Rabu, 28 Oktober 2026
17:41 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Cheondogyo

Cheondogyo

agama

Bagikan:
Cheondogyo
250px-Cheondoism_flag.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Cheondoisme
Nama Korea
Hangul
천도교
Hanja
天道教
Alih AksaraCheondogyo
McCune–ReischauerCh'ŏndogyo

Cheondogyo (arti: agama jalan surga) atau Cheondoisme adalah agama Korea yang menggabungkan unsur-unsur Konfusianisme, Buddhisme, Taoisme, Syamanisme dan Katolik Roma. Awalnya kepercayaan ini dinamakan Donghak (Pembelajaran Timur). Prinsip dasar agama ini adalah "Manusia dan Tuhan adalah satu" yang dinyatakan dalam bentuk keimanan dengan penyatuan tubuh dan jiwa dengan Tuhan. Penganut Cheondogyo melakukan meditasi, berdoa saat keluar dan masuk rumah, menganjurkan untuk berpikir positif, serta pergi ke gereja pada hari Minggu. Choe Je-u (1824-1864) mendirikan paham ini konon setelah menerima ilham dari kaisar langit. Namun upayanya dalam melakukan revolusi sosial menyebabkannya dieksekusi. Penerus Choe adalah Choe Si-hyeong yang mencoba menyebarkannya ke masyarakat. Saat ini, diperkirakan terdapat 3 juta jiwa penganut Cheondogyo di Korea.


Ikon rintisan

Artikel bertopik agama atau kepercayaan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan