Minggu, 01 November 2026
22:20 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Adi Shankara

Adi Shankara

Filsuf Hindu dan Teolog asal India

Bagikan:
Adi Shankaracharya
250px-Raja_Ravi_Varma_-_Sankaracharya_-_cropped.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lukisan Adi Shankara karya Raja Ravi Varma (awal abad ke-20).
Lahir
Shankara

788 M[1]
Meninggal820 M[1]
PenghormatanMenguraikan Adwaita Wedanta, Revivalisme Hindu, mendirikan Dashanami Sampradaya, Shanmata

Adi Shankara (dilafalkan [aːd̪i ɕəŋkəɾə]; awal abad ke-8[2][note 1])—disebut pula (Adi) Shankaracharya dan Shankara Bhagavatpada, dapat dieja Sankaracharya, (Ādi) Śaṅkarācārya, Ādi Śaṅkarācāri,[5] Śaṅkara Bhagavatpāda, Śaṅkara Bhagavatpādācārya—adalah filsuf Hindu dari Kaladi (kini merupakan distrik Ernakulam, Kerala, India) yang menggabungkan doktrin Adwaita Wedanta (advaita vedānta).[1][6]

Karyanya dalam bahasa Sanskerta menghimpun doktrin Adwaita, persatuan atman dan Nirguna Brahman, yakni brahman tanpa atribut.[7] Karya-karyanya menguraikan pemikiran-pemikiran yang terdapat dalam Upanishad. Ia juga menulis penafsiran terhadap suplemen-suplemen Weda (Brahma Sutra, Upanishad utama, dan Bhagawadgita) dalam upaya mendukung tesisnya.

Pengkritik utama terhadap karyanya adalah mazhab Mimamsa, meskipun ia juga melemparkan argumen menentang pandangan beberapa mazhab seperti Samkhya, dan beberapa mazhab agama Buddha.[7][8]

Shankara mengembara di anak benua India untuk menyebarkan filsafatnya melalui diskusi dan debat dengan filsuf lainnya. Ia menekankan pentingnya hidup melepaskan diri dari ikatan duniawi sebagaimana diajarkan dalam Upanishad dan Brahma Sutra, pada saaat mazhab Mimamsa menekankan ritualisme yang ketat dan mengabaikan hidup sebagai petapa. Shankara masyhur sebagai pendiri empat matha ("biara"), yang membantu perkembangan, kebangkitan, dan penyebaran Adwaita Wedanta sehingga ia dikenal sebagai revivalis agung.[6] Dipercaya bahwa Adi Shankara adalah pengorganisir perguruan Dashanami dan pendiri tradisi Shanmata.

Catatan

  1. ↑ Para sarjana modern memperkirakan kelahiran Shankara pada awal abad ke-8 M (sekitar 700—750).[2] Para sarjana sebelumnya memperkirakan tahun 788—820 M.[2] Pendapat lainnya adalah 686—718 M, 44 SM,[3] atau 509—477 SM.[4]

Referensi

  1. 1 2 3 Sharma 1962, hlm. vi.
  2. 1 2 3 Comans 2000, hlm. 163.
  3. ↑ Y. Keshava Menon, The Mind of Adi Shankaracharya 1976 pp 108
  4. ↑ "(53) Chronological chart of the history of Bharatvarsh since its origination". Encyclopedia of Authentic Hinduism.
  5. ↑ Shetty 2002, hlm. 23.
  6. 1 2 Deepak Chopra, John Wiley & Sons (2006), The Seven Spiritual Laws Of Yoga, ISBN 81-265-0696-2
  7. 1 2 Biography of Sri Adi Shankaracharya, Sringeri Sharada Peetham, India
  8. ↑ Shyama Kumar Chattopadhyaya, Sarup (2000), The Philosophy of Sankar's Advaita Vedanta, ISBN 81-7625-222-0

Daftar pustaka

  • Comans, Michael (2000). "The Method of Early Advaita Vedānta: A Study of Gauḍapāda, Śaṅkara, Sureśvara, and Padmapāda". Delhi: Motilal Banarsidass {{cite journal}}: Kutipan journal memerlukan |journal=Pemeliharaan CS1: Postscript (link)
  • Sharma, Chandradhar (1962). Indian Philosophy: A Critical Survey. New York: Barnes & Noble.
  • Shetty, V. T. Rajshekar (2002). "Caste, a nation within the nation: recipe for a bloodless revolution". Books for Change {{cite journal}}: Kutipan journal memerlukan |journal=Pemeliharaan CS1: Postscript (link)


Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi tokoh Hindu ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan