Jumat, 02 Oktober 2026
07:21 WIB
TERKINI
Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri Berita Jalan Mulus Komjen Suyudi: Komisi III DPR Setujui Pimpin Polri Berita DPR RI Resmi Lantik Komjen Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri Baru Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 1 Oktober 2026: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 1 Oktober 2026 Turun, Cek Rincian Lengkapnya Sekarang Cuaca Waspada! 325 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Ancaman Karhutla Meningkat Regional Menko PMK Muhadjir Effendy Kunjungi Anjir Batola, Perkuat Sinergi Pembangunan Wilayah Editorial Macan Kemayoran Raih Poin Penuh di Kandang Laskar Antasari Bandar Lampung Buaya Coki Menjalani Adaptasi di Sumsel Usai Perjalanan Panjang dari Lampung Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri Berita Jalan Mulus Komjen Suyudi: Komisi III DPR Setujui Pimpin Polri Berita DPR RI Resmi Lantik Komjen Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri Baru Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 1 Oktober 2026: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 1 Oktober 2026 Turun, Cek Rincian Lengkapnya Sekarang Cuaca Waspada! 325 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Ancaman Karhutla Meningkat Regional Menko PMK Muhadjir Effendy Kunjungi Anjir Batola, Perkuat Sinergi Pembangunan Wilayah Editorial Macan Kemayoran Raih Poin Penuh di Kandang Laskar Antasari Bandar Lampung Buaya Coki Menjalani Adaptasi di Sumsel Usai Perjalanan Panjang dari Lampung Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti

Agrafobia

Bagikan:

Agrafobia (disebut juga dengan kontreltofobia atau kontrektofobia) adalah rasa ketakutan berlebihan terhadap tindak kekerasan seksual. Fobia ini juga mencakup rasa takut terhadap pemerkosaan ataupun segala hubungan yang menjurus ke arah kekerasan seksual.[1] Penyebab fobia ini dipercaya karena adanya suatu trauma atau kejadian yang menstimulai kecemasan tersebut, juga oleh karena interaksi kompleks antara faktor lingkungan, biologis dan genetik yang mendasari munculnya agrafobia.[2] Gejala yang muncul pada fobia ini antara lain jantung berdebar, sesak napas (hiperventilasi), berkeringat, pusing, mual dan gemetar.[3] Walaupun biasanya tidak perlu pengobatan, tetapi terapi yang diberikan pada penderita fobia secara umum dapat berupa konseling, hipnosis ataupun obat-obatan.

Referensi

  1. ↑ (Inggris) Agraphobia Diarsipkan 2011-09-07 di Wayback Machine.. "Agraphobia". Diakses pada 19 Juli 2012.
  2. ↑ (Inggris) Agraphoboa. "Common Phobia- Agraphobia". Diakses pada 19 Juli 2012.
  3. ↑ (Indonesia) Maramis, Willy F (2009). Ilmu Kedokteran Jiwa. Airlangga University Press. ISBN 978-979-1330-56-5.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan