Sabtu, 10 Oktober 2026
10:57 WIB
TERKINI
Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Hukum Pujianto Divonis 8 Bulan Penjara: Perdagangan Ajinomoto Palsu Merugikan Konsumen Lampung Lampung Diprediksi Cerah Berawan, Hujan Lokal Sambangi Beberapa Wilayah Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Hukum Pujianto Divonis 8 Bulan Penjara: Perdagangan Ajinomoto Palsu Merugikan Konsumen Lampung Lampung Diprediksi Cerah Berawan, Hujan Lokal Sambangi Beberapa Wilayah
Agus Noor

Agus Noor

Seniman Indonesia

Bagikan:
Agus Noor
250px-Agus_Noor_12_Januari_2017.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Agus Noor
Lahir(1968-06-26)26 Juni 1968
PekerjaanSastrawan
Masa aktif1990 - sekarang

Agus Noor[1] (lahir 26 Juni 1968) adalah sastrawan berkebangsaan Indonesia. Agus Sejak muda, Agus Noor telah berkecimpung di dunia sastra dengan menulis karya-karya puisi dan prosa.[2][3][4] Dia merupakan penulis naskah untuk program Sentilan Sentilun Metro TV yang diadopsi dari naskah monolognya, Matinya Sang Kritikus, yang sebelumnya telah dipentaskan di sejumlah kota oleh Butet Kertaradjasa.[5][6]

Latar belakang

Agus Noor lahir dan dibesarkan di Kecamatan Margasari, Kabupaten Tegal. Berlatar belakang pendidikan Jurusan Teater, Institut Seni Indonesia (ISI), Yogyakarta. Meskipun berlatar belakang pendidikan teater, ia aktif menulis. Dia dikenal sebagai cerpenis, penulis prosa, dan naskah panggung dengan gaya parodi yang terkadang satir. Monolog Matinya Toekang Kritik adalah salah satu karyanya yang mentertawakan keadaan Indonesia. Naskah ini, kemudian diusung sebagai program Sentilan Sentilun yang ditayangkan oleh stasiun televisi Metro TV.[7]

Karya

Bersama Ayu Utami, ia menulis naskah Sidang Susila untuk merefleksikan dan mengkritik Rancangan Undang Undang Anti-Pornografi. Selain menulis prosa, ia juga menulis cerpen. Karya cerpennya dimuat dalam Antologi Ambang (1992), Pagelaran (1993), Lukisan Matahari (1994). Sedangkan cerpen-cerpennya yang terhimpun dalam antologi bersama, di antaranya Lampor (Cerpen Pilihan Kompas, 1994), Jalan Asmaradana (Cerpen Pilihan Kompas, 2005), Kitab Cerpen Horison Sastra Indonesia (Majalah Horison dan The Ford Foundation, 2002), dan Dari Pemburu ke Tapuetik (Majelis Sastra Asia Tenggara dan Pusat Bahasa, 2005).[8]

Buku-buku kumpulan cerpennya yang sudah terbit antara lain, Memorabilia (Yayasan untuk Indonesia, 1999), Bapak Presiden yang Terhormat (Pustaka Pelajar, 2000), Selingkuh Itu Indah (Galang Press, 2001), Rendezvous: Kisah Cinta yang Tak Setia (Galang Press, 2004), Potongan Cerita di Kartu Pos (Penerbit Buku Kompas, 2006), Sebungkus Nasi dari Tuhan, Sepasang Mata Penari Telanjang, Matinya Toekang Kritik (Lamalera, 2006), Sepotong Bibir Paling Indah di Dunia (Bentang, 2010), Cerita Buat Para Kekasih (Gramedia Pustaka Utama, 2015). Cerpen-cerpennya pernah dimasukkan oleh Korie Layun Rampan sebagai sastrawan angkatan 2000. Buku terbaru yang disusun berjudul Cerpen-cerpen Terbaik Indonesia, merangkum tentang penerbitan cerpen dari Idrus hingga Seno Gumira Ajidarma.[9]

Penghargaan

  • Juara I Penulisan Cerpen pada Pekan Seni Mahasiswa Nasional (Peksiminas) (1991).
  • Cerpenis terbaik pada Festival Kesenian Yogyakarta (FKY) IV (1992).
  • Anugerah Cerpen Indonesia yang diselenggarakan Dewan Kesenian Jakarta untuk tiga cerpennya, Keluarga Bahagia, Dzikir Sebutir Peluru, dan Tak Ada Mawar di Jalan Raya (1999).
  • Karya terbaik Majalah Horison selama kurun waktu 1990-2000.
  • Anugerah Seni dari Menteri Kebudayaan dan Pariwisata untuk cerpennya, Piknik (2006).

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ "Agus Noor". Literanesia. 2020-10-03. Diakses tanggal 2026-05-30.
  2. ↑ Livia, Klara (2020-09-27). "Agus Noor: Sastra yang Baik Mampu Membongkar Cara Pandang Dunia". IDN Times. Diakses tanggal 2026-05-30.
  3. ↑ Astuti, Tia Agnes. "Tampil Beda! Agus Noor Adaptasi Karakter di Buku Jadi Pentas Semi Musikal". detikpop. Diakses tanggal 2026-05-30.
  4. ↑ Supandji, Yuliani (2017-09-08). "BWW Interview: Agus Noor Talks His Creative Process, Directorial Myths and Possible Collaborations". BroadwayWorld.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-05-30.
  5. ↑ Website resmi Metro TV, diakses 27 Februari 2015
  6. ↑ Tempo: Agus Noor dan Para Selingkuhannya, diakses 1 Mei 2017
  7. ↑ Taman Ismail Marzuki Diarsipkan 2015-02-27 di Wayback Machine, diakses 27 Februari 2015
  8. ↑ Literary Biennale Salihara Diarsipkan 2015-02-27 di Wayback Machine, diakses 27 Februari 2015
  9. ↑ Hot Detik: AN rombak dua naskah penulis senior teater Gandrik, diakses 27 Februari 2015


Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi tokoh ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan