Sabtu, 03 Oktober 2026
20:06 WIB
TERKINI
Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan

Agus Dermawan T.

Bagikan:

Agus Dermawan T. (lahir di Rogojampi, Banyuwangi, 29 April 1952) adalah seorang pelukis, kritikus, kurator, budayawan dan wartawan seni berkebangsaan Indonesia. Ia merupakan lulusan dari jurusan Seni Lukis, Sekolah Tinggi Seni Rupa Indonesia (ASRI) Yogyakarta. Ia memutuskan berhenti melukis pada tahun 1977 dan terjun ke dalam bidang kepenulisan seni rupa. Sejak tahun 1974, terhitung hingga 1000 judul tulisannya telah diterbitkan di berbagai macam media massa nasional. Ia juga menerbitkan beragam buku monografi terkait seniman rupa Indonesia, seperti pelukis Widayat, Basoeki Abdullah, Dullah, Dede Eri Supria, Hendra Gunawan, Nyoman Gunarsa dan lain-lain. Ia telah mendapatkan sebanyak 14 penghargaan dalam bidang seni rupa dan sastra.[1][2]

Selain itu, Agus juga aktif menulis puisi, cerpen, dan esai. Ia bahkan pernah menjabat sebagai redaksi puisi selama 11 tahun di majalah remaja Gadis, yaitu dari tahun 1978 hingga 1989. Sejak tahun 1969, sekitar 300 puisinya telah dipublikasikan oleh berbagai media massa, seperti Horison, Pelopor Yogya, Suara Pembaruan, Sinar Harapan, dan Kompas.[3]

Pada bulan April 2022, untuk merayakan ulang tahunnya yang ke-70, Agus memutuskan untuk menerbitkan buku puisi tunggal pertamanya, yang diberi judul Sekumpulan Puisi Pantang Kabur (Jakarta, KPG; 2022).[3]

Referensi

  1. ↑ Post, The Jakarta. "Agus Dermawan T: The art of a culture". The Jakarta Post (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-01-04.
  2. ↑ "Indonesian Visual Art Archive | Karya-Karya Agus Dermawan T". archive.ivaa-online.org. Diakses tanggal 2020-01-04.
  3. 1 2 Dermawan T., Agus (2022). Sekumpulan Puisi Pantang Kabur. Jakarta: KPG (Kepustakaan Populer Gramedia). hlm. 200. ISBN 978-602-481-831-9.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)

Pranala luar

(Indonesia) Kumpulan Puisi karya Agus Dermawan T.

Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi penulis, penyair, pengarang, atau sastrawan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan