Rabu, 23 September 2026
14:38 WIB
TERKINI
Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN Kolom Sidang Mahkamah Konstitusi Uji Materi UU Kesehatan, Perlindungan Dokter Jadi Sorotan Politik Pendidikan Gibran di UTS Insearch Australia Dipermasalahkan dalam PHPU Regional Kembalinya Bechi ke Ponpes Picu Kekhawatiran, Bapas Diminta Awasi Ketat Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN Kolom Sidang Mahkamah Konstitusi Uji Materi UU Kesehatan, Perlindungan Dokter Jadi Sorotan Politik Pendidikan Gibran di UTS Insearch Australia Dipermasalahkan dalam PHPU Regional Kembalinya Bechi ke Ponpes Picu Kekhawatiran, Bapas Diminta Awasi Ketat
Agama Serer

Agama Serer

250px-Yooniir_%28Serer_cosmological_star%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Yoonir, lambang alam semesta dalam kepercayaan Serer.

Agama Serer atau A ƭat Roog ("jalan ilahi") adalah kepercayaan tradisional yang dianut oleh suku Serer di Senegal, Afrika Barat. Suku Serer percaya akan pencipta yang disebut Roog (atau Rog). Dalam bahasa-bahasa Cangin, Roog disebut Koox (variasi: Kooh[1]), Kopé Tiatie Cac, atau Kokh Kox.[2] Kepercayaan tradisional Serer juga mencakup berbagai puisi dan nyanyian tradisional, pemujaan dan pemberian persembahan kepada para dewa dan roh (pangool), astronomi, ritus inisiasi, kedokteran, kosmologi dan sejarah suku Serer. Namun, mereka percaya bahwa Roog ada di mana-mana dan juga tidak ada di mana-mana pada saat yang sama. Maka dari itu tidak ada bangunan yang menjadi rumah Roog. Suku Serer berdoa kepada Roog melalui perantara, tetapi tidak memberikan kurban secara langsung kepada Roog.[3][4][5]

Saat ini agama Serer merupakan agama minoritas di antara orang-orang Serer. Sebagian besar di antara mereka (sekitar 85%) sudah masuk Islam[6] atau Katolik. Agama dan etnis Serer sendiri pernah ditindas semenjak abad ke-11, ketika King War Jabi merebut tahta Tekrur pada tahun 1030, dan kemudian pada tahun 1035 memberlakukan hukum syariah dan memaksa bawahannya untuk masuk Islam.[7] Dengan bantuan dari anaknya (Leb) dan juga dari Murabithun dan suku-suku Afrika lain yang sudah masuk Islam, mereka melancarkan jihad melawan suku Serer di Tekrur yang menolak meninggalkan agama Serer dan masuk Islam.[8][9][10][11] Penindasan berlanjut hingga abad ke-19 dan memicu Pertempuran Fandane-Thiouthioune. Pada abad ke-20 dan ke-21, penindasan agama Serer sudah berkurang, tetapi agama ini tetap dipandang sebelah mata.[12][13]

Catatan kaki

  1. (Prancis) Dupire, Marguerite, "Sagesse sereer: Essais sur la pensée sereer ndut", KARTHALA Editions (1994), hlm. 54, ISBN2865374874
  2. (Prancis) Ndiaye, Ousmane Sémou, "Diversité et unicité sérères: l’exemple de la région de Thiès", Éthiopiques, no 54, vol. 7, 2e semestre 1991 Diarsipkan 2020-08-01 di Wayback Machine.
  3. (Prancis) Issa Laye Thiaw, « Mythe de la création du monde selon les sages Seereer », hlm. 45
  4. (Prancis) Salif Dione, L’Éducation traditionnelle à travers les chants et les poèmes sérères, Dakar, Université de Dakar, 1983, hlm. 344.
  5. (Prancis) Gravrand, Henry, La civilisation sereer, vol. II: Pangool, Nouvelles éditions africaines, Dakar, 1990
  6. Olson, James Stuart (1996). The Peoples of Africa: An Ethnohistorical Dictionary. Greenwood. hlm. 516. ISBN 978-0313279188.
  7. Clark, Andrew F., & Phillips, Lucie Colvin, "Historical Dictionary of Senegal". ed: 2, Metuchen, New Jersey: Scrarecrow Press (1994) hlm. 265
  8. Page, Willie F., "Encyclopedia of African history and culture: African kingdoms (500 to 1500)", pp 209, 676. Vol.2, Facts on File (2001), ISBN0-8160-4472-4
  9. Streissguth, Thomas, "Senegal in Pictures, Visual Geography", Second Series, p 23, Twenty-First Century Books (2009), ISBN1-57505-951-7
  10. Oliver, Roland Anthony, Fage, J. D., "Journal of African history", Volume 10, p 367. Cambridge University Press (1969)
  11. Mwakikagile, Godfrey, "Ethnic Diversity and Integration in The Gambia: The Land, The People and The Culture," (2010), hlm. 11, ISBN9987-9322-2-3
  12. Abbey, M T Rosalie Akouele, "Customary Law and Slavery in West Africa", Trafford Publishing (2011), hlm. 481-482, ISBN1-4269-7117-6
  13. Mwakikagile, Godfrey, "Ethnic Diversity and Integration in The Gambia: The Land, The People and The Culture," (2010), hlm. 241, ISBN9987-9322-2-3
Ikon rintisan

Artikel bertopik agama atau kepercayaan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan