Sabtu, 10 Oktober 2026
15:58 WIB
TERKINI
Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober
Aerenkima

Aerenkima

Bagikan:
250px-Aerenchyma2.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Aerenkima terlihat pada penampang melintang batang tumbuhan tanah tergenang.

Aerenkima (dari bahasa Inggris: aerenchyma; dibentuk dari dua kata bahasa Yunani: aera berarti "udara" dan chymos berarti "di dekat") adalah jaringan khusus seperti sepon yang memiliki ruang-ruang atau pembuluh-pembuluh berisi udara pada daun, batang, atau akar sejumlah tumbuhan sehingga memungkinkan terjadi pertukaran gas ke seluruh bagian tumbuhan.[1] Aerenkima terutama dibentuk oleh tumbuhan yang harus menghadapi kondisi hipoksia (tanpa oksigen), seperti tumbuhan air, rawa, atau tumbuhan yang agak lama tergenang (banjir atau semacamnya).[2][3] Pembuluh yang terbentuk dari rongga-rongga berisi udara tersebut memungkinkan pertukaran gas, seperti oksigen dan etilena, di dalam tubuh tumbuhan dari bagian yang tidak tergenang ke bagian yang terendam dapat terjadi hampir tanpa hambatan.

Aerenkim memiliki dinding sel yang tipis dan ruang antar sel yang luas, yang terspesialisasi untuk tumbuhan air[4]

Hipoksia dan pembentukan aerenkima

Pemicu terbentuknya aerenkima adalah kondisi hipoksia (oksigen tersedia untuk metabolisme terlalu rendah). Ini terjadi apabila tanah tempat tumbuh tumbuhan tergenang air, karena mikroorganisme menyerap oksigen lebih cepat daripada difusi ke akar atau bagian organ lain yang tergenang. Dampak hipoksia yang lain adalah terhambatnya nitrifikasi (pembentukan ion nitrat) karena meningkatnya senyawa-senyawa toksik serta bakteri-bakteri anaerob yang memakai nitrat, mangan, dan sulfat sebagai oksidator alternatif.[5] Genangan air dalam tanah juga menyebabkan potensial redoks rizosfer (daerah perakaran) menurun dan berakibata besi dan mangan mengendap menjadi tak tersedia bagi akar.

Dampak hipoksia tersebut merangsang bagian tubuh tumbuhan yang tergenang untuk mematikan sebagian sel-sel parenkima sehingga terbentuklah rongga-rongga dalam jaringan. Rendahnya oksigen juga mendorong tumbuhan membentuk gas etilena,[3] yang pada gilirannya memperlambat pemanjangan dan pembentukan akar utama dan adventif.

Lihat pula

Rujukan

  1. ↑ Sculthorpe, C. D. 1967. The Biology of Aquatic Vascular Plants. Reprinted 1985 Edward Arnold, by London.
  2. ↑ Keddy, P.A. 2010. Wetland Ecology: Principles and Conservation (2nd edition). Cambridge University Press, Cambridge, UK. 497 p
  3. 1 2 Kozlowski, T. T. (ed.) 1984. Flooding and Plant Growth. Orlando, FL: Academic Press.
  4. ↑ Parker, Sybil P (1984). McGraw-Hill Dictionary of Biology. McGraw-Hill Company.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  5. ↑ Patrick, W. H., Jr. and Reddy, C. N. 1978. Chemical changes in rice soils. In Soils and Rice, pp. 361–79. Los Ban˜ os, Philippines: International Rice Research Institute.
Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Aerenkima.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan