Minggu, 04 Oktober 2026
17:02 WIB
TERKINI
Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan Hukum Pakar Hukum Unila: Objektivitas Fakta Krusial dalam Kasus Diksar Mahepel Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan Hukum Pakar Hukum Unila: Objektivitas Fakta Krusial dalam Kasus Diksar Mahepel Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya
Adolf Bastian

Adolf Bastian

Bagikan:
Adolf Bastian
250px-Adolf_Bastian.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Adolf Bastian
Lahir26 Juni 1826
Meninggal2 Februari 1905
Karier ilmiah
BidangAntropologi

Adolf Bastian (26 Juni 1826 – 2 Februari 1905) adalah seorang genius serba bisa (polymath) dari abad ke-19 yang paling dikenal karena berbagai sumbangannya dalam pengembangan etnografi dan pengembangan antropologi sebagai suatu disiplin ilmu pengetahuan. Ilmu psikologi modern dapat dikatakan berhutang besar kepadanya, karena teorinya tentang Elementargedanke lah yang menyebabkan Carl Jung mengembangkan teori archetypes.[1]

Adolf Bastian dikenal sebagai salah satu tokoh yang paling awal mempopulerkan istilah "Indonesia" kepada dunia internasional melalui karyanya.[2]

Referensi

  1. ↑ Campbell, Joseph. The Masks of God: Primitive Mythology, p. 32. London: Secker & Warburg: 1960. "Jung's idea of the "archetypes" is one of the leading theories, today, in the field of our subject. It is a development of the earlier theory of Adolf Bastian..."
  2. ↑ Bastian, Adolf (1884) Indonesien oder die Inseln des Malayischen Archipels, Berlin, F. Dümmlers verlagsbuchhandlung.

Pranala luar


Flag of JermanBiography icon

Artikel bertopik biografi Jerman ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan