Fair.[2]
Pendidikan
- 1996 SMA Negeri 2 Lumajang
- 1999 Teknik Informatika Institute Teknologi Sepuluh November Surabaya
- 2000 Beijing Language And Culture University, Beijing
- 2001-2005 Computer Science and Engineering Tsinghua University , Beijing
Buku
Referensi
- ↑ Profil Penulis "Garis Batas", Tribun News. Akses: 11 Februari 2022.
- ↑ Afrisia, Rizky Sekar. "Agustinus Wibowo Bercerita di Panggung Buku Beijing". hiburan. Diakses tanggal 2021-02-26.
- ↑ Wibowo, Agustinus (2010). Selimut Debu. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. hlm. 461. ISBN 9789792274639.
{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link) - ↑ Wibowo, Agustinus (2011/14 April). Garis Batas. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. hlm. 528. ISBN 9789792268843.
{{cite book}}: Periksa nilai tanggal dalam:|date=Pemeliharaan CS1: Status URL (link) - ↑ Wibowo, Agustinus (2013/Februari). Titik Nol. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. hlm. 568. ISBN 9789792292718.
{{cite book}}: Periksa nilai tanggal dalam:|date=Pemeliharaan CS1: Status URL (link) - ↑ Wibowo, Agustinus (2021/10 Januari). Jalan Panjang Untuk Pulang. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. hlm. 464. ISBN 9786020647579.
{{cite book}}: Periksa nilai tanggal dalam:|date=Pemeliharaan CS1: Status URL (link)